Playoff Piala Dunia
'Boleh Ulang, Tapi di Playstation'
Minggu, 22/11/2009 07:23 WIB

Prancis vs Irlandia (AFP)
Manchester - Patrice Evra setuju saja kalau laga Prancis kontra Republik Irlandia diulang kembali. Namun bukan di dunia nyata melainkan di area maya menggunakan media Playstation.
Duel kedua tim di leg 2 Playoff Piala Dunia pertengahan pekan ini memang jadi polemik berkepanjangan akibat handball Thierry Henry yang membuat William Gallas dapat mencetak gol. Alhasil mimpi Irlandia untuk memesan tiket ke Afrika Selatan tahun depan jadi buyar.
Kontan Irlandia yang merasa dicurangi oleh wasit geram. Berbagai macam komentar miring kepada Prancis dan Henry terus berdatangan, meski ada beberapa yang membela. Bahkan Asosiasi Sepakbola di sana pun meminta laga tersebut diulang walaupun akhirnya FIFA menolaknya.
Menurut Evra apa yang menimpa Irlandia itu adalah hal lumrah yang biasa terjadi dalam sebuah sepakbola. Ia lebih menyoroti kelalaian Martin Hansson yang memimpin laga sehingga kontroversi itu bisa timbul. Dan ia pun meminta agar publik tidak lagi menghakimi Henry atas kesalahannya karena si pemain pun sudah mengakuinya dan malah meminta rematch.
"Dalam sepakbola ketidakdilan itu bisa muncul setiap saat. Titi (Henry) tidak pantas mendapatkan itu (caci maki). Jangan usik dia lagi. Siapa yang salah? Jelas wasit," cetus bek Manchester United itu kepada Sportinglife.
Lebih lanjut Evra menilai kalau ajakan The Boys in Green kepada Les Blues untuk meminta laga ulangan itu hanyalah sia-sia belaka. Dan ia pun malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyindir lawannya tersebut. Apa itu?
"Lalu aku berpikir kalau beberapa politisi yang ingin laga itu diulang.. Sepertinya mereka tidak tahu kalau bola itu bundar dan mereka akan menjadi yang pertama datang ke Afrika Selatan dan minum Sampanye."
"Laga ulang? Aku akan melakukannya jika anda mau itu dilakukan di Playstation," demikian pemain 28 tahun itu menutupnya. ( mrp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Duel kedua tim di leg 2 Playoff Piala Dunia pertengahan pekan ini memang jadi polemik berkepanjangan akibat handball Thierry Henry yang membuat William Gallas dapat mencetak gol. Alhasil mimpi Irlandia untuk memesan tiket ke Afrika Selatan tahun depan jadi buyar.
Kontan Irlandia yang merasa dicurangi oleh wasit geram. Berbagai macam komentar miring kepada Prancis dan Henry terus berdatangan, meski ada beberapa yang membela. Bahkan Asosiasi Sepakbola di sana pun meminta laga tersebut diulang walaupun akhirnya FIFA menolaknya.
Menurut Evra apa yang menimpa Irlandia itu adalah hal lumrah yang biasa terjadi dalam sebuah sepakbola. Ia lebih menyoroti kelalaian Martin Hansson yang memimpin laga sehingga kontroversi itu bisa timbul. Dan ia pun meminta agar publik tidak lagi menghakimi Henry atas kesalahannya karena si pemain pun sudah mengakuinya dan malah meminta rematch.
"Dalam sepakbola ketidakdilan itu bisa muncul setiap saat. Titi (Henry) tidak pantas mendapatkan itu (caci maki). Jangan usik dia lagi. Siapa yang salah? Jelas wasit," cetus bek Manchester United itu kepada Sportinglife.
Lebih lanjut Evra menilai kalau ajakan The Boys in Green kepada Les Blues untuk meminta laga ulangan itu hanyalah sia-sia belaka. Dan ia pun malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyindir lawannya tersebut. Apa itu?
"Lalu aku berpikir kalau beberapa politisi yang ingin laga itu diulang.. Sepertinya mereka tidak tahu kalau bola itu bundar dan mereka akan menjadi yang pertama datang ke Afrika Selatan dan minum Sampanye."
"Laga ulang? Aku akan melakukannya jika anda mau itu dilakukan di Playstation," demikian pemain 28 tahun itu menutupnya. ( mrp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 17:41 WIB
FIFA Pilih Anggota Komite Eksekutif Wanita untuk Pertama Kali
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
Reuni Giggs-Beckham di Skuad Olimpiade Inggris Raya?
-
Selasa, 22/05/2012 06:25 WIB
Ancelotti Inginkan Tiga Pemain Baru untuk PSG
-
Senin, 21/05/2012 22:31 WIB
Mihajlovic Arsiteki Serbia
-
Senin, 21/05/2012 21:07 WIB
Anelka Keluhkan Shanghai Shenhua
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
522 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

