'Itu Salah Kalian Sendiri, Irlandia'
Sabtu, 21/11/2009 00:11 WIB

Roy Keane (AFP)
Dublin - Eks pemain nasional Irlandia Roy Keane berpandangan berbeda tentang kegagalan Irlandia lolos ke Piala Dunia. Alih-alih menuding handball sebagai biang kegagalan, Keane memilih menyalahkan Irlandia.
Langkah The Boys in Green, julukan Irlandia, ke Afrika Selatan kandas usai dikandaskan Prancis dengan agregat 1-2 dalam laga playoff. Di leg pertama di Dublin, Irlandia takluk 0-1. Sedang leg kedua di Paris tim asuhan Giovanni Trapattoni ditahan imbang 1-1.
Terjadi kontroversi di laga kedua, di mana gol Prancis yang dicetak oleh William Gallas didahului oleh handball Thierry Henry. Tak pelak aksi Henry pun menimbulkan perdebatan.
Irlandia menunjuk handball sebagai sumber utama kegagalan mereka. Tindakan ini justru membuat Keane kecewa. "Irlandia memang bisa mengeluhkan apa pun yang mereka mau. Tapi faktanya Prancis-lah yang melaju ke Piala Dunia," demikian ujar mantan pemain Manchester United itu dilansir dari BBC.
"Bila saat pertandingan itu saya ada di ruang ganti, maka saya tidak akan bicara soal handball. Saya lebih memilih menyoroti kinerja para pemain bertahan yang seharusnya bisa mengantisipasi bola yang datang ke kotak penalti," lanjut Keane.
Pemilik 65 caps untuk Irlandia itu mengecam para pemain negaranya sendiri. "Saya lebih terganggu dengan antisipasi yang dilakukan kiper dan bek kami dibanding aksi Thierry Henry. Sebab, bagaimana bisa mereka membiarkan ada bola bergulir di kotak penalti? Bagaimana bisa mereka membiarkan Thierry Henry ada di kotak penalti? Ketika bola menuju kotak enam yard, lalu ke apa yang dilakukan kiper kami?" seru Keane.
Kecaman manajer klub Inggris Ipswich itu masih belum berhenti. "Irlandia punya kesempatan dalam dua laga dan mereka tak menggunakanya. Namun inilah yang biasa dilakukan asosiasi sepakbola Irlandia (FAI). Mereka selalu bereaksi: 'Kami dirampok, kami dicurangi'. Ucapan itu semua tak berguna," lanjut Keane.
Bahkan penghuni timnas Irlandia tahun 1991-2005 itu sedikit "membongkar borok" negerinya di waktu lalu. Kejadiannya di babak grup kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Georgia.
Dalam laga yang digelar Februari silam, The Boys in Green sempat ketinggalan 0-1 sejak menit pertama. Irlandia baru mencetak gol penyama di menit ke-73 lewat penalti Robbie Keane. Lima menit berselang pemain yang kini membela Tottenham Hotspur itu memastikan kemenangan 2-1.
"Ada satu laga melawan Georgia di mana Irlandia dapat penalti. Menurut saya itu merupakan keputusan wasit yang terburuk yang pernah saya lihat, dan itu mengubah hasil akhir. Saya tak ingat apa yang dikatakan FAI ketika itu. Mungkin kita harus memberi mereka tayangan ulangnya," tuntas Keane. ( nar / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Langkah The Boys in Green, julukan Irlandia, ke Afrika Selatan kandas usai dikandaskan Prancis dengan agregat 1-2 dalam laga playoff. Di leg pertama di Dublin, Irlandia takluk 0-1. Sedang leg kedua di Paris tim asuhan Giovanni Trapattoni ditahan imbang 1-1.
Terjadi kontroversi di laga kedua, di mana gol Prancis yang dicetak oleh William Gallas didahului oleh handball Thierry Henry. Tak pelak aksi Henry pun menimbulkan perdebatan.
Irlandia menunjuk handball sebagai sumber utama kegagalan mereka. Tindakan ini justru membuat Keane kecewa. "Irlandia memang bisa mengeluhkan apa pun yang mereka mau. Tapi faktanya Prancis-lah yang melaju ke Piala Dunia," demikian ujar mantan pemain Manchester United itu dilansir dari BBC.
"Bila saat pertandingan itu saya ada di ruang ganti, maka saya tidak akan bicara soal handball. Saya lebih memilih menyoroti kinerja para pemain bertahan yang seharusnya bisa mengantisipasi bola yang datang ke kotak penalti," lanjut Keane.
Pemilik 65 caps untuk Irlandia itu mengecam para pemain negaranya sendiri. "Saya lebih terganggu dengan antisipasi yang dilakukan kiper dan bek kami dibanding aksi Thierry Henry. Sebab, bagaimana bisa mereka membiarkan ada bola bergulir di kotak penalti? Bagaimana bisa mereka membiarkan Thierry Henry ada di kotak penalti? Ketika bola menuju kotak enam yard, lalu ke apa yang dilakukan kiper kami?" seru Keane.
Kecaman manajer klub Inggris Ipswich itu masih belum berhenti. "Irlandia punya kesempatan dalam dua laga dan mereka tak menggunakanya. Namun inilah yang biasa dilakukan asosiasi sepakbola Irlandia (FAI). Mereka selalu bereaksi: 'Kami dirampok, kami dicurangi'. Ucapan itu semua tak berguna," lanjut Keane.
Bahkan penghuni timnas Irlandia tahun 1991-2005 itu sedikit "membongkar borok" negerinya di waktu lalu. Kejadiannya di babak grup kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Georgia.
Dalam laga yang digelar Februari silam, The Boys in Green sempat ketinggalan 0-1 sejak menit pertama. Irlandia baru mencetak gol penyama di menit ke-73 lewat penalti Robbie Keane. Lima menit berselang pemain yang kini membela Tottenham Hotspur itu memastikan kemenangan 2-1.
"Ada satu laga melawan Georgia di mana Irlandia dapat penalti. Menurut saya itu merupakan keputusan wasit yang terburuk yang pernah saya lihat, dan itu mengubah hasil akhir. Saya tak ingat apa yang dikatakan FAI ketika itu. Mungkin kita harus memberi mereka tayangan ulangnya," tuntas Keane. ( nar / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 06:14 WIB
Di Vaio Lanjutkan Karier di MLS
-
Kamis, 24/05/2012 00:37 WIB
Shenhua Pede Bisa Gaet Drogba
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 21:46 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Feature Race GP2 Monako
Sempat Terkena Penalti, Rio Haryanto Finis di Urutan 14
- Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Jumat, 25/05/2012 19:34 WIB
Jika Ada Tawaran Menarik, Guardiola Mau Saja Melatih Lagi
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 19:48 WIB
FIFA ingin mengganti adu penalti
- Jumat, 25/05/2012 21:49 WIB
Undian Prancis Terbuka diumumkan
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
672 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

