Piquet 'Rayu' Campos dengan Nama Belakang
Minggu, 29/11/2009 05:21 WIB

Reuters
Jakarta - Musim 2009 menyisakan cerita pahit bagi Nelson Piquet Jr. terkait keterlibatannya dengan skandal Renault. Sadar akan posisinya yang sulit, dia mengandalkan nama keluarga untuk memikat Campos Meta yang dibidik sebagai tim barunya di tahun depan.
Ya, awan mendung menyelimuti karir Piquet di tahun ini. Setelah resmi pisah jalan dengan Renault di summer break lantaran kontribusinya dianggap kurang, dia mendapat getah dari tindakan yang dilakukannya di tahun 2008.
Piquet dinyatakan terlibat dalam skandal pada GP Singapura 2008 di mana dia dituduh dengan sengaja menabrakkan mobil ke dinding untuk mengakomodir kemenangan rekan setimnya kala itu, Fernando Alonso. Pembalap berusia 24 tahun itu sendiri mengaku menyesal dengan keterlibatannya.
Dan di musim 2010 nanti, Piquet ingin kembali lagi ke ranah Formula 1. Mungkin sadar bahwa imej yang ada padanya sedikit banyak sudah tercoreng, dia membidik tim debutan sebagai naungan barunya.
Dan tim tersebut adalah Campos yang masih menyisakan satu posisi driver setelah mengget Bruno Senna beberapa waktu yang lalu. Namun ada satu hambatan bagi Piquet, lantaran Campos yang notabene berasal dari Spanyol dilaporkan cukup berambisi untuk menggaet pembalap dalam negeri untuk bertandem dengan Senna.
Apakah itu menghalangi minat Piquet pada Campos? Tidak. Pembalap asal Brasil ini memiliki 'senjata' untuk memikat tim tersebut dengan nama belakang yang dimilikinya sebagai alat untuk menarik minat sponsor.
Jika nantinya Senna akan berduet dengan Piquet, maka Campos memiliki dua pembalap dengan nama belakang yang sama-sama pernah harum semerbak di 'jet darat'. Ayrton Senna yang merupakan paman dari Bruno merupakan juara dunia di tahun 1988, 1990 dan 1991. Sedangkan Nelson Piquet Sr. juga tidak kalah mentereng. Berada di era yang lebih dulu dari Ayrton, dia juga mengoleksi tiga titel dunia di musim 1981, 1983, dan 1987.
"Saya masih kekeuh dengan gagasan itu (bertandem dengan Bruno Senna), jelas itu akan cukup menarik bagi Brasil dan sponsor-sponsir dari Brasil," tuturnya Piquet Jr. di Manipe.
"Mereka sedang mencari pembalap dari Spanyol. Namun saya belum mau menghapus mereka. Saya masih mencoba dengan menunjukkan minat dan masih mencoba menjukkan gagasan tentang pentingnya memiliki nama belakang untuk perusahaan-perusahaan dari Brasil."
( arp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ya, awan mendung menyelimuti karir Piquet di tahun ini. Setelah resmi pisah jalan dengan Renault di summer break lantaran kontribusinya dianggap kurang, dia mendapat getah dari tindakan yang dilakukannya di tahun 2008.
Piquet dinyatakan terlibat dalam skandal pada GP Singapura 2008 di mana dia dituduh dengan sengaja menabrakkan mobil ke dinding untuk mengakomodir kemenangan rekan setimnya kala itu, Fernando Alonso. Pembalap berusia 24 tahun itu sendiri mengaku menyesal dengan keterlibatannya.
Dan di musim 2010 nanti, Piquet ingin kembali lagi ke ranah Formula 1. Mungkin sadar bahwa imej yang ada padanya sedikit banyak sudah tercoreng, dia membidik tim debutan sebagai naungan barunya.
Dan tim tersebut adalah Campos yang masih menyisakan satu posisi driver setelah mengget Bruno Senna beberapa waktu yang lalu. Namun ada satu hambatan bagi Piquet, lantaran Campos yang notabene berasal dari Spanyol dilaporkan cukup berambisi untuk menggaet pembalap dalam negeri untuk bertandem dengan Senna.
Apakah itu menghalangi minat Piquet pada Campos? Tidak. Pembalap asal Brasil ini memiliki 'senjata' untuk memikat tim tersebut dengan nama belakang yang dimilikinya sebagai alat untuk menarik minat sponsor.
Jika nantinya Senna akan berduet dengan Piquet, maka Campos memiliki dua pembalap dengan nama belakang yang sama-sama pernah harum semerbak di 'jet darat'. Ayrton Senna yang merupakan paman dari Bruno merupakan juara dunia di tahun 1988, 1990 dan 1991. Sedangkan Nelson Piquet Sr. juga tidak kalah mentereng. Berada di era yang lebih dulu dari Ayrton, dia juga mengoleksi tiga titel dunia di musim 1981, 1983, dan 1987.
"Saya masih kekeuh dengan gagasan itu (bertandem dengan Bruno Senna), jelas itu akan cukup menarik bagi Brasil dan sponsor-sponsir dari Brasil," tuturnya Piquet Jr. di Manipe.
"Mereka sedang mencari pembalap dari Spanyol. Namun saya belum mau menghapus mereka. Saya masih mencoba dengan menunjukkan minat dan masih mencoba menjukkan gagasan tentang pentingnya memiliki nama belakang untuk perusahaan-perusahaan dari Brasil."
( arp / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Jumat, 25/05/2012 22:32 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
674 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
493 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

