Wickmayer: Yang Salah Mereka, Bukan Saya
Selasa, 29/12/2009 13:23 WIB

Reuters
Sidney - Yanina Wickmayer mengklaim dirinya tak bersalah atas tuduhan mangkir dari tes doping. Yang salah adalah ofisial tenis Belgia yang tidak kooperatif.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wickmayer bersama Xavier Malisse sempat dilarang mengikuti kejuaraan lantaran dituduh mangkir melakukan tes doping. Akan tetapi, setelah keduanya melakukan banding terhadap sanksi tersebut, ITF akhirnya memberikan izin bertanding untuk keduanya.
Wickmayer kemudian mengeluhkan sistem yang ada di ofisial tenis Belgia terkait kasus mangkir tes doping yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai ofisial tidak melakukan komunikasi dengan baik sehingga kasus seperti itu bisa terjadi.
Ia mengaku empat surat dari otoritas Belgia dikirim ke rumahnya tetapi semuanya dikembalikan lagi akibat tidak ada seorang pun yang menerimanya.
Pada waktu itu, ia bersama sang ayah sekaligus pelatihnya, Marc Wickmayer, sedang bertanding ke luar Belgia dan tidak ada seorang dari otoritas Belgia yang mengatakan ini kepadanya.
"Saya tidak menentang sistemnya, saya hanya menentang cara komunikasi dan bagaimana orang-orang berkomunikasi dengan para pemain," ujar semifinalis US Open 2009 kepada Sidney Morning Herald.
"Saya diperingatkan untuk yang ketiga kalinya di saat semuanya sudah sangat terlambat," keluhnya.
Petenis nomor 16 dunia ini menegaskan dirinya telah melakukan tes doping saat bertanding di Australia ketika surat ketiga dari ofisial tenis Belgia dikirim ke rumahnya.
"Saya telah berlatih selama delapan tahun terakhir untuk menjadi seperti sekarang ini dan beberapa orang memutuskan untuk mengambil semuanya dengan kertas-kertas (surat) bodoh yang tidak pernah diisi."
( roz / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Seperti diberitakan sebelumnya, Wickmayer bersama Xavier Malisse sempat dilarang mengikuti kejuaraan lantaran dituduh mangkir melakukan tes doping. Akan tetapi, setelah keduanya melakukan banding terhadap sanksi tersebut, ITF akhirnya memberikan izin bertanding untuk keduanya.
Wickmayer kemudian mengeluhkan sistem yang ada di ofisial tenis Belgia terkait kasus mangkir tes doping yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai ofisial tidak melakukan komunikasi dengan baik sehingga kasus seperti itu bisa terjadi.
Ia mengaku empat surat dari otoritas Belgia dikirim ke rumahnya tetapi semuanya dikembalikan lagi akibat tidak ada seorang pun yang menerimanya.
Pada waktu itu, ia bersama sang ayah sekaligus pelatihnya, Marc Wickmayer, sedang bertanding ke luar Belgia dan tidak ada seorang dari otoritas Belgia yang mengatakan ini kepadanya.
"Saya tidak menentang sistemnya, saya hanya menentang cara komunikasi dan bagaimana orang-orang berkomunikasi dengan para pemain," ujar semifinalis US Open 2009 kepada Sidney Morning Herald.
"Saya diperingatkan untuk yang ketiga kalinya di saat semuanya sudah sangat terlambat," keluhnya.
Petenis nomor 16 dunia ini menegaskan dirinya telah melakukan tes doping saat bertanding di Australia ketika surat ketiga dari ofisial tenis Belgia dikirim ke rumahnya.
"Saya telah berlatih selama delapan tahun terakhir untuk menjadi seperti sekarang ini dan beberapa orang memutuskan untuk mengambil semuanya dengan kertas-kertas (surat) bodoh yang tidak pernah diisi."
( roz / krs )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
-
Jumat, 25/05/2012 22:34 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
-
Jumat, 25/05/2012 21:45 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 17:27 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
- Sabtu, 26/05/2012 07:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Wuhan Promosi ke Dunia Lewat Kompleks Olahraga Megah
- Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
- Sabtu, 26/05/2012 08:11 WIB
Tampil di Formula Pilota, Sean Gelael Antusias
- Sabtu, 26/05/2012 06:09 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
- Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
- Sabtu, 26/05/2012 04:50 WIB
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
- Sabtu, 26/05/2012 02:20 WIB
Thailand Serius Ingin Gelar Balapan F1
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
694 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
495 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
473 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

