Ferrari Serang Tim Anyar dan FIA
Selasa, 23/02/2010 22:36 WIB

ist
Maranello - Ferrari menyerang kebijakan FIA untuk memasukkan tim-tim baru ke dalam kompetisi jet darat. Para "anak baru" juga tak luput dari sebuan Si Kuda Jingkrak.
Beberapa waktu silam, FIA melakukan sejumlah upaya untuk mendorong agar tim-tim baru bisa ambil bagian ke dalam ajang kompetisi jet darat.
Upaya itu berbuah hasil. Untuk musim ini ada empat debutan yang akan ikut ambil bagian di F1. Mereka adalah US F1, Virgin Racing, Campos, dan Lotus.
Namun para "anak baru" itu tidak menunjukkan impresi yang baik menjelang dimulainya musim balapan. Bahkan dua tim, US F1 dan Campos diragukan bisa tampil di balapan pembuka.
"Inilah peraturan yang disebut "perang suci" yang dimotori oleh mantan presiden FIA yakni mengizinkan tim-tim lebih kecil untuk ikut ambil bagian di F1."
"Hasilnya: dua tim tidak siap untuk mengikuti balapan pembuka, tim ketiga didorong untuk masuk ke kompetisi oleh tangan yang tak terlihat--tentu saja itu bukan tangan dari Adam Smith- dan yang keempat sepertinya lebih pas bila memanggil orang hilang untuk menempatkan mereka di sana."
"Di waktu yang bersamaan, olahraga ini sudah kehilangan dua konstruktor, BMW dan Toyota. Sementara Renault, mereka praktis hanya tinggal nama. Jadi apa gunanya aturan ini?"
Demikian "serangan" Ferrari terhadap FIA dalam kolom yang berjudul The Horse Whisperer - For whom the bell tolls, yang dimuat dalam situs resmi tim yang bermarkas di Maranello, Italia tersebut.
Ferrari juga secara gamblang menyebut nama-nama tim yang dimaksud sekaligus menyerang mereka, utamanya Campos Meta dan US F1.
"Untuk 13 tim yang sudah terdaftar, atau 'dipaksakan' untuk terdaftar di kejuaraan tahun ini, hanya sebelas yang memenuhi syarat."
"Berdasarkan rumor yang didapat oleh Horse Whisperer, tim ke-12 yakni Campos Meta telah melakukan perombakan dalam jajaran pemegang saham dan manajemen. Perombakan itu terjadi setelah adanya suntikan uang tunai dari seorang "ksatria putih" dalam jumlah besar untuk melakukan penyelamatan di saat terakhir."
"Sementara itu tim ke-13 US F1 tampaknya berusaha bersembunyi di Charlotte, Carloinia Utara, dengan penuh kecemasan yang menaungi pembalap Argentina mereka, Lopez, yang berpikir bahwa dia telah menemukan jalan untuk berlaga di F1."
"Kini sekarang mereka harus mulai dari awal lagi. Ajaibnya, mereka masih bisa mengklaim bahwa semua berjalan dengan lancar, seperti layaknya perahu nelayan yang berlayar di bawah langit berbintang."
Bukan hanya tim-tim yang sudah terdaftar, tulisan itu juga menyerang tim yang dirumorkan bakal masuk yakni Stefan GP.
"Selanjutnya kita bakal kedatangan burung nasar Serbia. Pertama mereka meluncurkan diri ke dalam jalur hukum dengan kemurahan FIA. Selanjutnya mereka mengambil puing-puing Toyota dari kematiannya. Setelah mendapatkan sejumlah orang untuk duduk manajemen, di mana beberapa di antaranya diduga terlibat skandal di waktu lalu, mereka sekarang berdiri dan menanti tim mana yang akan keluar dari kompetisi ini, kemungkinan juga dengan dukungan dengan seorang ksatria yang sama, seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya."
( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Beberapa waktu silam, FIA melakukan sejumlah upaya untuk mendorong agar tim-tim baru bisa ambil bagian ke dalam ajang kompetisi jet darat.
Upaya itu berbuah hasil. Untuk musim ini ada empat debutan yang akan ikut ambil bagian di F1. Mereka adalah US F1, Virgin Racing, Campos, dan Lotus.
Namun para "anak baru" itu tidak menunjukkan impresi yang baik menjelang dimulainya musim balapan. Bahkan dua tim, US F1 dan Campos diragukan bisa tampil di balapan pembuka.
"Inilah peraturan yang disebut "perang suci" yang dimotori oleh mantan presiden FIA yakni mengizinkan tim-tim lebih kecil untuk ikut ambil bagian di F1."
"Hasilnya: dua tim tidak siap untuk mengikuti balapan pembuka, tim ketiga didorong untuk masuk ke kompetisi oleh tangan yang tak terlihat--tentu saja itu bukan tangan dari Adam Smith- dan yang keempat sepertinya lebih pas bila memanggil orang hilang untuk menempatkan mereka di sana."
"Di waktu yang bersamaan, olahraga ini sudah kehilangan dua konstruktor, BMW dan Toyota. Sementara Renault, mereka praktis hanya tinggal nama. Jadi apa gunanya aturan ini?"
Demikian "serangan" Ferrari terhadap FIA dalam kolom yang berjudul The Horse Whisperer - For whom the bell tolls, yang dimuat dalam situs resmi tim yang bermarkas di Maranello, Italia tersebut.
Ferrari juga secara gamblang menyebut nama-nama tim yang dimaksud sekaligus menyerang mereka, utamanya Campos Meta dan US F1.
"Untuk 13 tim yang sudah terdaftar, atau 'dipaksakan' untuk terdaftar di kejuaraan tahun ini, hanya sebelas yang memenuhi syarat."
"Berdasarkan rumor yang didapat oleh Horse Whisperer, tim ke-12 yakni Campos Meta telah melakukan perombakan dalam jajaran pemegang saham dan manajemen. Perombakan itu terjadi setelah adanya suntikan uang tunai dari seorang "ksatria putih" dalam jumlah besar untuk melakukan penyelamatan di saat terakhir."
"Sementara itu tim ke-13 US F1 tampaknya berusaha bersembunyi di Charlotte, Carloinia Utara, dengan penuh kecemasan yang menaungi pembalap Argentina mereka, Lopez, yang berpikir bahwa dia telah menemukan jalan untuk berlaga di F1."
"Kini sekarang mereka harus mulai dari awal lagi. Ajaibnya, mereka masih bisa mengklaim bahwa semua berjalan dengan lancar, seperti layaknya perahu nelayan yang berlayar di bawah langit berbintang."
Bukan hanya tim-tim yang sudah terdaftar, tulisan itu juga menyerang tim yang dirumorkan bakal masuk yakni Stefan GP.
"Selanjutnya kita bakal kedatangan burung nasar Serbia. Pertama mereka meluncurkan diri ke dalam jalur hukum dengan kemurahan FIA. Selanjutnya mereka mengambil puing-puing Toyota dari kematiannya. Setelah mendapatkan sejumlah orang untuk duduk manajemen, di mana beberapa di antaranya diduga terlibat skandal di waktu lalu, mereka sekarang berdiri dan menanti tim mana yang akan keluar dari kompetisi ini, kemungkinan juga dengan dukungan dengan seorang ksatria yang sama, seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya."
( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
585 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
471 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message






.gif)

