Skorsing Wickmayer Ditangguhkan
Selasa, 15/12/2009 03:30 WIB

Commbanktennis
Brussel - Yanina Wickmayer setidaknya bisa bernafas lega saat ini. Skorsing yang dijatuhkan kepadanya ditangguhkan. Ia pun berharap bisa bermain di Australia Terbuka tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wickmayer dijatuhkan skorsing larangan bertanding selama satu tahun akibat mangkir melakukan tes doping. Hukuman yang dijatuhkan oleh badan anti-doping Belgia itu dijatuhkan kepadanya ketika ia tengah berlaga di Commonwealth Bank Tournament of Tennis 2009 di Bali, November silam.
Wickmayer pun mengambil hak banding atas keputusan tersebut. Pada akhirnya, badan anti-doping Belgia pun menunda skorsing tersebut sehingga petenis berusia 20 tahun itu pun bisa sedikit bernafas lega untuk saat ini, demikian seperti diberitakan ESPN.
Dengan demikian, ia pun bisa berharap untuk bermain di Australia Terbuka pada Januari mendatang. Wickmayer berharap dirinya bisa bermain di turnamen grand slam tersebut dengan mendapatkan status wild card.
Meskipun pendaftaran untuk ambil bagian di Australia Terbuka sudah ditutup, kubu Wickmayer optimistis mereka bisa tampil di sana dengan status tersebut. "Oleh karena itulah beberapa hari ke depan akan menjadi saat-saat menentukan," ungkap juru bicara Wickmayer, Rudi Kuyl.
Dalam pembelaannya terkait kasus doping tersebut, Wickmayer mengatakan dia memiliki masalah dengan password komputernya terkait sistem dari Badan Anti-doping Dunia.
Dia juga mengatakan, email-nya di rumah tidak bisa di-sign off selama bepergian mengikuti berbagai turnamen WTA. Dia bersikeras tak pernah melewatkan tes doping dan sampel-sampelnya selalu negatif.
( roz / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti diberitakan sebelumnya, Wickmayer dijatuhkan skorsing larangan bertanding selama satu tahun akibat mangkir melakukan tes doping. Hukuman yang dijatuhkan oleh badan anti-doping Belgia itu dijatuhkan kepadanya ketika ia tengah berlaga di Commonwealth Bank Tournament of Tennis 2009 di Bali, November silam.
Wickmayer pun mengambil hak banding atas keputusan tersebut. Pada akhirnya, badan anti-doping Belgia pun menunda skorsing tersebut sehingga petenis berusia 20 tahun itu pun bisa sedikit bernafas lega untuk saat ini, demikian seperti diberitakan ESPN.
Dengan demikian, ia pun bisa berharap untuk bermain di Australia Terbuka pada Januari mendatang. Wickmayer berharap dirinya bisa bermain di turnamen grand slam tersebut dengan mendapatkan status wild card.
Meskipun pendaftaran untuk ambil bagian di Australia Terbuka sudah ditutup, kubu Wickmayer optimistis mereka bisa tampil di sana dengan status tersebut. "Oleh karena itulah beberapa hari ke depan akan menjadi saat-saat menentukan," ungkap juru bicara Wickmayer, Rudi Kuyl.
Dalam pembelaannya terkait kasus doping tersebut, Wickmayer mengatakan dia memiliki masalah dengan password komputernya terkait sistem dari Badan Anti-doping Dunia.
Dia juga mengatakan, email-nya di rumah tidak bisa di-sign off selama bepergian mengikuti berbagai turnamen WTA. Dia bersikeras tak pernah melewatkan tes doping dan sampel-sampelnya selalu negatif.
( roz / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
-
Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
523 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

