Nikolay Valuev vs David Haye
Ingin Jadi yang Pertama KO Valuev
Sabtu, 07/11/2009 07:10 WIB

AFP/Joerg Koch
Nurnberg - Fisik boleh kalah besar, tapi itu tidak cukup mengurangi optimisme David Haye dalam menghadapi Nikolay Valuev. Haye ingin jadi petinju pertama yang bisa meng-KO Valuev.
David vs Goliath. Itulah julukan publik untuk pertarungan perebutan titel juara dunia kelas berat versi WBA antara Haye kontra Valuev yang akan digelar di Nurnberg, Jerman, Minggu (8/11/2009) pagi WIB.
Bagaimana tidak, Valuev tampak seperti raksasa dengan tinggi 218 cm dan berat 143 kilogram. Sementara Haye 'cuma' bertinggi 189 cm dan beratnya 'hanya' 99 kilogram.
Meski kalah secara fisik, Haye yang aslinya adalah petinju kelas penjelajah, tidak gentar dengan Valuev. Pemilik rekor 22-1 itu berniat menjadi orang pertama yang meng-KO Valuev yang punya rekor 50-1 dan belum pernah jatuh KO dalam 16 tahun karirnya.
"Saya memimpikan bisa membuat Valuev terjatuh ke kanvas. Saya sangat yakin itu akan jadi peristiwa KO paling mengejutkan sepanjang sejarah," kata Haye menjelang pertarungan seperti dilansir AP.
Pertarungan melawan Valuev adalah pertarungan ketiga bagi Haye di kelas berat. Sebelumnya petinju Inggris berusia 29 tahun itu lebih banyak berkutat di kelas penjelajah dan pernah memegang empat sabuk gelar juara dunia.
"Lawan Valuev belum pernah menyerang dia dengan tepat dan membiarkan diri mereka dijatuhkan. Saya sekarang diberi kesempatan untuk membuat Valuev terjatuh," yakin Haye.
Valuev yang berkebangsaan Rusia dan berumur 36 tahun mengaku tak kaget dengan psy-war yang dilancarkan Haye. Bagaimana pun, pembuktiannya adalah di atas ring.
"Saya sudah terbiasa mendengar ada orang yang ingin menjatuhkan saya. Tapi bicara lebih mudah ketimbang bertarung dan semua orang bisa melakukannya. Buktikan saja dan perlihatkan apa yang bisa ia perbuat di ring," komentar Valuev singkat.
( arp / arp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
David vs Goliath. Itulah julukan publik untuk pertarungan perebutan titel juara dunia kelas berat versi WBA antara Haye kontra Valuev yang akan digelar di Nurnberg, Jerman, Minggu (8/11/2009) pagi WIB.
Bagaimana tidak, Valuev tampak seperti raksasa dengan tinggi 218 cm dan berat 143 kilogram. Sementara Haye 'cuma' bertinggi 189 cm dan beratnya 'hanya' 99 kilogram.
Meski kalah secara fisik, Haye yang aslinya adalah petinju kelas penjelajah, tidak gentar dengan Valuev. Pemilik rekor 22-1 itu berniat menjadi orang pertama yang meng-KO Valuev yang punya rekor 50-1 dan belum pernah jatuh KO dalam 16 tahun karirnya.
"Saya memimpikan bisa membuat Valuev terjatuh ke kanvas. Saya sangat yakin itu akan jadi peristiwa KO paling mengejutkan sepanjang sejarah," kata Haye menjelang pertarungan seperti dilansir AP.
Pertarungan melawan Valuev adalah pertarungan ketiga bagi Haye di kelas berat. Sebelumnya petinju Inggris berusia 29 tahun itu lebih banyak berkutat di kelas penjelajah dan pernah memegang empat sabuk gelar juara dunia.
"Lawan Valuev belum pernah menyerang dia dengan tepat dan membiarkan diri mereka dijatuhkan. Saya sekarang diberi kesempatan untuk membuat Valuev terjatuh," yakin Haye.
Valuev yang berkebangsaan Rusia dan berumur 36 tahun mengaku tak kaget dengan psy-war yang dilancarkan Haye. Bagaimana pun, pembuktiannya adalah di atas ring.
"Saya sudah terbiasa mendengar ada orang yang ingin menjatuhkan saya. Tapi bicara lebih mudah ketimbang bertarung dan semua orang bisa melakukannya. Buktikan saja dan perlihatkan apa yang bisa ia perbuat di ring," komentar Valuev singkat.
( arp / arp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Prancis Terbuka Grand Slam terbesar
- Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
Guardiola menunggu klub yang mampu menggodanya
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
656 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

