Membicarakan Kewarganegeraan Bayi Yao Ming
Kamis, 04/03/2010 06:06 WIB

Reuters
Jakarta - Tidak lama lagi, pebasket China Yao Ming akan menjadi dari seorang ayah. Perbincangan hangat terjadi di Negeri Tirai Bambu soal kewarganegaraan dari anak center Houston Rockets itu.
Menurut perkiraan, bayi pasangan Yao Ming dan eks pebasket putri Ye Li akan lahir pada musim panas ini. Sang bayi akan berjenis kelamin perempuan.
Menjelang hari bahagia bagi Yao-Ye, masyarakat China kini terkonsentrasi dalam pembicaraan soal: apa kewarganegaraan dari anak pasangan tersebut?
Diberitakan USA Today, saat ini Yao dan isitrinya telah kembali ke Amerika Serikat. Bila lahir di AS, maka sang anak bisa mendapatkan kewarganegaraan Negeri Paman Sam.
Sebenarnya sang anak bisa juga didaftarkan sebagai warga negara China. Namun Negeri Tirai Bambu tidak mengenal kewarganegaraan ganda.
Pembicaraan soal kewarganegaraan menghiasi forum-forum di dunia maya di China. Ada yang pro, ada pula yang kontra.
"Hanya seorang idiot yang bakal menerima kewarganegaraan Amerika," tulis seorang penggemar basket dalam situs www.sina.com.
"Yao Ming adalah seorang individu, bukan alat politik. Ia punya hak untuk memilih di mana anaknya akan dilahirkan, seperti apa tindakan medis yang membantu proses kelahiran, dan juga pendidikan apa untuk sang anak. Kewarganegaraan tidak ada hubungannya dengan loyalitas," tulis pendapat lain dalam situs basket Hoop China.
Juru bicara keluarga Yao, Zhang Mingji menolak untuk membicarakan soal ini. Zhang menerangkan bahwa pebasket Houston Rockets itu kembali ke AS untuk melanjutkan proses pemulihan cederanya.
Seperti diberitakan media pemerintah China, ilmuan memperkirakan putri Yao nantinya akan tumbuh hingga setinggi 1,86 meter, sedikit lebih pendek dari sang ibu Ye Li (1,9 meter). Nantinya anak Yao diharapkan menjadi pebasket masa depan Negeri Tirai Bambu. ( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut perkiraan, bayi pasangan Yao Ming dan eks pebasket putri Ye Li akan lahir pada musim panas ini. Sang bayi akan berjenis kelamin perempuan.
Menjelang hari bahagia bagi Yao-Ye, masyarakat China kini terkonsentrasi dalam pembicaraan soal: apa kewarganegaraan dari anak pasangan tersebut?
Diberitakan USA Today, saat ini Yao dan isitrinya telah kembali ke Amerika Serikat. Bila lahir di AS, maka sang anak bisa mendapatkan kewarganegaraan Negeri Paman Sam.
Sebenarnya sang anak bisa juga didaftarkan sebagai warga negara China. Namun Negeri Tirai Bambu tidak mengenal kewarganegaraan ganda.
Pembicaraan soal kewarganegaraan menghiasi forum-forum di dunia maya di China. Ada yang pro, ada pula yang kontra.
"Hanya seorang idiot yang bakal menerima kewarganegaraan Amerika," tulis seorang penggemar basket dalam situs www.sina.com.
"Yao Ming adalah seorang individu, bukan alat politik. Ia punya hak untuk memilih di mana anaknya akan dilahirkan, seperti apa tindakan medis yang membantu proses kelahiran, dan juga pendidikan apa untuk sang anak. Kewarganegaraan tidak ada hubungannya dengan loyalitas," tulis pendapat lain dalam situs basket Hoop China.
Juru bicara keluarga Yao, Zhang Mingji menolak untuk membicarakan soal ini. Zhang menerangkan bahwa pebasket Houston Rockets itu kembali ke AS untuk melanjutkan proses pemulihan cederanya.
Seperti diberitakan media pemerintah China, ilmuan memperkirakan putri Yao nantinya akan tumbuh hingga setinggi 1,86 meter, sedikit lebih pendek dari sang ibu Ye Li (1,9 meter). Nantinya anak Yao diharapkan menjadi pebasket masa depan Negeri Tirai Bambu. ( nar / roz )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
- Sabtu, 26/05/2012 07:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Wuhan Promosi ke Dunia Lewat Kompleks Olahraga Megah
- Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
- Sabtu, 26/05/2012 08:11 WIB
Tampil di Formula Pilota, Sean Gelael Antusias
- Sabtu, 26/05/2012 06:09 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
- Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
- Sabtu, 26/05/2012 04:50 WIB
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
- Sabtu, 26/05/2012 02:20 WIB
Thailand Serius Ingin Gelar Balapan F1
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
698 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
495 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
473 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message.jpg)








.gif)

