Masa Depan Kubica Masih Abu-abu
Kamis, 17/12/2009 07:00 WIB

(Reuters)
Paris - Renault sudah memastikan masa depannya, yakni tetap ambil bagian di F1 di musim mendatang. Meski begitu, kepastian itu tak menjamin keberadaan Robert Kubica di sana. Mengapa?
Renault memberikan kepastian soal masa depan di F1, Rabu (16/12/2009) malam WIB. Namun kabar baik ini ternyata tidak berlaku bagi Kubica.
"Kami ingin mengetahui tentang Genii Capital dan apa rencana mereka terhadap tim ini. Sebuah rekanan bisa menjadi partner yang tidur, atau justru partner yang memegang kendali," demikian alasan yang diungkapkan oleh Daniele Morelli, manajer dari Kubica.
Tidak disebutkan berapa presentasi kepemilikan saham dari Genii Capital di pabrikan asal Prancis itu. Hanya diterangkan bahwa Renault menjual sahamnya dalam jumlah yang besar kepada perusahaan asal Luksemburg itu.
Pihak Kubica berharap Renault memberikan informasi yang lengkap soal kondisi tim ke depannya. "Kami tidak berniat melakukan perlawanan terhadap rekanan baru. Namun penting bagi kami untuk mengetahui siapa yang akan memegang kendali di tim ini dan strategi apa yang akan dipakai nantinya. Informasi itu bisa berdampak positif atau negatif bagi kami," lanjut Morelli seperti dilansir dari Reuetrs.
"Kami membutuhkan waktu, setidaknya beberapa hari untuk mempelajari situasi baru. Jadi saya tidak dalam posisi untuk memutuskan apakah kami tetap di Renault atau pergi," tuntas Morelli.
Kubica ditunjuk sebagai pembalap Renault pada awal Oktober silam. Ia menjadi pengganti dari Fernando Alonso yang hijrah ke Ferrari. ( nar / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Renault memberikan kepastian soal masa depan di F1, Rabu (16/12/2009) malam WIB. Namun kabar baik ini ternyata tidak berlaku bagi Kubica.
"Kami ingin mengetahui tentang Genii Capital dan apa rencana mereka terhadap tim ini. Sebuah rekanan bisa menjadi partner yang tidur, atau justru partner yang memegang kendali," demikian alasan yang diungkapkan oleh Daniele Morelli, manajer dari Kubica.
Tidak disebutkan berapa presentasi kepemilikan saham dari Genii Capital di pabrikan asal Prancis itu. Hanya diterangkan bahwa Renault menjual sahamnya dalam jumlah yang besar kepada perusahaan asal Luksemburg itu.
Pihak Kubica berharap Renault memberikan informasi yang lengkap soal kondisi tim ke depannya. "Kami tidak berniat melakukan perlawanan terhadap rekanan baru. Namun penting bagi kami untuk mengetahui siapa yang akan memegang kendali di tim ini dan strategi apa yang akan dipakai nantinya. Informasi itu bisa berdampak positif atau negatif bagi kami," lanjut Morelli seperti dilansir dari Reuetrs.
"Kami membutuhkan waktu, setidaknya beberapa hari untuk mempelajari situasi baru. Jadi saya tidak dalam posisi untuk memutuskan apakah kami tetap di Renault atau pergi," tuntas Morelli.
Kubica ditunjuk sebagai pembalap Renault pada awal Oktober silam. Ia menjadi pengganti dari Fernando Alonso yang hijrah ke Ferrari. ( nar / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
-
Kamis, 24/05/2012 06:00 WIB
Belum Menangi Balapan di 2012, Hamilton Tak Frustrasi
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
523 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

