ITF: Wickmayer Masih Belum Bisa Bertanding
Rabu, 16/12/2009 01:30 WIB

Yanina Wickmayer (AFP)
Jakarta - Meski badan anti-doping Belgia sudah menangguhkan hukuman untuk Yanina Wickmayer, namun federasi tenis internasional ITF menyatakan Wickmayer belum dapat bertanding.
Seperti diberitakan sebelumnya, badan anti-doping Belgia menangguhkan hukuman bagi Wickmayer dan Xavier Malisse yang dijatuhkan pada November silam.
Usai keputusan tersebut, Wickmayer selanjutnya ditawari wildcard untuk tampil di ASB Classic di Selandia Baru yang merupakan turnamen pemanasan Grand Slam Australia Terbuka.
Petenis kelahiran 20 Oktober 1989 itu juga berharap bisa mendapatkan wildcard untuk Australia Open yang menyediakan delapan wildcard. Empat di antaranya menjadi jatah Prancis, AS, satu negara di Asia, dan petenis yang baru comeback yakni Justine Henin. Sedang tiga lainnya akan diberikan kepada pemain atau calon bintang yang sudah membuktikan kualitasnya di turnamen ITF. Kepastian tentang didapatkannya wildcard tersebut baru diketahui akhir pekan ini.
Meski hukuman sudah ditangguhkan, namun ITF menyatakan bahwa Wickmayer belum bisa untuk tampil. "Saat ini, Yanina Wickmayer masih belum bisa bermain. Dari cara pandang kami, prosedurnya sudah jelas. Bila sebuah keputusan diambil oleh otoritas anti-doping nasional, selanjutnya dokumen harus dikirim kepada kami dan ITF perlu untuk memastikan bahwa prosedur telah dipenuhi," demikian kata juru bicara ITF Nick Imison seperti dilansir AP.
"Saat ini kami tengah menunggu pihak Belgia mengirimkan dokumen-dokumen yang relevan untuk kasus ini. Hingga kemarin malam, kami (ITF) masih belum dihubungi secara resmi," tuntasnya.
( nar / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti diberitakan sebelumnya, badan anti-doping Belgia menangguhkan hukuman bagi Wickmayer dan Xavier Malisse yang dijatuhkan pada November silam.
Usai keputusan tersebut, Wickmayer selanjutnya ditawari wildcard untuk tampil di ASB Classic di Selandia Baru yang merupakan turnamen pemanasan Grand Slam Australia Terbuka.
Petenis kelahiran 20 Oktober 1989 itu juga berharap bisa mendapatkan wildcard untuk Australia Open yang menyediakan delapan wildcard. Empat di antaranya menjadi jatah Prancis, AS, satu negara di Asia, dan petenis yang baru comeback yakni Justine Henin. Sedang tiga lainnya akan diberikan kepada pemain atau calon bintang yang sudah membuktikan kualitasnya di turnamen ITF. Kepastian tentang didapatkannya wildcard tersebut baru diketahui akhir pekan ini.
Meski hukuman sudah ditangguhkan, namun ITF menyatakan bahwa Wickmayer belum bisa untuk tampil. "Saat ini, Yanina Wickmayer masih belum bisa bermain. Dari cara pandang kami, prosedurnya sudah jelas. Bila sebuah keputusan diambil oleh otoritas anti-doping nasional, selanjutnya dokumen harus dikirim kepada kami dan ITF perlu untuk memastikan bahwa prosedur telah dipenuhi," demikian kata juru bicara ITF Nick Imison seperti dilansir AP.
"Saat ini kami tengah menunggu pihak Belgia mengirimkan dokumen-dokumen yang relevan untuk kasus ini. Hingga kemarin malam, kami (ITF) masih belum dihubungi secara resmi," tuntasnya.
( nar / din )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
-
Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
523 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

