Nyaris, Seba
Senin, 15/03/2010 08:08 WIB

(Getty Images)
Terkait
Manama - Sebastian Vettel hampir saja mengalahkan empat juara dunia di seri pembuka musim 2010, GP Bahrain, Minggu (14/3/2010). Namun, kecuali mesin mobil Red Bull-nya, ia nyaris tampil tanpa cacat.
Vettel memang layak masuk daftar unggulan juara di musim ini, terlebih setelah performanya musim lalu amat memikat. Dan ia mengawali kiprahnya di tahun ini dengan meraih pole position dari sesi kualifikasi.
Saat balapan pembalap Jerman ini meluncur mulus di fase krusial sampai tikungan pertama. Posisi terdepan berhasil ia pertahankan, dan itu ia jaga terus sampai melebihi setengah lomba.
Sejauh itu Vettel seperti terlihat aman walaupun terus ditempel ketat oleh Fernando Alonso. Namun, memasuki putaran ke-30 'Banteng Merah' semakin dirapati oleh 'Kuda Jingkrak'. Alonso tinggal menunggu momen yang tepat untuk mengejar Vettel setelah di-push Ferrari yang mengendus adanya penurunan performa mesin Renault di sasis RB6.
Dan hal itu terjadi di lap 34. Alonso terlihat cukup mudah meng-overtake Vettel, yang bahkan juga langsung disusul Felipe Massa. Di lap 38 Vettel juga dikalahkan Lewis Hamilton, dan beruntung tidak juga dibalap Nico Rosberg alias masih dapat 12 poin, finish di posisi keempat.
Sebuah isu berhembus dari paddock Red Bull seusai balapan. Disebutkan bahwa Vettel kecapekan sehingga performanya menurun seiring dengan performa RB6 yang juga nge-drop. Namun itu buru-buru disangkal pihak Red Bull. Ditegaskan bahwa kegagalan Vettel semata-mata faktor teknis, ada kendala elektrik di mesin.
Penasehat tim Red Bull Helmut Marko segera membesarkan hati Seba -- sapaan untuk anak muda berusia 22 tahun it u --, bahwa penampilannya sudah luar biasa.
"Dia menakjubkan," ujar Marko. "Di balapan yang sulit ini dia tanpa kesalahan. Dia mengendalikan semuanya dari awal."
Dua sensasi yang disebutkan Marko adalah kemampuan Vettel mempertahankan posisinya saat start, serta upayanya tidak sampai dikejar duo Mercedes (Nico Rosberg dan Michael Schumacher) setelah masalah pada mesin mobilnya ditemukan.
Dari lima kemenangan dalam karirnya, empat di antaranya dibuat Vettel di musim lalu, ketika dia finish sebagai runner up di bawah Jenson Button. Statistik itu yang membuat dia lebih diyakini bisa menjadi kampiun, seperti empat jawara saat ini (Alonso, Hamilton, Button dan Schumacher). Paling tidak, dalam bursa-bursa taruhan ia umumnya ditempatkan di urutan kedua favorit juara setelah Alonso.
( a2s / mrp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Vettel memang layak masuk daftar unggulan juara di musim ini, terlebih setelah performanya musim lalu amat memikat. Dan ia mengawali kiprahnya di tahun ini dengan meraih pole position dari sesi kualifikasi.
Saat balapan pembalap Jerman ini meluncur mulus di fase krusial sampai tikungan pertama. Posisi terdepan berhasil ia pertahankan, dan itu ia jaga terus sampai melebihi setengah lomba.
Sejauh itu Vettel seperti terlihat aman walaupun terus ditempel ketat oleh Fernando Alonso. Namun, memasuki putaran ke-30 'Banteng Merah' semakin dirapati oleh 'Kuda Jingkrak'. Alonso tinggal menunggu momen yang tepat untuk mengejar Vettel setelah di-push Ferrari yang mengendus adanya penurunan performa mesin Renault di sasis RB6.
Dan hal itu terjadi di lap 34. Alonso terlihat cukup mudah meng-overtake Vettel, yang bahkan juga langsung disusul Felipe Massa. Di lap 38 Vettel juga dikalahkan Lewis Hamilton, dan beruntung tidak juga dibalap Nico Rosberg alias masih dapat 12 poin, finish di posisi keempat.
Sebuah isu berhembus dari paddock Red Bull seusai balapan. Disebutkan bahwa Vettel kecapekan sehingga performanya menurun seiring dengan performa RB6 yang juga nge-drop. Namun itu buru-buru disangkal pihak Red Bull. Ditegaskan bahwa kegagalan Vettel semata-mata faktor teknis, ada kendala elektrik di mesin.
Penasehat tim Red Bull Helmut Marko segera membesarkan hati Seba -- sapaan untuk anak muda berusia 22 tahun it u --, bahwa penampilannya sudah luar biasa.
"Dia menakjubkan," ujar Marko. "Di balapan yang sulit ini dia tanpa kesalahan. Dia mengendalikan semuanya dari awal."
Dua sensasi yang disebutkan Marko adalah kemampuan Vettel mempertahankan posisinya saat start, serta upayanya tidak sampai dikejar duo Mercedes (Nico Rosberg dan Michael Schumacher) setelah masalah pada mesin mobilnya ditemukan.
Dari lima kemenangan dalam karirnya, empat di antaranya dibuat Vettel di musim lalu, ketika dia finish sebagai runner up di bawah Jenson Button. Statistik itu yang membuat dia lebih diyakini bisa menjadi kampiun, seperti empat jawara saat ini (Alonso, Hamilton, Button dan Schumacher). Paling tidak, dalam bursa-bursa taruhan ia umumnya ditempatkan di urutan kedua favorit juara setelah Alonso.
( a2s / mrp )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 07:03 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
- Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
- Sabtu, 26/05/2012 07:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Wuhan Promosi ke Dunia Lewat Kompleks Olahraga Megah
- Sabtu, 26/05/2012 08:11 WIB
Tampil di Formula Pilota, Sean Gelael Antusias
- Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
- Sabtu, 26/05/2012 06:09 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
- Sabtu, 26/05/2012 04:50 WIB
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
- Sabtu, 26/05/2012 02:20 WIB
Thailand Serius Ingin Gelar Balapan F1
- Sabtu, 26/05/2012 02:55 WIB
Milan Tak Punya Uang, Ibra Tetap Setia
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Jumat, 25/05/2012 17:28 WIB
Laporan dari Wuhan
Dibayar Makan 2 Kali, Relawan Thomas-Uber Senang-Senang Saja
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
699 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
495 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
473 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

