Murray Bukan yang Dulu Lagi
Minggu, 31/01/2010 01:30 WIB

(Reuters)
Melbourne - Dua tahun silam, Andy Murray dikalahkan Roger Federer di laga puncak Grand Slam. Kini saat keduanya kembali bertemu di final turnamen kasta yang sama, Murray mengatakan dirinya sudah bukan yang dulu lagi.
Murray kalah dari Federer di laga puncak AS Terbuka. Petenis asal Skotlandia itu kalah 2-6, 5-7, 2-6. Kekalahan itu membuat upaya Murray untuk mengakhiri puasa gelar Grand Slam yang dialami Britania Raya selama lebih dari tujuh dasawarsa, kandas.
Kini Murray kembali bertemu Federer di laga puncak Grand Slam, yakni Australia Terbuka, Minggu (31/1/2010). "Ketika saya menghadapi Roger Federer di AS Terbuka, saya baru 20 tahun," ujar Murray seperti dilansir dari BBC.
"Usia itu masih sangat muda bagi saya yang untuk pertama kali tampil di final Grand Slam," lanjut petenis kelahiran 15 Mei 1987 itu.
Kini Murray mengklaim bahwa dirinya sudah beda dengan yang dikalahkan Federer pada tahun 2008. "Satu setengah hingga dua tahun kemudian, saya merasa lebih baik dari faktor fisik dan lebih dewasa dalam segi mental."
"Saya sudah mendapatkan pengalaman lebih banyak untuk menghadapi situasi-situasi sepreti ini. Saya sudah sering berhadapan dengan Roger sehingga saya sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya. Jadi besok tidak akan ada banyak kejutan," lanjut petenis yang sudah enam kali mengalahkan Federer di sepuluh perjumpaan itu.
"Saya tahu apa yang bisa diharapkan. Saya sudah paham bagaimana Roger akan bermain. Kini semua bergantung pad saya, yakni saya harus menampilkan yang terbaik," pungkasnya.
( nar / fjp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Murray kalah dari Federer di laga puncak AS Terbuka. Petenis asal Skotlandia itu kalah 2-6, 5-7, 2-6. Kekalahan itu membuat upaya Murray untuk mengakhiri puasa gelar Grand Slam yang dialami Britania Raya selama lebih dari tujuh dasawarsa, kandas.
Kini Murray kembali bertemu Federer di laga puncak Grand Slam, yakni Australia Terbuka, Minggu (31/1/2010). "Ketika saya menghadapi Roger Federer di AS Terbuka, saya baru 20 tahun," ujar Murray seperti dilansir dari BBC.
"Usia itu masih sangat muda bagi saya yang untuk pertama kali tampil di final Grand Slam," lanjut petenis kelahiran 15 Mei 1987 itu.
Kini Murray mengklaim bahwa dirinya sudah beda dengan yang dikalahkan Federer pada tahun 2008. "Satu setengah hingga dua tahun kemudian, saya merasa lebih baik dari faktor fisik dan lebih dewasa dalam segi mental."
"Saya sudah mendapatkan pengalaman lebih banyak untuk menghadapi situasi-situasi sepreti ini. Saya sudah sering berhadapan dengan Roger sehingga saya sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya. Jadi besok tidak akan ada banyak kejutan," lanjut petenis yang sudah enam kali mengalahkan Federer di sepuluh perjumpaan itu.
"Saya tahu apa yang bisa diharapkan. Saya sudah paham bagaimana Roger akan bermain. Kini semua bergantung pad saya, yakni saya harus menampilkan yang terbaik," pungkasnya.
( nar / fjp )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
-
Kamis, 24/05/2012 16:25 WIB
PBSI Diminta Lebih Selektif Pilih Pemain
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Kamis, 24/05/2012 03:03 WIB
Gagal di Thomas-Uber, Bagaimana dengan Tradisi Emas Olimpiade?
- Kamis, 24/05/2012 12:35 WIB
Markis Kido Akui Sudah Menurun
- Kamis, 24/05/2012 07:34 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Kamis, 24/05/2012 12:10 WIB
Dinilai Terlalu Berorientasi Piala, PBSI Lupakan Pembinaan
- Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
523 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
308 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
257 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
238 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
220 Komentar








Sending your message






.gif)

