Joshua Clottey Lawan Terakhir Pacquiao?

Doni Wahyudi - detiksport
Kamis, 04/03/2010 19:23 WIB

Reuters

Los Angeles - Ada kabar mengejutkan muncul dari kubu Manny Pacquiao. Meski masih berada di puncak karir, petinju Filipina penyandang beberapa sabuk juara dunia itu mungkin akan pensiun usai menghadapi Joshua Clottey.

Laga Pacquiao menghadapi Clottey rencananya akan dilangsungkan pada 13 Maret mendatang. Kalau kemudian muncul kabar soal kemungkinan petinju 31 tahun itu memutuskan gantung sarung tinju, itu terkait karir politik yang sedang dia rintis saat ini.

Pacman saat ini sudah mencalonkan diri sebagai salah satu anggota kongres Filipina. Jika nantinya dia terpilih dalam pemilu yang akan dilakukan pada Juli 2010 mendatang, maka karir tinju Pacquiao dikhawatirkan bakal habis.

"Itu (pertarungan dengan Clottey) bisa menjadi pertarungan terakhir kami, itu pasti. Saya tak berpikir hal itu bakal terjadi, tapi bisa saja itu terjadi," ungkap pelatih Freddie Roach seperti dikutip dari Yahoosport.

Menjalani dengan bersamaan karir tinju dengan politik diakui Roach sangat sulit dilakukan. Yang jelas promotor Bob Arum sangat terkejut dengan kabar yang beredar tersebut mengingat Pacquiao kini masih berada di puncak karirnya.

"Saya tak bisa membayangkannya. Dengan halus saya sudah memintanya untuk tidak melakukan itu di saat ini. Saya tahu kalau orang-orang di sekitarnya juga melakukan hal yang sama. (Tapi) dia bersikeras melakukan itu," sahut Arum.

Pacquiao, pemegang rekor 50-3-2, 38 KO, sempat mencalonkan menjadi anggota parlemen pada Mei 2007 lalu. Namun dalam pemilu dia kalah tipis atas pesaingnya.

Diakatakan Arum, keputusan Pacman terjun ke dunia politik didorong oleh keinginan untuk membalas budi baik yang sudah diberikan negara dan publik Filipina sehingga mengantar dirinya menjadi salah satu petinju terbaik dunia. Pacquiao merasa melalui bidang politik dirinya bisa membantu warga Filipina mendapatkan penghidupan yang layak.

Pacman sesungguhnya sudah sangat dermawan dengan menyumbangkan uang hingga jutaan dolar untuk kepentingan amal. Bukan itu saja, petinju kelahiran 17 December 1978 itu juga terkenal suka memberi sumbangan untuk keluarga, teman dan bahkan orang pada yang tak dikenal yang sering berkumpul di depan rumahnya di Filipina.

"Jika dia terpilih, saya yakin dia akan masih punya waktu untuk menjalani training camp. Lagipula kantor-kantor pemerintah tutup saat dia bertarung. Teroris meminta gencatan senjata dan berhenti berperang. Saya pikir saya bisa memakainya selama delapan pekan," seloroh Roach.

Faktor lain yang membuat peluang Pacman pensiun makin besar adalah minimnya petinju yang bisa dia hadapi, pasca penolakan Floyd Mayweather Jr. beberapa waktu lalu.

"Jika Mayweather mengalahkan (Sugar Shane) Mosley dan dia kemudian tak mau bertarung dengan Manny, siapa lagi yang ada di sana? Menghadapi Juan Manuel Marquez (untuk kali ketiga)? Mungkin Edwin Valero? Orang-orang maunya melihat Manny-Mayweather," lanjut Roach.

Saat ditanya soal kemungkinan menjalani dua karir yang berbeda di satu waktu, Pacquiao mengaku tak bermasalah dengan hal tersebut. Satu hal yang jelas sangat dia inginkan adalah terus berupaya membantu masyarakat Filipina.

"Saya tak tahu, tapi saya masih bisa terus bertarung. Tinju berbeda dengan politik. Politik lebih kepada pelayanan. ...Saya ingin menjadi pelayan publik yang baik. Saya Ingin membantu orang-orang," jelas Pacquiao.

( din / a2s )

Dapatkan info harian khusus olahraga Tinju.
Ketik REG DS TINJU kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru