Jelang Arsenal vs Chelsea
Wenger Curhat Soal Anelka
Sabtu, 28/11/2009 10:22 WIB

(AFP Photo)
London - Duel Arsenal kontra Chelsea juga merupakan reuni antara guru dengan murid, Arsene Wenger di kursi manajer Arsenal dengan Nicolas Anelka sebagai ujung tombak Chelsea. Menjelang duel ini, Wenger curhat soal mantan muridnya.
Anelka pernah berseragam Arsenal pada tahun 1997 hingga 1999. Wenger mendatangkannya ke London Utara dengan harga 500 ribu poundsterling. Ketika itu Nic berusia 17 tahun.
Dua tahun kemudian tim London Merah melepas Anelka ke Real Madrid. Nilai transfernya naik sangat drastis, yakni 23 juta poundsterling.
Anelka memang mendatangkan profit besar. Namun kepergiannya juga diiringi rasa 'menyesal'. "Secara finansial penjualan Anelka sangat baik. Namun pada dasarnya kami tidak ingin menjualnya," ujar Wenger sepreti dilansir dari situs resmi The Gunners.
Anelka datang ketika Arsenal baru saja ditinggalkan striker andalan Ian Wright. "Anda bisa bayangkan, siapa pun yang datang pasca Ian Wright akan menjalani hari-hari berat. Pasalnya Wright adalah legenda."
"Namun ia sangat cepat untuk memuaskan semua pihak dan ia punya bakat. Ia langsung membuat orang-orang berkata" 'Hebat sekali!'," demikian puji The Professor.
Wenger mengatakan bahwa ketika itu Anelka masih sangat muda, jadi ia masih belum punya pendirian yang kuat sehingga mudah terpengaruh dengan saran-saran dari orang dekatnya. "Nicolas ketika itu masih umur 18 tahun dan dia baru pertama bermain di luar Prancis. Bahasa Inggris-nya belum 100 persen," papar manajer Arsenal sejak tahun 1996 itu.
"Jika Anda baru berusia 18 tahun dan Anda punya saudara yang lebih tua maka wajar untuk minta saran kepada mereka. Mungkin ide untuk pindah ke Real Madrid merupakan sesuatu yang membuat Anda menjadi tertarik," tuntas Wenger.
Minggu (29/11/2009) Wenger dan Anelka akan kembali bertemu. Namun kini guru dan murid itu mengusung misi yang berbeda.
Anelka wajib menunjukkan ketajamannya demi mengamankan posisi puncak klasemen untuk Chelsea. Sementara Wenger harus menentukan strategi yang pas untuk mencegah Anelka dan pemain Chelsea lainnya mencetak gol, serta mengalahkan tetangga dari London Barat itu guna tetap menjaga kans untuk juara Liga Primer.
Foto: Nicolas Anelka membela Arsenal melawan Panathinaikos di Liga Champions, 30 September 1998. (AFP Photo)
( nar / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Anelka pernah berseragam Arsenal pada tahun 1997 hingga 1999. Wenger mendatangkannya ke London Utara dengan harga 500 ribu poundsterling. Ketika itu Nic berusia 17 tahun.
Dua tahun kemudian tim London Merah melepas Anelka ke Real Madrid. Nilai transfernya naik sangat drastis, yakni 23 juta poundsterling.
Anelka memang mendatangkan profit besar. Namun kepergiannya juga diiringi rasa 'menyesal'. "Secara finansial penjualan Anelka sangat baik. Namun pada dasarnya kami tidak ingin menjualnya," ujar Wenger sepreti dilansir dari situs resmi The Gunners.
Anelka datang ketika Arsenal baru saja ditinggalkan striker andalan Ian Wright. "Anda bisa bayangkan, siapa pun yang datang pasca Ian Wright akan menjalani hari-hari berat. Pasalnya Wright adalah legenda."
"Namun ia sangat cepat untuk memuaskan semua pihak dan ia punya bakat. Ia langsung membuat orang-orang berkata" 'Hebat sekali!'," demikian puji The Professor.
Wenger mengatakan bahwa ketika itu Anelka masih sangat muda, jadi ia masih belum punya pendirian yang kuat sehingga mudah terpengaruh dengan saran-saran dari orang dekatnya. "Nicolas ketika itu masih umur 18 tahun dan dia baru pertama bermain di luar Prancis. Bahasa Inggris-nya belum 100 persen," papar manajer Arsenal sejak tahun 1996 itu.
"Jika Anda baru berusia 18 tahun dan Anda punya saudara yang lebih tua maka wajar untuk minta saran kepada mereka. Mungkin ide untuk pindah ke Real Madrid merupakan sesuatu yang membuat Anda menjadi tertarik," tuntas Wenger.
Minggu (29/11/2009) Wenger dan Anelka akan kembali bertemu. Namun kini guru dan murid itu mengusung misi yang berbeda.
Anelka wajib menunjukkan ketajamannya demi mengamankan posisi puncak klasemen untuk Chelsea. Sementara Wenger harus menentukan strategi yang pas untuk mencegah Anelka dan pemain Chelsea lainnya mencetak gol, serta mengalahkan tetangga dari London Barat itu guna tetap menjaga kans untuk juara Liga Primer.
Foto: Nicolas Anelka membela Arsenal melawan Panathinaikos di Liga Champions, 30 September 1998. (AFP Photo)
( nar / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 16:42 WIB
Barnes, Henchoz, Fowler Dukung Martinez Jadi Manajer Liverpool
-
Jumat, 25/05/2012 16:28 WIB
Torres Tatap Musim Depan dengan Lebih Pede
-
Jumat, 25/05/2012 15:13 WIB
Spurs Kian Dekat Dapatkan Vertonghen
-
Jumat, 25/05/2012 10:40 WIB
Hazard: Keputusan Saya Tergantung Kesempatan Bermain
-
Jumat, 25/05/2012 08:05 WIB
'Muamba Bisa Kembali Bermain'
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
673 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

