Federer Sudah Lima Kali
Rabu, 25/11/2009 11:00 WIB

Roger Federer (REUTERS)
London - Roger Federer dipastikan menutup musim 2009 sebagai pemain nomor satu dunia, membayar kegagalannya di tahun sebelumnya. Bintang tenis Swiss itu pun lebih dekat dengan rekor milik Pete Sampras.
Mengalahkan Andy Murray di laga keduanya di ATP World Tour Finals Grup A di O2 Arena, London, Rabu (25/11/2009) pagi WIB, Federer mengunci tahta peringkat ATP karena perolehan poinnya takkan terkejar pemain nomor dua saat ini, Rafael Nadal.
Ini adalah kali kelima pria 27 tahun itu menjadi petenis terhebat di penghujung musim. Ia menyamai rekor Jimmy Connors di era 70-an, dan hanya satu kali lebih sedikit dibanding Sampras, yang enam kali mencapainya secara berturut-turut, dari 1993 sampai 1998.
Federer juga menjadi pemain kedua setelah Ivan Lendl, yang kembali menjadi pemain nomor satu dunia di akhir musim. Lendl bertahta di akhir tahun 1985, 1986 dan 1987, disalip Mats Wilander di tahun 1988, lalu meraihnya lagi di tahun 1989. Adapun Federer, rekor empat tahun berturut-turut menjadi pemain nomor satu sempat dihentikan Nadal di akhir tahun 2008.
"Setelah terjal di tahun 2008, kembali tahun ini dan bisa dominan lagi, serta bermain di level puncak ketika kedalaman tenis saat ini sangat hebat, saya pikir ini adalah pencapaian yang indah," tutur Federer, seperti dikutip Reuters.
"Ini beneran. Saya merasakannya sangat indah. Saya rasa, ini adalah perayaan sebagai nomor satu, lebih dari perayaan kemenangan atas Andy. Sungguh," sambung bapak dua anak kembar ini.
( a2s / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mengalahkan Andy Murray di laga keduanya di ATP World Tour Finals Grup A di O2 Arena, London, Rabu (25/11/2009) pagi WIB, Federer mengunci tahta peringkat ATP karena perolehan poinnya takkan terkejar pemain nomor dua saat ini, Rafael Nadal.
Ini adalah kali kelima pria 27 tahun itu menjadi petenis terhebat di penghujung musim. Ia menyamai rekor Jimmy Connors di era 70-an, dan hanya satu kali lebih sedikit dibanding Sampras, yang enam kali mencapainya secara berturut-turut, dari 1993 sampai 1998.
Federer juga menjadi pemain kedua setelah Ivan Lendl, yang kembali menjadi pemain nomor satu dunia di akhir musim. Lendl bertahta di akhir tahun 1985, 1986 dan 1987, disalip Mats Wilander di tahun 1988, lalu meraihnya lagi di tahun 1989. Adapun Federer, rekor empat tahun berturut-turut menjadi pemain nomor satu sempat dihentikan Nadal di akhir tahun 2008.
"Setelah terjal di tahun 2008, kembali tahun ini dan bisa dominan lagi, serta bermain di level puncak ketika kedalaman tenis saat ini sangat hebat, saya pikir ini adalah pencapaian yang indah," tutur Federer, seperti dikutip Reuters.
"Ini beneran. Saya merasakannya sangat indah. Saya rasa, ini adalah perayaan sebagai nomor satu, lebih dari perayaan kemenangan atas Andy. Sungguh," sambung bapak dua anak kembar ini.
( a2s / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 21:45 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 17:27 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
-
Jumat, 25/05/2012 08:24 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
673 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)








.gif)

