Sissoko Ingin Juventini Rasis Dihukum
Jumat, 27/11/2009 11:25 WIB

Mohamed Sissoko (ist)
Turin - Salah tetaplah salah, meskipun mereka relasi sendiri. Gelandang Juventus Mohamed Sissoko menyerahkan kelakuan rasis tifosi klubnya sendiri kepada otoritas berwenang supaya menindaknya.
Sikap Sissoko tersebut dinyatakan karena gelagat rasisme di kalangan Juventini masih cukup mencolok. Sanksi larangan bermain kandang tanpa penonton di musim lalu, sebagai hukuman penghinaan ras terhadap pemain Inter Milan Mario Balotelli, seperti tidak membekas.
Minggu lalu sekelompok publik Olimpico Turin kembali menyerang Balotelli walaupun saat itu Juve sedang bertanding melawan Udinese. "Meloncat-loncatlah, Balotelli akan mati", demikian bentuk serangan verbal tersebut, yang membuat manajemen Juve didenda.
Celakanya, pada pertandingan berikutnya di Liga Champions melawan Bordeaux, kelakuan serupa muncul lagi. Lagu-lagu bernuansa rasis dinyanyikan oleh mereka dalam laga di mana Bianconeri kalah 0-2.
"Sebagai pemain kami menegaskan posisi kami melawan rasisme di setiap kesempatan," demikian peryataan Sissoko kepada radio Italia, Kamis (26/11/2009).
"Juventus sebagai sebuah klub telah mengambil semua langkah-langkah yang diperlukan. Kini, institusi-institusi yang harus turun tangan," sambung pemain asal Mali itu.
Dari insiden yang terakhir di Bordeaux, UEFA bisa saja menyelidiki penghinaan itu. Hanya saja, karena terjadi sebelum kickoff, hal itu bisa ditepikan dalam laporan wasit yang memimpin pertandingan.
Juventus akan bertemu musuh besarnya Inter Milan pada 5 Desember. Pelatih La Beneamata Jose Mourinho sudah memprotes ulah fans Juve ketika menghina Balotelli di Turin minggu lalu, dan mengusulkan pertandingan dipindah dari Turin ke tempat netral. ( a2s / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sikap Sissoko tersebut dinyatakan karena gelagat rasisme di kalangan Juventini masih cukup mencolok. Sanksi larangan bermain kandang tanpa penonton di musim lalu, sebagai hukuman penghinaan ras terhadap pemain Inter Milan Mario Balotelli, seperti tidak membekas.
Minggu lalu sekelompok publik Olimpico Turin kembali menyerang Balotelli walaupun saat itu Juve sedang bertanding melawan Udinese. "Meloncat-loncatlah, Balotelli akan mati", demikian bentuk serangan verbal tersebut, yang membuat manajemen Juve didenda.
Celakanya, pada pertandingan berikutnya di Liga Champions melawan Bordeaux, kelakuan serupa muncul lagi. Lagu-lagu bernuansa rasis dinyanyikan oleh mereka dalam laga di mana Bianconeri kalah 0-2.
"Sebagai pemain kami menegaskan posisi kami melawan rasisme di setiap kesempatan," demikian peryataan Sissoko kepada radio Italia, Kamis (26/11/2009).
"Juventus sebagai sebuah klub telah mengambil semua langkah-langkah yang diperlukan. Kini, institusi-institusi yang harus turun tangan," sambung pemain asal Mali itu.
Dari insiden yang terakhir di Bordeaux, UEFA bisa saja menyelidiki penghinaan itu. Hanya saja, karena terjadi sebelum kickoff, hal itu bisa ditepikan dalam laporan wasit yang memimpin pertandingan.
Juventus akan bertemu musuh besarnya Inter Milan pada 5 Desember. Pelatih La Beneamata Jose Mourinho sudah memprotes ulah fans Juve ketika menghina Balotelli di Turin minggu lalu, dan mengusulkan pertandingan dipindah dari Turin ke tempat netral. ( a2s / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 12:41 WIB
Conte Minta Juve Benahi Skuad untuk Bersaing di Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 10:07 WIB
Conte Bangga Juve Perpanjang Kontraknya
-
Jumat, 25/05/2012 03:10 WIB
Tur Indonesia Jadi Ajang Seleksi Pemain Muda Inter
-
Jumat, 25/05/2012 02:35 WIB
Juventus Perpanjang Kontrak Conte sampai 2015
-
Kamis, 24/05/2012 12:05 WIB
Untuk Hadapi Liga Champions, Juve Akan Banyak Belanja
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
673 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

