Arenas 'Tersandung' Senjata Api
Jumat, 25/12/2009 15:00 WIB

Daylife
Washington - Pemain Washington Wizards Gilbert Arenas menyimpan senjata api dalam loker markas timnya. Meski tanpa amunisi dan pihaknya sudah lapor polisi, hal ini tetap akan diperiksa NBA.
Arenas mengaku bahwa tindakannya membawa senjata api ke Verizon Center dipicu karena kelahiran sang putri, Hamiley Penny, pada bulan ini. Merasa tak aman menyimpan senjata api di rumah dengan adanya bayi, dia pun membawanya ke markas tim.
Sepekan berselang, Arenas menyatakan bahwa dia sudah memberikan senjata api itu ke pihak keamanan agar bisa diberikan kepada polisi. Pihak Wizards sendiri sudah mengeluarkan pernyataan kalau senjata itu tak diisi amunisi dan mereka telah memberitahu pihak berwenang dan NBA.
Apapun, ini tak lepas dari pengusutan dan Arenas pun harus menanti hasilnya. "Aku takkan membawa senjata api ke (Washington) DC jika aku tahu peraturannya. Setelah putriku lahir, aku seperti, 'Aku tak butuh ini lagi'," ucap Arenas seperti dikutip Yahoosports.
Perkara senjata api ini juga sempat menyandung Arenas pada tahun 2004 lalu. Dia tak bisa bermain di partai pembuka Wizards karena tak bisa memenuhi syarat registrasi senjata api saat tinggal di California pada tahun 2003.
Untuk kasus yang sekarang terjadi, Arenas tampaknya tak bakal mendapat masalah hukum berarti setelah Quintin Peterson selaku juru bicara kepolisian Washington telah menyatakan bahwa tak ada penyelidikan terhadap si pemain.
Yang jadi ganjalan sekarang adalah peraturan NBA mengenai senjata api. Meski membolehkan para pemain memilikinya, keberadaan senjata api tersebut tak boleh ada di fasilitas liga atau saat pergi dalam kunjungan yang berkaitan dengan NBA.
"Kami sadar dengan situasinya dan kami sedang bekerja untuk bisa memahami fakta dan aspek legal yang relevan secara menyeluruh," terang NBA dalam keterangannya.
( krs / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Arenas mengaku bahwa tindakannya membawa senjata api ke Verizon Center dipicu karena kelahiran sang putri, Hamiley Penny, pada bulan ini. Merasa tak aman menyimpan senjata api di rumah dengan adanya bayi, dia pun membawanya ke markas tim.
Sepekan berselang, Arenas menyatakan bahwa dia sudah memberikan senjata api itu ke pihak keamanan agar bisa diberikan kepada polisi. Pihak Wizards sendiri sudah mengeluarkan pernyataan kalau senjata itu tak diisi amunisi dan mereka telah memberitahu pihak berwenang dan NBA.
Apapun, ini tak lepas dari pengusutan dan Arenas pun harus menanti hasilnya. "Aku takkan membawa senjata api ke (Washington) DC jika aku tahu peraturannya. Setelah putriku lahir, aku seperti, 'Aku tak butuh ini lagi'," ucap Arenas seperti dikutip Yahoosports.
Perkara senjata api ini juga sempat menyandung Arenas pada tahun 2004 lalu. Dia tak bisa bermain di partai pembuka Wizards karena tak bisa memenuhi syarat registrasi senjata api saat tinggal di California pada tahun 2003.
Untuk kasus yang sekarang terjadi, Arenas tampaknya tak bakal mendapat masalah hukum berarti setelah Quintin Peterson selaku juru bicara kepolisian Washington telah menyatakan bahwa tak ada penyelidikan terhadap si pemain.
Yang jadi ganjalan sekarang adalah peraturan NBA mengenai senjata api. Meski membolehkan para pemain memilikinya, keberadaan senjata api tersebut tak boleh ada di fasilitas liga atau saat pergi dalam kunjungan yang berkaitan dengan NBA.
"Kami sadar dengan situasinya dan kami sedang bekerja untuk bisa memahami fakta dan aspek legal yang relevan secara menyeluruh," terang NBA dalam keterangannya.
( krs / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 11:16 WIB
James & Wade Bawa Heat Ungguli Pacers 3-2
-
Selasa, 22/05/2012 12:30 WIB
Sungkurkan Lakers, Thunder Tantang Spurs di Final Wilayah
-
Senin, 21/05/2012 12:29 WIB
Spurs Lolos, Heat-Pacers Sama Kuat
-
Minggu, 20/05/2012 13:14 WIB
Lakers Tertinggal 1-3
-
Minggu, 20/05/2012 10:49 WIB
Spurs Selangkah Lagi ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
523 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

