Olahraga Rutin Bisa Kurangi Nafsu Makan
Kamis, 26/11/2009 15:20 WIB

Jakarta - Siapa bilang olahraga membuat nafsu makan bertambah besar? Hasil yang dilakukan peneliti menemukan olahraga yang dilakukan rutin justru bisa mengurangi nafsu makan. Dengan olahraga rutin tubuh akan mengeluarkan sinyal kenyang yang bisa mengalahkan rasa lapar.
Orang yang melakukan olahraga secara rutin bisa mengurangi berat badannya karena mengalami peningkatan nafsu makan di pagi hari, tapi tidak di siang hari.
Sedangkan orang yang olahraganya jarang tidak berhasil mengurangi berat badan dan mereka tidak nafsu makan pagi, tapi mengalami peningkatan nafsu makan di siang hari.
Dalam studi yang dilakukan terhadap 58 orang dewasa obesitas dan kelebihan berat badan, peneliti menemukan bahwa banyak olahraga adalah satu cara efektif mengurangi berat badan.
Meski banyak yang bilang bahwa setelah berolahraga nafsu makan akan bertambah, tapi buktinya partisipan yang mengikuti studi itu justru tidak berselera makan lagi setelah melakukan olahraga.
Partisipan yang melakukan olahraga secara rutin dan sukses mengurangi berat badannya mengaku mengalami peningkatan nafsu makan di pagi hari, tapi tidak di siang hari.
"Alasan orang yang sukses menurunkan berat badan adalah berkurangnya nafsu makan, yang ternyata berasal dari seringnya berolahraga," ujar Dr. Neil King dari Queensland University of Technology di Brisbane, Australia seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/11/2009).
Tapi King mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan olahraga jika rasa laparnya sudah berlebihan dan tidak normal.
Studi sebelumnya yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, King dan rekannya meneliti 58 wanita dan pria yang berbobot lebih selama 12 minggu. Partisipan pun mengikuti olahraga khusus untuk membakar 500 kalori.
Setiap pagi, partisipan diberi sarapan sereal atau roti panggang dan diminta mengukur tingkat lapar mereka sebelum mengonsumsi sarapan, setelah dan di sisa hari setelah sarapan. Setelah 12 minggu, sebanyak 32 partisipan berhasil mengurangi berat badan sedangkan 26 lainnya tidak.
Ternyata mereka yang berhasil mengurangi berat badan adalah mereka yang nafsu makan paginya besar dan nafsu makan siangnya sedikit serta rajin berolahraga, sedangkan mereka yang tidak berhasil mengurangi berat badan justru tidak nafsu makan pagi, bernafsu di siang hari dan olahraganya jarang.
Tidak jelas juga mengapa ada pengurangan nafsu makan setelah berolahraga. Tapi peneliti menduga bahwa selama beraktivitas fisik, ada dua hal yang terjadi, yaitu peningkatan nafsu makan yang justru memicu sinyal kenyang pada tubuh. Sinyal kenyang itu kemudian mengalahkan rasa lapar.
"Pesan kuncinya adalah, olahraga sangat baik untuk tubuh. Tak perlu mengharapkan pengurangan berat badan yang tidak realistis dan jangan berhenti jika tidak berhasil mengurangai berat badan," ujar King.
( fah / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Orang yang melakukan olahraga secara rutin bisa mengurangi berat badannya karena mengalami peningkatan nafsu makan di pagi hari, tapi tidak di siang hari.
Sedangkan orang yang olahraganya jarang tidak berhasil mengurangi berat badan dan mereka tidak nafsu makan pagi, tapi mengalami peningkatan nafsu makan di siang hari.
Dalam studi yang dilakukan terhadap 58 orang dewasa obesitas dan kelebihan berat badan, peneliti menemukan bahwa banyak olahraga adalah satu cara efektif mengurangi berat badan.
Meski banyak yang bilang bahwa setelah berolahraga nafsu makan akan bertambah, tapi buktinya partisipan yang mengikuti studi itu justru tidak berselera makan lagi setelah melakukan olahraga.
Partisipan yang melakukan olahraga secara rutin dan sukses mengurangi berat badannya mengaku mengalami peningkatan nafsu makan di pagi hari, tapi tidak di siang hari.
"Alasan orang yang sukses menurunkan berat badan adalah berkurangnya nafsu makan, yang ternyata berasal dari seringnya berolahraga," ujar Dr. Neil King dari Queensland University of Technology di Brisbane, Australia seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/11/2009).
Tapi King mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan olahraga jika rasa laparnya sudah berlebihan dan tidak normal.
Studi sebelumnya yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, King dan rekannya meneliti 58 wanita dan pria yang berbobot lebih selama 12 minggu. Partisipan pun mengikuti olahraga khusus untuk membakar 500 kalori.
Setiap pagi, partisipan diberi sarapan sereal atau roti panggang dan diminta mengukur tingkat lapar mereka sebelum mengonsumsi sarapan, setelah dan di sisa hari setelah sarapan. Setelah 12 minggu, sebanyak 32 partisipan berhasil mengurangi berat badan sedangkan 26 lainnya tidak.
Ternyata mereka yang berhasil mengurangi berat badan adalah mereka yang nafsu makan paginya besar dan nafsu makan siangnya sedikit serta rajin berolahraga, sedangkan mereka yang tidak berhasil mengurangi berat badan justru tidak nafsu makan pagi, bernafsu di siang hari dan olahraganya jarang.
Tidak jelas juga mengapa ada pengurangan nafsu makan setelah berolahraga. Tapi peneliti menduga bahwa selama beraktivitas fisik, ada dua hal yang terjadi, yaitu peningkatan nafsu makan yang justru memicu sinyal kenyang pada tubuh. Sinyal kenyang itu kemudian mengalahkan rasa lapar.
"Pesan kuncinya adalah, olahraga sangat baik untuk tubuh. Tak perlu mengharapkan pengurangan berat badan yang tidak realistis dan jangan berhenti jika tidak berhasil mengurangai berat badan," ujar King.
( fah / arp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
673 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

