Schumi Dikritik, Ralf Membela
Senin, 09/08/2010 18:27 WIB

Getty Images
Berlin - Kritik masih menghampiri Michael Schumacher pasca comeback, terlebih setelah dia melakukan manuver yang membahayakan Rubens Barrichello. Mendengar sang kakak terus dapat penilaian miring, Ralf Schumacher pun membela.
Pada balapan GP Hongaria awal Agustus lalu, Schumi secara ilegal menghalangi laju Rubens Barrichello. Tindakannya dinilai berbahaya karena nyaris membuat Barrichello menghantam ke dinding dalam kecepatan tinggi.
Atas kejadian itu sendiri Schumi sudah mendapatkan hukuman dan dia pun menerima hukuman tersebut. Namun, aksi juara dunia tujuh kali itu sudah terlanjur menuai macam-macam cibiran. Mendengar hal tersebut, Ralf pun ikut tak terima dan membela.
"Saya pikir sungguh tak tepat saat Michael digambarkan sebagai sosok robot tak berperasaan. Itu bukan Michael. Dia sudah memikirkan manuvernya dan minta maaf, dia sudah menyadari kesalahannya. Semua orang harus percaya padanya dan melupakan hal itu," tukas Ralf kepada suratkabar Welt am Sonntag yang dikutip ESPN F1.
Sejumlah mantan pembap F1 seperti David Coulthard, Eddie Irvine, Jackie Stewart dan Niki Lauda, sebelum ini sudah secara terbuka melemparkan kritik atas tindakan Schumi di GP Hongaria. Ini merupakan salah satu bab mengecewakan lainnya pasca comeback si pria 41 tahun.
Sekali lagi Ralf pun membela Schumi yang enam tahun lebih tua darinya tersebut. "Sudah pasti banyak orang yang punya sejarah dengan Michael. Itu adalah sebuah manuver sengit, tapi itu menunjukkan betapa Michael masih menjalani pekerjaannya dengan serius."
"Sebelum ini dia dikritik karena terlalu keras dan dingin, dan sekarang moodnya itu diinterpretasikan sebagai kurangnya ambisi. Itu tak tepat. Satu hal yang jelas, kembalinya dia (ke F1) sudah membantu seluruh balapan F1, hanya belum dirinya sendiri," lugas Ralf.
( krs / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pada balapan GP Hongaria awal Agustus lalu, Schumi secara ilegal menghalangi laju Rubens Barrichello. Tindakannya dinilai berbahaya karena nyaris membuat Barrichello menghantam ke dinding dalam kecepatan tinggi.
Atas kejadian itu sendiri Schumi sudah mendapatkan hukuman dan dia pun menerima hukuman tersebut. Namun, aksi juara dunia tujuh kali itu sudah terlanjur menuai macam-macam cibiran. Mendengar hal tersebut, Ralf pun ikut tak terima dan membela.
"Saya pikir sungguh tak tepat saat Michael digambarkan sebagai sosok robot tak berperasaan. Itu bukan Michael. Dia sudah memikirkan manuvernya dan minta maaf, dia sudah menyadari kesalahannya. Semua orang harus percaya padanya dan melupakan hal itu," tukas Ralf kepada suratkabar Welt am Sonntag yang dikutip ESPN F1.
Sejumlah mantan pembap F1 seperti David Coulthard, Eddie Irvine, Jackie Stewart dan Niki Lauda, sebelum ini sudah secara terbuka melemparkan kritik atas tindakan Schumi di GP Hongaria. Ini merupakan salah satu bab mengecewakan lainnya pasca comeback si pria 41 tahun.
Sekali lagi Ralf pun membela Schumi yang enam tahun lebih tua darinya tersebut. "Sudah pasti banyak orang yang punya sejarah dengan Michael. Itu adalah sebuah manuver sengit, tapi itu menunjukkan betapa Michael masih menjalani pekerjaannya dengan serius."
"Sebelum ini dia dikritik karena terlalu keras dan dingin, dan sekarang moodnya itu diinterpretasikan sebagai kurangnya ambisi. Itu tak tepat. Satu hal yang jelas, kembalinya dia (ke F1) sudah membantu seluruh balapan F1, hanya belum dirinya sendiri," lugas Ralf.
( krs / key )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
616 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

