Jelang Playoff Piala Dunia
Ukraina 'Alergi' Playoff
Jumat, 13/11/2009 15:55 WIB

Reuters
Athena - Ukraina punya harapan besar untuk lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun lewat babak playoff melawan Yunani. Namun, 'Tim Kuning Biru' harus waspada pada rekor buruk mereka di fase tersebut.
Yunani akan jadi tuan rumah pertama kali di Athena, Sabtu (14/11/2009) untuk menjamu Ukraina. Untuk selanjutnya empat hari berselang, giliran Ukraina yang akan menerima kedatangan lawannya tersebut di kota Donetsk.
Ukraina punya kesempatan 180 menit yang terhampar di depan mereka untuk memastikan tempat di Afsel 2010. Bila ujian tersebut berhasil dilewati, maka itu berarti kesuksesan kedua mereka mengikuti pesta sepakbola terakbar di dunia itu, setelah pertama kalinya pada Jerman 2006 silam.
Kelolosan mereka empat tahun silam diraih setelah menjadi juara Grup 2 Zona Eropa dengan mengangkangi tim kuat macam Denmark, Turki dan Yunani yang saat itu berstatus sebagai jawara Eropa 2004. Prestasi negara pecahan Rusia itu di penampilan perdananya itu pun tak mengecewakan di mana babak perempatfinal berhasil dijejaki sebelum dihentikan Italia dengan skor 3-0.
Maka kali ini setelah jadi runner-up Grup 6 di bawah Inggris dengan 21 poin, Andriy Shevchenko dkk berhak mengikuti babak playoff. Sebuah fase yang terasa 'menakutkan' bagi mereka karena rekor buruk yang dipunyai.
Tiga kali playoff yang Ukraina ikuti, yaitu PD 1998 dan PD 2002 serta Piala Eropa 2000, tak ada satu pun yang berakhir manis bagi Ukraina. Di playoff PD 1998, mereka kalah agregat 1-3 dari Kroasia setelah takluk 0-2 di tandang dan bermain 1-1 di kandang.
Masuk ke playoff Piala Eropa 2000, giliran Slovenia yang menjegal langkah mereka lewat hasil menang 3-2 di kandangnya dan 1-1 di markas Ukraina. Kegagalan di fase playoff dirasakan saat menuju Jepang-Korsel 2002, Jerman menundukkan mereka dengan total agregat 5-2 (1-1 dan 4-1).
Meski punya catatan buruk semasa di tingkat tersebut, Shevchenko tetap pede kalau timnya yang bakal melaju. Bermain di kandang pada leg 2 menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka serta pengalaman menyingkirkan Tim 'Negeri Seribu Dewa' itu empat tahun lalu di babak kualifikasi menjadi dasar keyakinan kapten Ukraina itu.
"Aku percaya kami mempunyai sedikit keuntungan memulai laga kami dengan Yunani di kandang mereka. Kami harus bermain dengan penuh disiplin di sana meskipun tuan rumah unggul. Yunani diisi pemain-pemain hebat. Mereka sangat disiplin dan berbahaya saat serangan balik," tukas Sheva di AFP.
"Tapi kami punya pengalaman baik saat melawan Yunani. Kami menyingkirkan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2006. Kami menjadi juara grup dan mendapat tiket ke Jerman," pungkas striker Dynamo Kiev itu. ( mrp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Yunani akan jadi tuan rumah pertama kali di Athena, Sabtu (14/11/2009) untuk menjamu Ukraina. Untuk selanjutnya empat hari berselang, giliran Ukraina yang akan menerima kedatangan lawannya tersebut di kota Donetsk.
Ukraina punya kesempatan 180 menit yang terhampar di depan mereka untuk memastikan tempat di Afsel 2010. Bila ujian tersebut berhasil dilewati, maka itu berarti kesuksesan kedua mereka mengikuti pesta sepakbola terakbar di dunia itu, setelah pertama kalinya pada Jerman 2006 silam.
Kelolosan mereka empat tahun silam diraih setelah menjadi juara Grup 2 Zona Eropa dengan mengangkangi tim kuat macam Denmark, Turki dan Yunani yang saat itu berstatus sebagai jawara Eropa 2004. Prestasi negara pecahan Rusia itu di penampilan perdananya itu pun tak mengecewakan di mana babak perempatfinal berhasil dijejaki sebelum dihentikan Italia dengan skor 3-0.
Maka kali ini setelah jadi runner-up Grup 6 di bawah Inggris dengan 21 poin, Andriy Shevchenko dkk berhak mengikuti babak playoff. Sebuah fase yang terasa 'menakutkan' bagi mereka karena rekor buruk yang dipunyai.
Tiga kali playoff yang Ukraina ikuti, yaitu PD 1998 dan PD 2002 serta Piala Eropa 2000, tak ada satu pun yang berakhir manis bagi Ukraina. Di playoff PD 1998, mereka kalah agregat 1-3 dari Kroasia setelah takluk 0-2 di tandang dan bermain 1-1 di kandang.
Masuk ke playoff Piala Eropa 2000, giliran Slovenia yang menjegal langkah mereka lewat hasil menang 3-2 di kandangnya dan 1-1 di markas Ukraina. Kegagalan di fase playoff dirasakan saat menuju Jepang-Korsel 2002, Jerman menundukkan mereka dengan total agregat 5-2 (1-1 dan 4-1).
Meski punya catatan buruk semasa di tingkat tersebut, Shevchenko tetap pede kalau timnya yang bakal melaju. Bermain di kandang pada leg 2 menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka serta pengalaman menyingkirkan Tim 'Negeri Seribu Dewa' itu empat tahun lalu di babak kualifikasi menjadi dasar keyakinan kapten Ukraina itu.
"Aku percaya kami mempunyai sedikit keuntungan memulai laga kami dengan Yunani di kandang mereka. Kami harus bermain dengan penuh disiplin di sana meskipun tuan rumah unggul. Yunani diisi pemain-pemain hebat. Mereka sangat disiplin dan berbahaya saat serangan balik," tukas Sheva di AFP.
"Tapi kami punya pengalaman baik saat melawan Yunani. Kami menyingkirkan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2006. Kami menjadi juara grup dan mendapat tiket ke Jerman," pungkas striker Dynamo Kiev itu. ( mrp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 21:49 WIB
Undian Prancis Terbuka diumumkan
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
665 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

