Pacquiao dalam Kondisi Terbaik
Jumat, 13/11/2009 13:48 WIB
(REUTERS/Las Vegas Sun/Steve Marcus)
Las Vegas - Dalam upayanya mencatat rekor merengkuh tujuh gelar juara dunia di tujuh kelas berbeda, petinju Filipina Manny Pacquiao diklaim telah dalam kondisi terbaiknya untuk menghadapi Miguel Angel Cotto.
Kedua petinju top ini akan menjadi pusat perhatian penggemar tinju di seluruh dunia pada hari Minggu (14/11/2009) pagi WIB, ketika mereka bertemu di atas ring di Las Vegas, untuk memperebutkan sabuk WBO di kelas welter, yang saat ini melingkar di pinggang Cotto.
Bagi Pacquiao, yang dipandang sebagai petarung pound-for-pound terbaik saat ini, kemenangan akan menjadikan dia sebagai petinju pertama dalam sejarah yang pernah menyandang titel juara dunia di tujuh kelas berbeda.
"Kondisi dia di minggu ini adalah yang terbaik dari yang pernah saya lihat dalam hidupku," ungkap pelatih Freddie Roach tentang Pacquiao, anak didiknya itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/11/2009).
"Selasa kemarin kami berlatih, dan setiap kali saya akan memberitahu dia sesuatu, dia sudah bergerak sebelum saya bilang apa-apa."
Roach percaya bahwa kecepatan tangan dan kaki Pacquiao akan menjadi faktor signifikan untuk meladeni Cotto. "Kami akan mendikte kecepatan dalam pertarungan ini. Saya menghormati Miguel, tapi kali ini dia akan terjungkal."
Sementara itu pelatih Cotto, Jose Santiago, tak kalah optimistis dari Roach. Ia merasa yakin petinju Puerto Riko itu akan mengontrol tempo pertandingan yang direncanakan berlangsung 12 ronde itu.
"Anda harus memutuskan apa yang mesti dilakukan dari awal. Kami akan mendikte kecepatan," tukas Santiago. "Dia telah memperlihatkan kepada dia bahwa dia terbiasa bermain cepat, melawan (Zab) Judah dan (Shane) Mosley, dan dia melakukannya dengan sangat baik."
Di kalangan petaruh, Pacquiao, 49-3-2 (37 KO), relatif lebih dijagokan dibanding Cotto, 34-1 (27 KO).
"Saya tidak mengerti kenapa Pacquiao menjadi favorit," sergah Santiago. "Lihatlah siapa-siapa saja yang pernah kami lawan, siapa-siapa yang pernah dia hadapi. Beberapa petinju yang dikalahkan dia sudah melewati masa jayanya."
Pacquiao menjadi bintang besar berkat kehebatannya mengalahkan nama-nama besar seperti Erik Morales, Marco Antonio Barrera, Juan Manuel Marquez, Oscar de la Hoya, dan Ricky Hatton.
"Ini akan menjadi ujian terberatku sebagai petinju profesional," tutur Pacquiao. "Aku tahu dia itu luar biasa, petinju yang cerdas dan juara dunia yang besar."
( a2s / mrp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kedua petinju top ini akan menjadi pusat perhatian penggemar tinju di seluruh dunia pada hari Minggu (14/11/2009) pagi WIB, ketika mereka bertemu di atas ring di Las Vegas, untuk memperebutkan sabuk WBO di kelas welter, yang saat ini melingkar di pinggang Cotto.
Bagi Pacquiao, yang dipandang sebagai petarung pound-for-pound terbaik saat ini, kemenangan akan menjadikan dia sebagai petinju pertama dalam sejarah yang pernah menyandang titel juara dunia di tujuh kelas berbeda.
"Kondisi dia di minggu ini adalah yang terbaik dari yang pernah saya lihat dalam hidupku," ungkap pelatih Freddie Roach tentang Pacquiao, anak didiknya itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/11/2009).
"Selasa kemarin kami berlatih, dan setiap kali saya akan memberitahu dia sesuatu, dia sudah bergerak sebelum saya bilang apa-apa."
Roach percaya bahwa kecepatan tangan dan kaki Pacquiao akan menjadi faktor signifikan untuk meladeni Cotto. "Kami akan mendikte kecepatan dalam pertarungan ini. Saya menghormati Miguel, tapi kali ini dia akan terjungkal."
Sementara itu pelatih Cotto, Jose Santiago, tak kalah optimistis dari Roach. Ia merasa yakin petinju Puerto Riko itu akan mengontrol tempo pertandingan yang direncanakan berlangsung 12 ronde itu.
"Anda harus memutuskan apa yang mesti dilakukan dari awal. Kami akan mendikte kecepatan," tukas Santiago. "Dia telah memperlihatkan kepada dia bahwa dia terbiasa bermain cepat, melawan (Zab) Judah dan (Shane) Mosley, dan dia melakukannya dengan sangat baik."
Di kalangan petaruh, Pacquiao, 49-3-2 (37 KO), relatif lebih dijagokan dibanding Cotto, 34-1 (27 KO).
"Saya tidak mengerti kenapa Pacquiao menjadi favorit," sergah Santiago. "Lihatlah siapa-siapa saja yang pernah kami lawan, siapa-siapa yang pernah dia hadapi. Beberapa petinju yang dikalahkan dia sudah melewati masa jayanya."
Pacquiao menjadi bintang besar berkat kehebatannya mengalahkan nama-nama besar seperti Erik Morales, Marco Antonio Barrera, Juan Manuel Marquez, Oscar de la Hoya, dan Ricky Hatton.
"Ini akan menjadi ujian terberatku sebagai petinju profesional," tutur Pacquiao. "Aku tahu dia itu luar biasa, petinju yang cerdas dan juara dunia yang besar."
( a2s / mrp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
522 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)




.gif)

