Slovenia Seperti Film Hollywood
Kamis, 19/11/2009 07:04 WIB

AFP
Maribor - Lolos ke Piala Dunia bukan hal baru buat Slovenia. Tapi karena sukses melangkah ke Afrika Selatan 2010 dengan menyingkirkan Rusia, Slovenia seperti menjalani skenario film Hollywood, yang happy ending tentunya.
Slovenia memastikan lolos ke Piala Dunia-nya yang kedua (setelah Korea-Jepang 2002) usai mengungguli Rusia dengan skor 1-0 dalam laga leg II, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB. Dengan agregat 2-2, Robert Koren dkk berhak terbang ke Afsel karena unggul agresivitas tandang setelah pada laga pertama lalu di Rusia kalah 1-2.
Keberhasilan menyingkirkan tim sekelas Rusia jelas jadi prestasi hebat buat Slovenia. Sukses lolos ke Piala Dunia pun diibaratkan seperti kisah-kisah film Hollywood yang berakhir bahagia.
"Harapan kami, tujuan kami, mimpi kami menjadi nyata. Saya mengucapkan selamat dan memberi hormat buat semua pemain. Ini sebuah akhir yang bahagia yang mirip dengan skenario film Hollywood," ungkap pelatih Matjaz Kek di Reuters.
Satu hal yang membuat Matjaz sangat antusia dengan keunggulan atas 'Beruang Merah' adalah fakta bahwa kekuatan individu timnya kalah jauh. Meski tak punya nama besar, kerja kolektif pemain Slovenia terbukti sukses menghalau gempuran Rusia yang punya banyak pemain top Eropa.
"Kami layak atas kemenangan ini. Pemain layak mendapat rasa hormat, mereka tampil habis-habisan untuk Slovenia. Filosofi saya, yang bisa diterima pemain, adalah bahwa saya tak tertarik dengan pemain individual di tim ini dan bahkan pemain individu di tim lawan."
"Kami sudah menunjukkan kalau kami bisa mengalahkan pemain terbaik di dunia dengan pengorganisasian pertahanan. Buat kami yang terpenting adalah tim dan bagaimana kami memetik kemenangan atas Rusia," pungkas Matjaz.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Slovenia memastikan lolos ke Piala Dunia-nya yang kedua (setelah Korea-Jepang 2002) usai mengungguli Rusia dengan skor 1-0 dalam laga leg II, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB. Dengan agregat 2-2, Robert Koren dkk berhak terbang ke Afsel karena unggul agresivitas tandang setelah pada laga pertama lalu di Rusia kalah 1-2.
Keberhasilan menyingkirkan tim sekelas Rusia jelas jadi prestasi hebat buat Slovenia. Sukses lolos ke Piala Dunia pun diibaratkan seperti kisah-kisah film Hollywood yang berakhir bahagia.
"Harapan kami, tujuan kami, mimpi kami menjadi nyata. Saya mengucapkan selamat dan memberi hormat buat semua pemain. Ini sebuah akhir yang bahagia yang mirip dengan skenario film Hollywood," ungkap pelatih Matjaz Kek di Reuters.
Satu hal yang membuat Matjaz sangat antusia dengan keunggulan atas 'Beruang Merah' adalah fakta bahwa kekuatan individu timnya kalah jauh. Meski tak punya nama besar, kerja kolektif pemain Slovenia terbukti sukses menghalau gempuran Rusia yang punya banyak pemain top Eropa.
"Kami layak atas kemenangan ini. Pemain layak mendapat rasa hormat, mereka tampil habis-habisan untuk Slovenia. Filosofi saya, yang bisa diterima pemain, adalah bahwa saya tak tertarik dengan pemain individual di tim ini dan bahkan pemain individu di tim lawan."
"Kami sudah menunjukkan kalau kami bisa mengalahkan pemain terbaik di dunia dengan pengorganisasian pertahanan. Buat kami yang terpenting adalah tim dan bagaimana kami memetik kemenangan atas Rusia," pungkas Matjaz.
( din / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 21:49 WIB
Undian Prancis Terbuka diumumkan
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
672 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

