Kalahkan Kimiko Straight Set, Bartoli ke Final
Sabtu, 07/11/2009 15:17 WIB
(commbanktennis.com)
Nusa Dua - Unggulan pertama Marion Bartoli masih belum kehilangan set dalam penampilannya di Commonwealth Bank Tournament of Tennis. Menang straight set atas Kimiko Date-Krumm, ia maju ke babak final.
Pada laga semifinal pertama di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (7/11/2009) siang WITA, Bartoli menyudahi perlawanan Kimiko di singa tua dari Jepang, dengan dua set langsung 6-1 6-3.
Bagi Bartoli ia berkesempatan menyabet titel ketiganya di tahun ini atau yang kelima sepanjang karirnya. Itu apabila besok ia bisa mengalahkan Maria Jose Martinez Sanchez atau Aravane Rezai, yang akan memainkan laga semifinalnya beberapa saat lagi.
Menghadapi Kimiko yang lebih tua 14 tahun dari dirinya, Bartoli tetap tampil agresif sejak awal pertandingan, seperti yang iapertunjukkan di dua laga awalnya di babak Round Robin, saat mengalahkan Magdalena Rybarikova dan Shahar Peer juga dengan straight set.
Kimiko seperti tidak siap dengan tekanan Bartoli yang mengandalkan pukulan-pukulan kerasnya dari baseline. Hanya satu poin didapat pemain yang sempat pensiun selama 12 tahun itu.
Di set kedua Bartoli melanjutkan dominasinya. Sedikitnya dua kali pengembalian bola Kimiko tidak menyeberang net, dan itu memberi poin penting buat Bartoli, sampai petenis Prancis itu memimpin 3-0.
Di game berikutnya Kimiko terlihat frustasi ketika Bartoli dengan cerdik melambungkan bola ke atas kepalanya saat ia maju ke depan net. Sebuah backhand keras menyilang mematikan langkah Kimiko. Bartoli mematahkan servis lawannya itu dan memimpin 4-0.
Setelah mengamankan servisnya, Bartoli mulai mendapat perlawanan alot. Kimiko lebih dulu unggul 40-30, tapi Bartoli memaksakan deuce. Kimiko nyaris sial karena melakukan double fault, namun bisa merebut poin lagi. Bahkan forehand menyilangnya membuat Kimiko bertahan dan memetik angka pertama di set ini. 5-1 masih untuk Bartoli.
Di game ketujuh Kimiko bahkan untuk pertama kalinya berhasil mematahkan servis Bartoli untuk mengubah kedudukan menjadi 5-2. Berbalik memegang servis, Kimiko dua kali melakukan kesalahan di net dan tertinggal 15-30. Namun ia masih mampu bertahan dan berhasil membalikkan keadaan. 5-3, Kimiko mulai mendekat.
Bartoli melompat-lompat kecil untuk memulai game berikutnya. Ia memang perlu pendorong untuk mengembalikan performanya. Akan tetapi ia masih dalam tekanan sampai tertinggal 30-40, apalagi penonton cenderung memihak Kimiko.
Namun Bartoli mampu memaksakan deuce dan memperoleh advantage pertama. Tekanan berbalik untuk Kimiko. Bartoli sempat memprotes seorang linesman yang menyatakan out sebuah pukulannya. Bartoli mencoba kembali berkonsentrasi, dan kali itu berhasil mengakhiri perlawanan Kimiko dan menutup set ini dengan 6-3. ( a2s / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pada laga semifinal pertama di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (7/11/2009) siang WITA, Bartoli menyudahi perlawanan Kimiko di singa tua dari Jepang, dengan dua set langsung 6-1 6-3.
Bagi Bartoli ia berkesempatan menyabet titel ketiganya di tahun ini atau yang kelima sepanjang karirnya. Itu apabila besok ia bisa mengalahkan Maria Jose Martinez Sanchez atau Aravane Rezai, yang akan memainkan laga semifinalnya beberapa saat lagi.
Menghadapi Kimiko yang lebih tua 14 tahun dari dirinya, Bartoli tetap tampil agresif sejak awal pertandingan, seperti yang iapertunjukkan di dua laga awalnya di babak Round Robin, saat mengalahkan Magdalena Rybarikova dan Shahar Peer juga dengan straight set.
Kimiko seperti tidak siap dengan tekanan Bartoli yang mengandalkan pukulan-pukulan kerasnya dari baseline. Hanya satu poin didapat pemain yang sempat pensiun selama 12 tahun itu.
Di set kedua Bartoli melanjutkan dominasinya. Sedikitnya dua kali pengembalian bola Kimiko tidak menyeberang net, dan itu memberi poin penting buat Bartoli, sampai petenis Prancis itu memimpin 3-0.
Di game berikutnya Kimiko terlihat frustasi ketika Bartoli dengan cerdik melambungkan bola ke atas kepalanya saat ia maju ke depan net. Sebuah backhand keras menyilang mematikan langkah Kimiko. Bartoli mematahkan servis lawannya itu dan memimpin 4-0.
Setelah mengamankan servisnya, Bartoli mulai mendapat perlawanan alot. Kimiko lebih dulu unggul 40-30, tapi Bartoli memaksakan deuce. Kimiko nyaris sial karena melakukan double fault, namun bisa merebut poin lagi. Bahkan forehand menyilangnya membuat Kimiko bertahan dan memetik angka pertama di set ini. 5-1 masih untuk Bartoli.
Di game ketujuh Kimiko bahkan untuk pertama kalinya berhasil mematahkan servis Bartoli untuk mengubah kedudukan menjadi 5-2. Berbalik memegang servis, Kimiko dua kali melakukan kesalahan di net dan tertinggal 15-30. Namun ia masih mampu bertahan dan berhasil membalikkan keadaan. 5-3, Kimiko mulai mendekat.
Bartoli melompat-lompat kecil untuk memulai game berikutnya. Ia memang perlu pendorong untuk mengembalikan performanya. Akan tetapi ia masih dalam tekanan sampai tertinggal 30-40, apalagi penonton cenderung memihak Kimiko.
Namun Bartoli mampu memaksakan deuce dan memperoleh advantage pertama. Tekanan berbalik untuk Kimiko. Bartoli sempat memprotes seorang linesman yang menyatakan out sebuah pukulannya. Bartoli mencoba kembali berkonsentrasi, dan kali itu berhasil mengakhiri perlawanan Kimiko dan menutup set ini dengan 6-3. ( a2s / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
-
Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Kamis, 24/05/2012 01:39 WIB
PBSI: Persiapan Sudah Optimal tapi Lawan Lebih Bagus
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
522 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

