Jelang Playoff Piala Dunia
'Tidak Ada Dendam, Domenech'
Kamis, 12/11/2009 15:13 WIB

(Reuters)
Dublin - Sembilan tahun silam, Raymond Domenech pernah menuduh Marco Tardelli menyuap wasit. Menjelang reuni antara keduanya, Tardelli menegaskan dia sudah tidak menyimpan dendam lagi.
Tuduhan suap itu terjadi ketika Prancis dikalahkan Italia 1-2 di kualifikasi Olimpiade tahun 2000. Ketika itu Prancis ditangani Domenech, sementara Italia dibesut oleh Tardelli.
Pasca kekalahan tersebut Domenech menuduh Italia telah menyuap wasit. Atas ucapannya Domenech didenda 6.000 euro dan dikenai sanksi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan. Prancis sendiri tersingkir dari kualifikasi.
Keduanya akan kembali bertemu di babak playoff Piala Dunia 2010 yang digelar pada akhir pekan ini dan tengah pekan mendatang.
Domenech menjadi nahkoda di timnas Prancis, sementara Tardelli adalah asisten pelatih Irlandia.
Menjelang pertemuan dengan seteru lamanya itu, Tardelli mengaku dirinya kalem-kalem saja.
"Apa yang terjadi di antara kami merupakan hal yang normal-normal saja. Kadang ada pelatih yang berbicara terlalu banyak, pelatih lain menanggapi, dan sebagainya," kata Tardelli seperti dilansir dari Irish Examiner.
Tardelli menegaskan bahwa sudah tidak ada dendam lagi dengan Domenech. "Saya memang tak mengerti apa yang menjadi dasar tuduhannya ketika itu. Namun ia sudah dikenai sanksi. Bagi saya, semuanya kini sudah selesai," lanjut pria berusia 55 tahun itu.
"Saya tidak ada masalah dengan Domenech. Bagi saya dia pelatih yang bagus," tuntas asisten pelatih berkebangsaan Italia tersebut.
Irlandia akan menjamu Prancis pada 14 November di leg pertama. Sedangkan di leg kedua yang digelar 18 November, The Boys in Green gantian melawat ke markas Les Bleus.
Foto: Marco Tardelli (kanan) bersama pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi, kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa Italia vs Irlandia, 1 April 2009 (Reuters)
( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tuduhan suap itu terjadi ketika Prancis dikalahkan Italia 1-2 di kualifikasi Olimpiade tahun 2000. Ketika itu Prancis ditangani Domenech, sementara Italia dibesut oleh Tardelli.
Pasca kekalahan tersebut Domenech menuduh Italia telah menyuap wasit. Atas ucapannya Domenech didenda 6.000 euro dan dikenai sanksi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan. Prancis sendiri tersingkir dari kualifikasi.
Keduanya akan kembali bertemu di babak playoff Piala Dunia 2010 yang digelar pada akhir pekan ini dan tengah pekan mendatang.
Domenech menjadi nahkoda di timnas Prancis, sementara Tardelli adalah asisten pelatih Irlandia.
Menjelang pertemuan dengan seteru lamanya itu, Tardelli mengaku dirinya kalem-kalem saja.
"Apa yang terjadi di antara kami merupakan hal yang normal-normal saja. Kadang ada pelatih yang berbicara terlalu banyak, pelatih lain menanggapi, dan sebagainya," kata Tardelli seperti dilansir dari Irish Examiner.
Tardelli menegaskan bahwa sudah tidak ada dendam lagi dengan Domenech. "Saya memang tak mengerti apa yang menjadi dasar tuduhannya ketika itu. Namun ia sudah dikenai sanksi. Bagi saya, semuanya kini sudah selesai," lanjut pria berusia 55 tahun itu.
"Saya tidak ada masalah dengan Domenech. Bagi saya dia pelatih yang bagus," tuntas asisten pelatih berkebangsaan Italia tersebut.
Irlandia akan menjamu Prancis pada 14 November di leg pertama. Sedangkan di leg kedua yang digelar 18 November, The Boys in Green gantian melawat ke markas Les Bleus.
Foto: Marco Tardelli (kanan) bersama pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi, kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa Italia vs Irlandia, 1 April 2009 (Reuters)
( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 21:49 WIB
Undian Prancis Terbuka diumumkan
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
665 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

