Ferrari Balas Cibir Lauda
Sabtu, 21/08/2010 22:28 WIB

Lauda (Getty Images)
Jakarta - Setelah dikritik Niki Lauda yang mantan pembalapnya sendiri, Ferrari melontarkan balasan. 'Kuda Jingkrak' menilai Lauda seperti seorang munafik karena komentarnya itu.
Ferrari sedang menanti keputusan dari pertemuan World Motor Sport Council (WMSC) pekan depan, terkait kasus team order di Hockenheimring. Saat itu Fernando Alonso jadi juara usai Felipe Massa dengan sengaja memberi jalan setelah dapat instruksi dari tim.
Lauda ikut mengecam team order Ferrari, yang pernah dia bela pada periode 1974-1977 tersebut. Kini Ferrari membalas dengan menyebut juara dunia tiga kali itu pun pernah menikmati buah dari kebijakan instruksi tim alias team order.
"Setelah kejadian di Hockenheim, paddock diliputi gelombang kemunafikan, dengan banyak pengamat, tua dan muda, gatal memberikan komentar. Sebuah opini datang dari Austria, dari seseorang yang usai gantung helm, tak pernah luput memberi komentar-komentar," tulis sebuah kolom dalam situs resmi Ferrari yang dikutip Crash.
"Kali ini, Niki gagal menutup mulut dan terkait dengan (komentarnya) itu, saat dia masih menjadi pembalap Scuderia, kebijakan Ferrari yang dia maksud malah sudah cocok sekali dengannya. Terlepas dari hal tersebut, ke mana perginya kemarahan moralnya, saat tahunan bergulir dan sebegitu banyak pihak yang sudah bersalah sedikit banyak karena tindakan munafiknya?" lugas Ferrari.
Sebelumnya, Luca Di Montezemolo selaku presiden Ferrari juga telah menyebut kritikan terhadap timnya adalah sebuah opini yang lekat dengan kemunafikan.
"Dalam banyak kejadian, hal seperti ini terjadi sejak (Tazio) Nuvolari (pembalap Ferrari di era 1930-an). Saya sendiri mengalaminya saat masih menjabat direktur olahraga, saat ada Niki Lauda, dan bukan itu saja," seru Di Montezemolo saat itu.
Team order sendiri sebenarnya sempat dinilai legal semenjak kejuaraan dunia F1 dimulai tahun 1950. Namun, pada tahun 2002 hal itu dilarang menyusul sejumlah kejadian, khususnya tindakan Ferrari pada GP Austria di tahun itu.
( krs / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ferrari sedang menanti keputusan dari pertemuan World Motor Sport Council (WMSC) pekan depan, terkait kasus team order di Hockenheimring. Saat itu Fernando Alonso jadi juara usai Felipe Massa dengan sengaja memberi jalan setelah dapat instruksi dari tim.
Lauda ikut mengecam team order Ferrari, yang pernah dia bela pada periode 1974-1977 tersebut. Kini Ferrari membalas dengan menyebut juara dunia tiga kali itu pun pernah menikmati buah dari kebijakan instruksi tim alias team order.
"Setelah kejadian di Hockenheim, paddock diliputi gelombang kemunafikan, dengan banyak pengamat, tua dan muda, gatal memberikan komentar. Sebuah opini datang dari Austria, dari seseorang yang usai gantung helm, tak pernah luput memberi komentar-komentar," tulis sebuah kolom dalam situs resmi Ferrari yang dikutip Crash.
"Kali ini, Niki gagal menutup mulut dan terkait dengan (komentarnya) itu, saat dia masih menjadi pembalap Scuderia, kebijakan Ferrari yang dia maksud malah sudah cocok sekali dengannya. Terlepas dari hal tersebut, ke mana perginya kemarahan moralnya, saat tahunan bergulir dan sebegitu banyak pihak yang sudah bersalah sedikit banyak karena tindakan munafiknya?" lugas Ferrari.
Sebelumnya, Luca Di Montezemolo selaku presiden Ferrari juga telah menyebut kritikan terhadap timnya adalah sebuah opini yang lekat dengan kemunafikan.
"Dalam banyak kejadian, hal seperti ini terjadi sejak (Tazio) Nuvolari (pembalap Ferrari di era 1930-an). Saya sendiri mengalaminya saat masih menjabat direktur olahraga, saat ada Niki Lauda, dan bukan itu saja," seru Di Montezemolo saat itu.
Team order sendiri sebenarnya sempat dinilai legal semenjak kejuaraan dunia F1 dimulai tahun 1950. Namun, pada tahun 2002 hal itu dilarang menyusul sejumlah kejadian, khususnya tindakan Ferrari pada GP Austria di tahun itu.
( krs / nar )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
616 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

