ATP World Tour Finals
Atmosfir yang Berbeda di O2 Arena
Senin, 23/11/2009 12:50 WIB

AFP
London - Stadion O2 Arena mendapatkan perhatian khusus dari petenis top yang tampil di ATP World Tour Finals. Atmosfir yang berbeda pun dirasakan oleh para petenis saat tampil di stadion tersebut.
Stadion O2 di salah satu sudut kota London, saat ini sedang menjadi pusat. Di sebuah sebuah stadion tenis dalam ruangan terbesar menjadi pertemuan petenis papan atas dunia yang tampil dalam turnamen untuk mengakhiri musim kompetisi tahun ini.
Stadion yang sebelumnya dikenal bernama Millennium Dome, biasanya dipakai untuk menggelar konser musik bintang bintang pop dunia. Michael Jackson juga sebelumnya telah merencanakan melakukan konser come backnya di stadion tersebut sebelum King of Pop tersebut meninggal dunia.
Namun, kini stadion tersebut telah diubah sebagai tempat para petenis dunia berlaga. Minat penonton juga luar biasa. Pihak penyelengara lewat Direktur turnamen Chris Kermode mengatakan bahwa 255 ribu kursi sudah terjual.
Pihak penyelenggara mengakui bvahwa mereka sedang membidik penonton anak muda. Para petenis juga merasakan atmosfir yang berbeda dimana sorotan lampu dan juga lagu rock menemani mereka saat memasuki stadion untuk bertanding.
Saat pertandingan cahaya lampu yang terang hanya menyoroti lapangan, dan penonton seperti tidak terlihat. Roger Federer pun mengakui bahwa dia merasa sesuatu yang berbeda karena dapat lebih berkonsentrasi pada pertandingan.
"Saya tetap merasakan penonton sangat hebat. Pencahayaan sangat unik. Kami tidak bisa melihat penonton dan sangat fokus pada kami. Ini tidak seperti biasa, tetapi tetap spesial," ungkap Federer seperti dilansir Reuters.
Hal yang berbeda juga dirasakan oleh Andy Murray. "Ini sangat berbeda, tentu saja di indoor, dengan layar besar di lapangan dan juga musik yang dimainkan. Tentu saja atmosfir yang berbeda daripada di Wimbledon," ungkap petenis Skotlandia ini.
"Anda tidak bisa melihat penonton ketika Anda melihat ke mereka sangat gelap. Namun Anda bisa mendengar mereka. Tidak banyak interaksi dengan penonton namun atmosfir sangat sempurna," puji Murray.
Bukan hanya di dalam stadion, para petenis juga akan naik perahu dari hotel menuju Arena guna mengatasi masalah kemacetan di jalan. Sedangkan waktu tempuh dari hotel ke arena dengan menggunakan perahu tersebut memakan waktu 30 menit.
Namun, bagi Murray perjalanan itu terasa lama. "Saya memilih memakai mobil. Dengan perahu terasa lambat. Kami akan pergi pakai mobil dalam beberapa hari ke depan ini," kata petenis yang baru mengalahkan Juan Martin del Potro dengan 6-3, 3-6, 6-2. ( key / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Stadion O2 di salah satu sudut kota London, saat ini sedang menjadi pusat. Di sebuah sebuah stadion tenis dalam ruangan terbesar menjadi pertemuan petenis papan atas dunia yang tampil dalam turnamen untuk mengakhiri musim kompetisi tahun ini.
Stadion yang sebelumnya dikenal bernama Millennium Dome, biasanya dipakai untuk menggelar konser musik bintang bintang pop dunia. Michael Jackson juga sebelumnya telah merencanakan melakukan konser come backnya di stadion tersebut sebelum King of Pop tersebut meninggal dunia.
Namun, kini stadion tersebut telah diubah sebagai tempat para petenis dunia berlaga. Minat penonton juga luar biasa. Pihak penyelengara lewat Direktur turnamen Chris Kermode mengatakan bahwa 255 ribu kursi sudah terjual.
Pihak penyelenggara mengakui bvahwa mereka sedang membidik penonton anak muda. Para petenis juga merasakan atmosfir yang berbeda dimana sorotan lampu dan juga lagu rock menemani mereka saat memasuki stadion untuk bertanding.
Saat pertandingan cahaya lampu yang terang hanya menyoroti lapangan, dan penonton seperti tidak terlihat. Roger Federer pun mengakui bahwa dia merasa sesuatu yang berbeda karena dapat lebih berkonsentrasi pada pertandingan.
"Saya tetap merasakan penonton sangat hebat. Pencahayaan sangat unik. Kami tidak bisa melihat penonton dan sangat fokus pada kami. Ini tidak seperti biasa, tetapi tetap spesial," ungkap Federer seperti dilansir Reuters.
Hal yang berbeda juga dirasakan oleh Andy Murray. "Ini sangat berbeda, tentu saja di indoor, dengan layar besar di lapangan dan juga musik yang dimainkan. Tentu saja atmosfir yang berbeda daripada di Wimbledon," ungkap petenis Skotlandia ini.
"Anda tidak bisa melihat penonton ketika Anda melihat ke mereka sangat gelap. Namun Anda bisa mendengar mereka. Tidak banyak interaksi dengan penonton namun atmosfir sangat sempurna," puji Murray.
Bukan hanya di dalam stadion, para petenis juga akan naik perahu dari hotel menuju Arena guna mengatasi masalah kemacetan di jalan. Sedangkan waktu tempuh dari hotel ke arena dengan menggunakan perahu tersebut memakan waktu 30 menit.
Namun, bagi Murray perjalanan itu terasa lama. "Saya memilih memakai mobil. Dengan perahu terasa lambat. Kami akan pergi pakai mobil dalam beberapa hari ke depan ini," kata petenis yang baru mengalahkan Juan Martin del Potro dengan 6-3, 3-6, 6-2. ( key / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
-
Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
522 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

