Larangan Team Order Tak Realistis
Kamis, 29/07/2010 06:02 WIB

Getty Images
Hockenheim - Ferrari telah mendapatkan hukuman karena melakukan team order di GP Jerman pekan lalu. Bagi bos Mercedes GP, Ross Brawn, sebenarnya larangan team order itu tidak realistis.
Di GP Jerman di Sirkuit Hockenheim akhir pekan lalu, Fernando Alonso sukses menjadi juara setelah di pertengahan lomba ia 'diberi jalan' oleh rekan setimnya, Felipe Massa, atas perintah Ferrari.
Atas tindakan tersebut, Ferrari mendapat hukuman denda 100 ribu dolar AS dan bisa jadi akan dikenai sanksi tambahan karena FIA membawa kasus itu ke sidang World Motosport Council, September depan.
Meski mendapat kecaman dari sana-sini, Ferrari bersikukuh membela tindakannya. Supremo F1 Bernie Ecclestone memperlihatkan pembelaannya dengan menyebut team order adalah urusan internal sebuah tim.
Ecclestone tidak secara tegas mengatkan bahwa larangan team order harus dihapus, tapi Brawn mengambil langkah lebih berani dengan menyebut pelarangan tersebut tidak realistis.
"Saya mengerti kalau fans F1 merasa kecewa dengan apa yang mereka saksikan Minggu kemarin," ungkap Brawn kepada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Autosport.
"Aturan yang melarang team order sudah tidak realistis. Tim dan FIA harus mencari solusi transparan bersama yang tetap menjaga integritas kompetisi dan menjaga olahraga ini," tukas eks petinggi Ferrari itu.
Brawn berada di Ferrari saat terjadi team order antara Rubens Barrichello dan Michael Schumacher di GP Austria 2002. Insiden itulah yang membuat team order jadi hal yang haram.
Brawn sendiri secara jujur mengakui bahwa kalau timnya dihadapkan pada situasi di mana team order dimungkinkan, maka ia akan melakukannya.
"Para pembalap kami diperintahkan untuk tidak saling bertabrakan. Jika salah satunya punya kans juara lebih besar dari yang lain, maka kami ingin keduanya bertindak demi kepentingan tim tanpa membuang peluang itu," tandas Brawn.
( arp / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Di GP Jerman di Sirkuit Hockenheim akhir pekan lalu, Fernando Alonso sukses menjadi juara setelah di pertengahan lomba ia 'diberi jalan' oleh rekan setimnya, Felipe Massa, atas perintah Ferrari.
Atas tindakan tersebut, Ferrari mendapat hukuman denda 100 ribu dolar AS dan bisa jadi akan dikenai sanksi tambahan karena FIA membawa kasus itu ke sidang World Motosport Council, September depan.
Meski mendapat kecaman dari sana-sini, Ferrari bersikukuh membela tindakannya. Supremo F1 Bernie Ecclestone memperlihatkan pembelaannya dengan menyebut team order adalah urusan internal sebuah tim.
Ecclestone tidak secara tegas mengatkan bahwa larangan team order harus dihapus, tapi Brawn mengambil langkah lebih berani dengan menyebut pelarangan tersebut tidak realistis.
"Saya mengerti kalau fans F1 merasa kecewa dengan apa yang mereka saksikan Minggu kemarin," ungkap Brawn kepada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Autosport.
"Aturan yang melarang team order sudah tidak realistis. Tim dan FIA harus mencari solusi transparan bersama yang tetap menjaga integritas kompetisi dan menjaga olahraga ini," tukas eks petinggi Ferrari itu.
Brawn berada di Ferrari saat terjadi team order antara Rubens Barrichello dan Michael Schumacher di GP Austria 2002. Insiden itulah yang membuat team order jadi hal yang haram.
Brawn sendiri secara jujur mengakui bahwa kalau timnya dihadapkan pada situasi di mana team order dimungkinkan, maka ia akan melakukannya.
"Para pembalap kami diperintahkan untuk tidak saling bertabrakan. Jika salah satunya punya kans juara lebih besar dari yang lain, maka kami ingin keduanya bertindak demi kepentingan tim tanpa membuang peluang itu," tandas Brawn.
( arp / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
616 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message






.gif)

