Murray Sesali Set Ketiga
Minggu, 31/01/2010 23:02 WIB

Reuters
Melbourne - Andy Murray bisa saja mengubah hasil laga final Australia Terbuka 2010 seandainya memenangi set ketiga. Dan itu ternyata yang membuatnya menyimpan sesal mendalam.
Murray yang tengah berjuang untuk meraih gelar grand slam pertamanya tak kuasa membendung pengalaman, teknik mumpuni dan mental juara dari seorang Roger Federer di partai puncak Australia Terbuka, Minggu (31/1/2010). Petenis asal Britania Raya ini dipaksa menyerah tiga set langsung 6-3, 6-4, 7-6.
Menanggapi kekalahannya tersebut Murray dengan berhati besar memberi ucapan selamat kepada Federer yang disebutnya memang layak menang. Namun pemuda 22 tahun ini masih merasa menyesal terkait dengan set ketiga yang sangat mungkin untuk dimenanginya.
Bagaimana tidak? Murray yang terdesak berhasil bangkit di awal set dengan sempat memimpin 5-2. Namun ia tak kuasa menahan gempuran Federer yang kembali mulai panas dan disamakan menjadi 6-6. Murray yang kalah pengalaman pun akhirnya 6-7 setelah melalui 11 kali tie break.
"Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Roger, pencapaiannya di tenis sungguh luar biasa. Semoga saja lain kali saya berhasil kembali dan menang di sini," ujarnya seperti diwartakan AP.
"Saya pikir saya berhak untuk meraih set keempat. Namun itu ternyata tidak terjadi. Saya memiliki peluang untuk kembali ke laga. Itu mungkin yang membuat saya begitu kecewa."
( fjp / key )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Murray yang tengah berjuang untuk meraih gelar grand slam pertamanya tak kuasa membendung pengalaman, teknik mumpuni dan mental juara dari seorang Roger Federer di partai puncak Australia Terbuka, Minggu (31/1/2010). Petenis asal Britania Raya ini dipaksa menyerah tiga set langsung 6-3, 6-4, 7-6.
Menanggapi kekalahannya tersebut Murray dengan berhati besar memberi ucapan selamat kepada Federer yang disebutnya memang layak menang. Namun pemuda 22 tahun ini masih merasa menyesal terkait dengan set ketiga yang sangat mungkin untuk dimenanginya.
Bagaimana tidak? Murray yang terdesak berhasil bangkit di awal set dengan sempat memimpin 5-2. Namun ia tak kuasa menahan gempuran Federer yang kembali mulai panas dan disamakan menjadi 6-6. Murray yang kalah pengalaman pun akhirnya 6-7 setelah melalui 11 kali tie break.
"Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Roger, pencapaiannya di tenis sungguh luar biasa. Semoga saja lain kali saya berhasil kembali dan menang di sini," ujarnya seperti diwartakan AP.
"Saya pikir saya berhak untuk meraih set keempat. Namun itu ternyata tidak terjadi. Saya memiliki peluang untuk kembali ke laga. Itu mungkin yang membuat saya begitu kecewa."
( fjp / key )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
-
Jumat, 25/05/2012 22:34 WIB
Lin Dan Waspadai Darah Muda Korsel
-
Jumat, 25/05/2012 21:45 WIB
China Juga Jumpa Korsel di Final Piala Thomas
-
Jumat, 25/05/2012 17:27 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
-
Jumat, 25/05/2012 17:01 WIB
Kalahkan Denmark, Korsel ke Final Piala Thomas
- Sabtu, 26/05/2012 07:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Wuhan Promosi ke Dunia Lewat Kompleks Olahraga Megah
- Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
- Sabtu, 26/05/2012 08:11 WIB
Tampil di Formula Pilota, Sean Gelael Antusias
- Sabtu, 26/05/2012 06:09 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
- Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
- Sabtu, 26/05/2012 04:50 WIB
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
- Sabtu, 26/05/2012 02:20 WIB
Thailand Serius Ingin Gelar Balapan F1
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
694 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
495 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
473 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

