Jumat, 04/03/2011 22:53 WIB

Analisa Liverpool v Manchester United

BBCIndonesia.com - detikSport

Alan Hansen

Pengamat bola BBC

Kekalahan Manchester United di kaki Chelsea membuat kekalahan di kandang Liverpool -yang tidak pernah menjadi tempat ramah bagi Alex Ferguson dan timnya- tidak bisa diterima.

Jika Alex Ferguson mengambil sisi positif dari kekalahan 1-2 di Stamford Bridge, mereka akan memusatkan perhatian pada babak pertama dimana penampilan tim ini adalah yang terbaik tahun ini.

Ferguson akan yakin jika MU bisa tampil seperti itu di Anfield pada hari Minggu (06/03) timnya akan bisa mendapat poin.

Akan tetapi dalam babak kedua di Chelsea, MU kehilangan kendali permainan yang sebenarnya tidak mungkin dilakukan oleh tim-tim Ferguson sebelumnya.

Banyak hal sudah berubah dalam dunia sepak bola dalam 30 terakhir namun satu hal yang tetap sama, yaitu kemenangan di kandang lawan menjadi penentu satu tim merebut gelar juara Liga.

Tim juara merebut gelar dengan penampilan luar biasa di kandang lawan dan catatan MU di kandang lawan karena kehilangan 22 poin, itu sebabnya perebutan gelar juara Liga Primer masih terbuka luas.

MU memang tidak diuntungkan oleh keputusan wasit di Stamford Bridge tetapi kalau kita melihat penampilan mereka tahun ini, sebenarnya mereka sering diuntungkan oleh keputusan wasit yang merugikan lawan mereka.

Mereka mengalahkan West Bromwich Albion 2-1, tetapi seharusnya Gary Neville mendapat kartu merah karena menjatuhkan Graham Dorrans di kotak penalti. Mereka bermain seri di kandang Tottenham, tetapi menang 3-2 di kandang Blackpool setelah dewi fortuna kembali berpihak karena wasit tidak memberi hukuman penalti ketika Rafael menjatuhkan Luke Varney di kotak penalti pada saat kedudukan 2-0.

MU kalah di kandang Wolves dan ketika mereka menang 4-0 di kandang Wigan hari Sabtu (26/02) mereka terus digempur selama 20 menit pertama dan Wayne Rooney seharusnya mendapat kartu merah karena menyikut James McCarthy.

Ini semua memang bagian dari upaya memenangkan gelar juara Liga. Tidak banyak tim yang merebut gelar juara liga tanpa mendapat keuntungan dari keputusan wasit, tetapi dalam kasus MU hal ini menggarisbawahi prestasinya ketika bermain di kandang lawan.

Kandang lawan

Kini mereka menghadapi ujian paling berat dalam musim kompetisi: dihadapan tribun The Kop dan melawan Liverpool yang setelah diasuh oleh Kenny Dalglish tampil penuh semangat, meski kalah dari West Ham pada hari Minggu (27/02).

Liverpool memiliki tekad tambahan karena mereka tahu jika bisa menang, upaya MU merebut gelar juara liga untuk ke 19 kali akan semakin berat.

Jelas Mu tidak boleh kalah. Arsenal menghadapi lawan yang lebih mudah dan akan berhadapan dengan MU di stadion Emirates tanggal 1 Mei.

Meski saya berpendapat kekalahan di Liverpool tidak akan menghancurkan musim kompetisi MU, kekalahan ini bisa menimbulkan keraguan pada tim tersebut.

Tidak ada yang meragukan kekuatan mental tim yang selama musim kompetisi tahun ini belum tampil prima. Keinginan berjuang hingga akhir yang membuat tim ini berbeda dengan tim lain di Liga Primer. Mereka akan berjuang mati-matian dan ada satu semangat bersama yang selalu tampil dalam situasi sulit.

Pukulan lain yang diderita di Chelsea, selain kalah tentunya, adalah kartu merah bagi Nemanja Vidic yang dipastikan akan absen di Liverpool.

Dia adalah pemain belakang yang luar biasa dan tampil sangat prima tahun ini.

Barisan belakang

Chris Smalling juga tampil baik namun Ferguson tentunya lebih menginginkan Vidic bisa bermitra dengannya pada hari Minggu. Smalling adalah pemain berbakat yang masih dalam proses menuju ke arah kesempurnaan, saat ini dia belum terlalu berpengalaman dan karena Rio Ferdinand masih cedera hampir dipastikan barisan pertahanan MU terdiri dari Patrice Evra, Smalling, Wes Brown dan John OShea.

Mereka pemain bagus tetapi saya memandang simpul segitiga Vidic, Ferdinand dan kiper Edwin van der Sar merupakan kombinasi terbaik di lini belakang dalam satu dekade belakangan.

Anda bisa menyebut trio John Terry, Ricardo Carvalho dan Petr Cech di Chelsea sebagai yang terbaik, tetapi saya lebih memilih trio MU.

Liverpool

Liverpool sangat ingin kalahkan Manchester United

MU harus kuat secara mental dan fisik di Anfield dan ketidakhadiran Ferdinand serta Vidic dipastikan akan membesarkan hati Liverpool.

Prestasi Liverpool tahun ini tidak akan terpengaruh besar dengan mengalahkan MU tetapi tidak diragukan mereka akan sangat ingin melakukannya.

Kemenangan akan meningkatkan rasa optimis yang muncul sejak Dalglish menjadi manajer, meski terjungkal di kaki West Ham.

Tim ini masih harus memperbaiki di segala posisi tetapi mereka berhasil menghindari kekalahan hingga hari Minggu lalu, dan situasi dan kondisi di tim ini pun sudah berubah.

Pemain termahal Liverpool, Andy Carrol, belum diturunkan karena masih cedera tetapi muncul berita-berita bahwa Dalglish sangat tergoda untuk segera memanfaatkan keunggulan fisiknya di depan gawang lawang.

Spekulasi ini bisa dimengerti, tetapi saya bisa jamin Dalglish baru akan menurunkan Caroll jika dia benar-benar fit. Dalglish tidak akan mengambil resiko cedera kembali dengan menurunkannya karena dia membeli Caroll sebagai pemain masa depan Liverpool.

Luiz Suarez adalah pemain penting lain bagi Liverpool. Dia cepat, sulit diatasi, bisa mencetak gol dan suka membawa barisan belakang ke daerah-daerah bahaya, meskipun di West Ham dia tampil tidak prima.

Liverpool dan Dalglish dipastikan ingin menang atas MU. Bagi MU taruhannya lebih besar: gelar juara Liga - dan ini adalah pertandingan yang tidak bisa dilepas begitu saja.

(bbc/bbc)


Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru


MustRead close