Mosley: Poin Ferrari, Alonso dan Massa Harus Dihapus
Senin, 23/08/2010 01:11 WIB

Reuters
Terkait
Jakarta - Mantan Presiden FIA Max Mosley bersuara keras soal skandal team order yang dilakukan Ferrari di GP Jerman lalu. Menurut Mosley, poin Ferrari dan kedua pembalapnya harus dihapus.
Di GP Jerman akhir Juli lalu, Ferrari memerintahkan pembalapnya, Felipe Massa, untuk memberi jalan bagi rekan setimnya, Fernando Alonso. Alonso kemudian berhasil memenangi balapan.
Atas tindakan itu, Ferrari sudah dikenai denda sebesar 100 ribu dolar AS, sekaligus akan disidang di hadapan World Motor Sports Council (WMSC) di Paris, September mendatang.
"Seperti biasa, semua tim pasti mengutamakan kepentingan dan keuntungannya di atas semuanya," kata Mosley mengomentari kejadian tersebut kepada Welt am Sonntag.
"Tapi jika kita bicara soal kepentingan publik yang mengikuti balapan itu, datang ke sebuah GP dan mengeluarkan uang untuk membeli tiket, sehingga membiayai balapan ini, taktik seperti itu harus dilarang. Tim yang melanggar larangan itu harus dihukum," imbuh dia.
Pekan ini, mantan juara dunia F1 Niki Lauda memprediksi Ferrari akan dikenai sanksi yang berat. Mosley dengan lebih berani mendesak agar poin Ferrari, Alonso dan Massa dihapus saja.
"Saya tidak akan memberi rekomendasi, tapi melihat fakta yang ada, hukuman denda haruslah diikuti oleh hukuman di kompetisi," cetus eks Presiden FIA asal Inggris itu.
"Jelas, poin yang diperoleh kedua pembalap dan tim di GP Jerman tadi harus dihapus," seru Mosley tegas.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Di GP Jerman akhir Juli lalu, Ferrari memerintahkan pembalapnya, Felipe Massa, untuk memberi jalan bagi rekan setimnya, Fernando Alonso. Alonso kemudian berhasil memenangi balapan.
Atas tindakan itu, Ferrari sudah dikenai denda sebesar 100 ribu dolar AS, sekaligus akan disidang di hadapan World Motor Sports Council (WMSC) di Paris, September mendatang.
"Seperti biasa, semua tim pasti mengutamakan kepentingan dan keuntungannya di atas semuanya," kata Mosley mengomentari kejadian tersebut kepada Welt am Sonntag.
"Tapi jika kita bicara soal kepentingan publik yang mengikuti balapan itu, datang ke sebuah GP dan mengeluarkan uang untuk membeli tiket, sehingga membiayai balapan ini, taktik seperti itu harus dilarang. Tim yang melanggar larangan itu harus dihukum," imbuh dia.
Pekan ini, mantan juara dunia F1 Niki Lauda memprediksi Ferrari akan dikenai sanksi yang berat. Mosley dengan lebih berani mendesak agar poin Ferrari, Alonso dan Massa dihapus saja.
"Saya tidak akan memberi rekomendasi, tapi melihat fakta yang ada, hukuman denda haruslah diikuti oleh hukuman di kompetisi," cetus eks Presiden FIA asal Inggris itu.
"Jelas, poin yang diperoleh kedua pembalap dan tim di GP Jerman tadi harus dihapus," seru Mosley tegas.
( arp / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
-
Kamis, 24/05/2012 20:49 WIB
Free Practice II GP Monako
Button Unjuk Gigi di Sesi Kedua
-
Kamis, 24/05/2012 18:34 WIB
Perez Semangat Tatap Balapan Perdana di Monaco
-
Kamis, 24/05/2012 17:12 WIB
Free Practice I GP Monako
Alonso Tercepat di Sesi Pertama
-
Kamis, 24/05/2012 07:33 WIB
Jelang GP Monako
Rekor Baru Tercipta Jika Kembali Ada Pemenang Berbeda
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
618 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

