Button Berat Tinggalkan Brawn
Kamis, 19/11/2009 01:24 WIB

AFP
Woking - Bergabung dengan tim sebesar McLaren memerlukan pertimbangan besar untuk Jenson Button. Dia mengaku berat meninggalkan Brawn GP, yang sejatinya sudah diperkuatnya selama tujuh tahun.
Button telah resmi diumumkan sebagai driver McLaren di musim depan. Sang juara dunia baru akan diikat dalam durasi yang panjang di Silver Arrows (multi year deal).
Kepastian tersebut juga mengakhiri masa bakti Button di Brawn yang sudah diperkuatnya sejak lama saat tim ini masih bernama BAR. Ya, tujuh dari total sembilan tahun karirnya di 'jet darat' dihabiskan di tim tersebut.
Selepas dari Renault, Button yang menjejak tahun ketiganya di F1 bergabung dengan BAR di tahun 2003. Di tim ini pembalap asal Inggris tersebut menemukan kecocokan.
Bagaimana tidak, dua kali tim tersebut berganti kepemilikan, berubah nama menjadi Honda di tahun 2006 dan kemudian menjadi Brawn dua tahun setelahnya, Button tetap digunakan sebagai driver.
Atas banyaknya cerita manis dan pahit yang di alami pria kelahiran 19 Januari 1980 itu, Button mengaku berat untuk meninggalkan Brwan yang kini sudah berubah nama menjadi Mercedes GP. Apalagi di musim 2009 ini tim yang dipimpin oleh Ross Brawn itu berhasil membawanya menjadi juara dunia.
"Selalu sulit untuk meninggalkan tim ketika Anda telah berada di sana untuk waktu yang cukup lama," tuturnya di situs resmi McLaren.
"Saya ingin mengatakan bahwa musim 2009 akan selalu berada di tempat yang istimewa di kepada saya, karena saya yakin setiap orang di Brawn GP telah bekerja keras untuk titel itu."
"Jadi saya berharap teman-teman saya di Brwan GP dapat meraih cerita yang bagsu bersama Mercedes, sebagaimana saya mengharapkan mereka untuk mendoakan saya di McLaren," tuntasnya. ( din / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Button telah resmi diumumkan sebagai driver McLaren di musim depan. Sang juara dunia baru akan diikat dalam durasi yang panjang di Silver Arrows (multi year deal).
Kepastian tersebut juga mengakhiri masa bakti Button di Brawn yang sudah diperkuatnya sejak lama saat tim ini masih bernama BAR. Ya, tujuh dari total sembilan tahun karirnya di 'jet darat' dihabiskan di tim tersebut.
Selepas dari Renault, Button yang menjejak tahun ketiganya di F1 bergabung dengan BAR di tahun 2003. Di tim ini pembalap asal Inggris tersebut menemukan kecocokan.
Bagaimana tidak, dua kali tim tersebut berganti kepemilikan, berubah nama menjadi Honda di tahun 2006 dan kemudian menjadi Brawn dua tahun setelahnya, Button tetap digunakan sebagai driver.
Atas banyaknya cerita manis dan pahit yang di alami pria kelahiran 19 Januari 1980 itu, Button mengaku berat untuk meninggalkan Brwan yang kini sudah berubah nama menjadi Mercedes GP. Apalagi di musim 2009 ini tim yang dipimpin oleh Ross Brawn itu berhasil membawanya menjadi juara dunia.
"Selalu sulit untuk meninggalkan tim ketika Anda telah berada di sana untuk waktu yang cukup lama," tuturnya di situs resmi McLaren.
"Saya ingin mengatakan bahwa musim 2009 akan selalu berada di tempat yang istimewa di kepada saya, karena saya yakin setiap orang di Brawn GP telah bekerja keras untuk titel itu."
"Jadi saya berharap teman-teman saya di Brwan GP dapat meraih cerita yang bagsu bersama Mercedes, sebagaimana saya mengharapkan mereka untuk mendoakan saya di McLaren," tuntasnya. ( din / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
522 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

