Muncul Wacana Legalkan Team Order
Rabu, 28/07/2010 02:43 WIB

Alonso, Massa (Reuters)
Hockenheim - Akhir-akhir ini pembicaraan soal team order kembali mengiasi kompetisi F1. Dalam perkembangannya, muncul wacana agar melegalkan team order saja agar tak menjadi polemik.
Masalah itu terjadi usai duo Ferrari kedapatan melakukan team order dalam GP Jerman akhir pekan kemarin. Tim asal Italia itu selanjutnya didenda Rp 903 juta.
Sanksi berupa denda sudah dijatuhkan dan diterima Ferrari. Namun polemik soal "strategi" ini dan juga kecaman terhadap tim Kuda Jingkrak tak berhenti. Bahkan bos Ferrari meminta agar mereka yang mengkritik team order untuk tak bersikap munafik.
Dalam perkembangannya, muncul wacana untuk melegalkan team order saja, pasalnya hal ini merupakan sesuatu yang sebenarnya relatif sering terjadi. "Banyak team order terjadi di F1. Itu selalu terjadi dan akan terjadi lagi. Apakah hanya karenan Ferrari ketahuan, apakah membuat pelanggaran itu begitu buruk?" tulis mantan pembalap David Coulthard dalam kolomnya di Daily Mail.
"Saya tidak yakin dengan sikap-sikap hipokrit soal team order yang terdengar selama ini," ulas pria yang kini menjadi konsultan dari tim Red Bull itu.
Sementara itu chairman Prodrive David Richards mengatakan bahwa perlu adanya diskusi terbuka soal perlu atau tidaknya team order dilegalkan.
"Kami harus mengkomunikasikan hal ini secara terbuka dan langsung. Bila ini didiskusikan secara terbuka publik bisa paham tentang kerjasama tim di F1, di mana ada dua mobil di setiap tim, dan kejadian ini bakal dinilai fair," tandas Richards seperti dikutip dari Reuters.
"Kita lihat di (balap sepeda) Tour de France misalnya, di mana pembalap yang jadi juara mendapat pertolongan dari rekan satu timnya," ujar mantan bos tim Benetton dan BAR tersebut.
"Wajar bila team order mengundang banyak pendapat karena ini juga terjadi di banyak cabang olahraga. Saya sangat paham bila aturan team order ini harus diganti dan kemungkinan besar ada banyak hal sensitif yang harus jadi pertimbangan sebelum memutuskan," kata Richards.
Sementara bos F1 Bernie Ecclestone menilai bahwa keputusan keputusan penggunaan team order merupakan hak setiap tim dan tidak ada pihak luar yang boleh untuk ikut campur.
( nar / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Masalah itu terjadi usai duo Ferrari kedapatan melakukan team order dalam GP Jerman akhir pekan kemarin. Tim asal Italia itu selanjutnya didenda Rp 903 juta.
Sanksi berupa denda sudah dijatuhkan dan diterima Ferrari. Namun polemik soal "strategi" ini dan juga kecaman terhadap tim Kuda Jingkrak tak berhenti. Bahkan bos Ferrari meminta agar mereka yang mengkritik team order untuk tak bersikap munafik.
Dalam perkembangannya, muncul wacana untuk melegalkan team order saja, pasalnya hal ini merupakan sesuatu yang sebenarnya relatif sering terjadi. "Banyak team order terjadi di F1. Itu selalu terjadi dan akan terjadi lagi. Apakah hanya karenan Ferrari ketahuan, apakah membuat pelanggaran itu begitu buruk?" tulis mantan pembalap David Coulthard dalam kolomnya di Daily Mail.
"Saya tidak yakin dengan sikap-sikap hipokrit soal team order yang terdengar selama ini," ulas pria yang kini menjadi konsultan dari tim Red Bull itu.
Sementara itu chairman Prodrive David Richards mengatakan bahwa perlu adanya diskusi terbuka soal perlu atau tidaknya team order dilegalkan.
"Kami harus mengkomunikasikan hal ini secara terbuka dan langsung. Bila ini didiskusikan secara terbuka publik bisa paham tentang kerjasama tim di F1, di mana ada dua mobil di setiap tim, dan kejadian ini bakal dinilai fair," tandas Richards seperti dikutip dari Reuters.
"Kita lihat di (balap sepeda) Tour de France misalnya, di mana pembalap yang jadi juara mendapat pertolongan dari rekan satu timnya," ujar mantan bos tim Benetton dan BAR tersebut.
"Wajar bila team order mengundang banyak pendapat karena ini juga terjadi di banyak cabang olahraga. Saya sangat paham bila aturan team order ini harus diganti dan kemungkinan besar ada banyak hal sensitif yang harus jadi pertimbangan sebelum memutuskan," kata Richards.
Sementara bos F1 Bernie Ecclestone menilai bahwa keputusan keputusan penggunaan team order merupakan hak setiap tim dan tidak ada pihak luar yang boleh untuk ikut campur.
( nar / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
616 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

