Tujuh Faktor Nurdin Halid Sulit Diturunkan
Rabu, 16/02/2011 17:21 WIB
Yogyakarta - Nurdin Halid masih nyaman duduk di kursi ketua umum PSSI meski digempur dari segala penjuru oleh berbagai elemen pecinta sepakbola tanah air. Mengapa?
Pertanyaan tersebut mengemuka dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid karangan Erwiyantoro di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta.
Bedah buku tersebut dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), FX Hady Rudyatmo (Ketua Persis Solo – Wakil Walikota Solo), Jeremias Lemek (pengacara senior), dan Erwiyantoro sendiri.
Zainal mengaku heran dengan eksistensi Nurdin di posisi puncak PSSI. Padahal, pria asal Makassar itu sudah ratusan kali diminta mundur karena tak mampu menghadirkan prestasi untuk sepakbola tanah air.
"Kenapa sih orang-orang seperti itu bisa bertahan? Padahal gempurannya ada, tidak kecil, prestasinya tidak ada, tapi masih bisa bertahan?" ujarnya.
Menurut Zainal, setidaknya ada tujuh faktor yang membuat posisi Nurdin sulit digoyang. Ketujuh faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.
"Ada empat faktor internal. Pertama, dia mampu mengonsolidasikan kekuasaan. Ini ribet dilawan. Dia bercokol di partai besar, Golkar. Dia eks anggota DPR, dia punya jaringan yang luas," urai Zainal.
"Kedua, Nurdin pintar memainkan ritme politik. Saat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) digelar, dia dengan pintarnya membawa sentimen Partai Demokrat versus Golkar. Seolah-olah Demokrat ingin mengganggu Golkar."
"Ketiga, dia punya kekuasaan politik. Banyak petinggi partai yang menetek pada Nurdin."
"Keempat, Nurdin menerjemahkan perintah 'Robin Hood' menjadi 'Sinterklas'."
Sementara untuk faktor eksternal, Zainal menjabarkan ada tiga faktor.
"Pertama, statuta FIFA. Statuta FIFA melarang negara campur tangan. Banyak negara diskorsing gara-gara ini," sambungnya.
"Kedua, penegakan hukum yang lemah. Saat Nurdin dipenjara dan dia bilang akan memimpin dari penjara, ini 'kan aneh. Bagaimana orang bisa memimpin dari penjara, padahal di penjara penuh keterbatasan."
"Ketiga, kepemimpinan negara yang memang lemah. Presiden kita tidak punya nyali untuk menurunkan Nurdin," tutupnya.
( a2s / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pertanyaan tersebut mengemuka dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid karangan Erwiyantoro di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta.
Bedah buku tersebut dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), FX Hady Rudyatmo (Ketua Persis Solo – Wakil Walikota Solo), Jeremias Lemek (pengacara senior), dan Erwiyantoro sendiri.
Zainal mengaku heran dengan eksistensi Nurdin di posisi puncak PSSI. Padahal, pria asal Makassar itu sudah ratusan kali diminta mundur karena tak mampu menghadirkan prestasi untuk sepakbola tanah air.
"Kenapa sih orang-orang seperti itu bisa bertahan? Padahal gempurannya ada, tidak kecil, prestasinya tidak ada, tapi masih bisa bertahan?" ujarnya.
Menurut Zainal, setidaknya ada tujuh faktor yang membuat posisi Nurdin sulit digoyang. Ketujuh faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.
"Ada empat faktor internal. Pertama, dia mampu mengonsolidasikan kekuasaan. Ini ribet dilawan. Dia bercokol di partai besar, Golkar. Dia eks anggota DPR, dia punya jaringan yang luas," urai Zainal.
"Kedua, Nurdin pintar memainkan ritme politik. Saat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) digelar, dia dengan pintarnya membawa sentimen Partai Demokrat versus Golkar. Seolah-olah Demokrat ingin mengganggu Golkar."
"Ketiga, dia punya kekuasaan politik. Banyak petinggi partai yang menetek pada Nurdin."
"Keempat, Nurdin menerjemahkan perintah 'Robin Hood' menjadi 'Sinterklas'."
Sementara untuk faktor eksternal, Zainal menjabarkan ada tiga faktor.
"Pertama, statuta FIFA. Statuta FIFA melarang negara campur tangan. Banyak negara diskorsing gara-gara ini," sambungnya.
"Kedua, penegakan hukum yang lemah. Saat Nurdin dipenjara dan dia bilang akan memimpin dari penjara, ini 'kan aneh. Bagaimana orang bisa memimpin dari penjara, padahal di penjara penuh keterbatasan."
"Ketiga, kepemimpinan negara yang memang lemah. Presiden kita tidak punya nyali untuk menurunkan Nurdin," tutupnya.
( a2s / din )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Pemainnya Luka Kena Petasan, Persiba Minta Persisam Dihukum
-
Jumat, 25/05/2012 23:19 WIB
Idolakan Barca, Wanggai Takkan Kejar Jersey Pemain Inter
-
Jumat, 25/05/2012 22:41 WIB
Persiapan Mepet, Indonesia Selection Tetap Semangat Tantang Inter
-
Jumat, 25/05/2012 21:17 WIB
Hamann, Blomqvist, Merson Masih Ditunggu di Jakarta
-
Jumat, 25/05/2012 20:10 WIB
Fowler Tak Anggap EPL Masters Cuma Main-Main
- Sabtu, 26/05/2012 10:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Jepang Mengejar China
- Sabtu, 26/05/2012 07:17 WIB
Laporan dari Wuhan
Wuhan Promosi ke Dunia Lewat Kompleks Olahraga Megah
- Sabtu, 26/05/2012 06:15 WIB
Dengan Kaki Kanan, Messi Teruskan Ketajaman di Final
- Sabtu, 26/05/2012 07:00 WIB
China Sukses karena Menjadi Keluarga
- Sabtu, 26/05/2012 08:11 WIB
Tampil di Formula Pilota, Sean Gelael Antusias
- Sabtu, 26/05/2012 06:09 WIB
Sulitnya Samai Capaian Guardiola
- Sabtu, 26/05/2012 04:50 WIB
Kalahkan Bilbao, Barca Menangi Copa del Rey
- Sabtu, 26/05/2012 02:20 WIB
Thailand Serius Ingin Gelar Balapan F1
- Sabtu, 26/05/2012 02:55 WIB
Milan Tak Punya Uang, Ibra Tetap Setia
- Jumat, 25/05/2012 20:32 WIB
Adu Penalti Sering Jadi Tragedi, FIFA Pikirkan Alternatif Lain
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
699 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
495 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
473 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
244 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






Sending your message







.gif)

