Rekor Final Grand Slam, Djokovic Juara Australia Terbuka
Minggu, 29/01/2012 22:19 WIB

Getty Images/Ryan Pierse-Pool
Melbourne - Noval Djokovic secara luar biasa tampil sebagai juara Australia Open 2012. Lewat pertarungan hampir selama nyaris enam jam, petenis nomor satu asal Serbia itu menundukkan Rafael Nadal 5-7, 6-4, 6-2, 6-7, dan 7-5.
Ketika kedua petenis bertarung dengan kekat di set pertama, tanda-tanda bakal serunya pertandingan sudah mulai tampak. Nadal memang berhasil memenangi set pertama tersebut, namun ia harus bersusah payah mematahkan perlawanan Djokovic hingga meraih skor 7-5.
Dua set berikutnya menjadi milik Djokovic. Dominasi petenis berusia 24 tahun itu membuat Nadal kesulitan dan akhirnya menyerah 4-6 dan 2-6. Djokovic pun tampak bakal memenangi final ini dengan mudah.
Selesaikah pertandingan? Justru baru di sini pertarungan sesungguhnya dimulai.
Pertandingan sempat diwarnai dengan hujan mengguyur Rod Laver Arena sehingga atap gelanggang pun harus ditutup. Laga pun ditunda beberapa menit dan puluhan ball boy bekerja untuk menyeka air yang jatuh ke lapangan. Sebelum dihentikan, Djokovic dan Nadal saling tancap gas berbagi angka sama kuat 4-4.
Ketika pertandingan dimulai lagi, Djokovic mendapatkan set point dengan mengungguli Nadal 5-4. Namun, Nadal tak mau membiarkan Djokovic melenggang begitu saja.
Konsistensi ditambah berbagai unforced error yang dilakukan Djokovic membuat arah angin pertandingan menguntungkan Nadal. Ia menyamakan skor menjadi 5-5. Dan ketika Djokovic unggul lagi 6-5, petenis asal Spanyol itu membuat kedudukan menjadi sama kuat lagi 6-6.
Nadal kemudian sempat selamat dari kekalahan. Ia memenangi tie break 7-5 dan memaksa Djokovic memainkan set kelima.
Pada set kelima, servis Djokovic patah dan Nadal sempat unggul cukup jauh 4-2. Tapi, Djokovic pun bertarung sama gigihnya. Skor pun dibuatnya menjadi sama kuat lagi 4-4.
Momen menarik pun terjadi. Kedua petenis melakukan reli sebanyak 31 pukulan. Terakhir bola Djokovic out, dan ia "terkapar" di lapangan.
Ketika skor menunjukkan angka 5-5, pertandingan sudah berjalan selama lima setengah jam. Setelah sempat terjadi deuce, Djokovic mendapatkan match point setelah pukulan Nadal mengenai net. Kesempatan datang untuk The Joker.
Pukulan forehand yang dilepaskannya kemudian membelah lapangan dan akhirnya skor berubah menjadi 7-5. Djokovic berteriak sambil terebah di lapangan dan mengepalkan tangan. Ia baru saja memenangi titel ketiganya di Australia Terbuka dan grand slam kelima dalam kariernya.
Lima jam dan 43 menit kedua petenis terbaik dunia itu bertarung menghibur publik Melbourne--dan juga dunia--, yang mana mencatatkan mereka sebagai kedua petenis dengan pertarungan final grand slam terlama sepanjang sejarah.
Ketika Nadal mengucapkan "Selamat pagi, semuanya," dalam salamnya usai pertandingan, semua tahu bahwa mereka baru saja menyambut dinihari dari sebuah hari yang melelahkan--dan juga mendebarkan.
( roz / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ketika kedua petenis bertarung dengan kekat di set pertama, tanda-tanda bakal serunya pertandingan sudah mulai tampak. Nadal memang berhasil memenangi set pertama tersebut, namun ia harus bersusah payah mematahkan perlawanan Djokovic hingga meraih skor 7-5.
Dua set berikutnya menjadi milik Djokovic. Dominasi petenis berusia 24 tahun itu membuat Nadal kesulitan dan akhirnya menyerah 4-6 dan 2-6. Djokovic pun tampak bakal memenangi final ini dengan mudah.
Selesaikah pertandingan? Justru baru di sini pertarungan sesungguhnya dimulai.
Pertandingan sempat diwarnai dengan hujan mengguyur Rod Laver Arena sehingga atap gelanggang pun harus ditutup. Laga pun ditunda beberapa menit dan puluhan ball boy bekerja untuk menyeka air yang jatuh ke lapangan. Sebelum dihentikan, Djokovic dan Nadal saling tancap gas berbagi angka sama kuat 4-4.
Ketika pertandingan dimulai lagi, Djokovic mendapatkan set point dengan mengungguli Nadal 5-4. Namun, Nadal tak mau membiarkan Djokovic melenggang begitu saja.
Konsistensi ditambah berbagai unforced error yang dilakukan Djokovic membuat arah angin pertandingan menguntungkan Nadal. Ia menyamakan skor menjadi 5-5. Dan ketika Djokovic unggul lagi 6-5, petenis asal Spanyol itu membuat kedudukan menjadi sama kuat lagi 6-6.
Nadal kemudian sempat selamat dari kekalahan. Ia memenangi tie break 7-5 dan memaksa Djokovic memainkan set kelima.
Pada set kelima, servis Djokovic patah dan Nadal sempat unggul cukup jauh 4-2. Tapi, Djokovic pun bertarung sama gigihnya. Skor pun dibuatnya menjadi sama kuat lagi 4-4.
Momen menarik pun terjadi. Kedua petenis melakukan reli sebanyak 31 pukulan. Terakhir bola Djokovic out, dan ia "terkapar" di lapangan.
Ketika skor menunjukkan angka 5-5, pertandingan sudah berjalan selama lima setengah jam. Setelah sempat terjadi deuce, Djokovic mendapatkan match point setelah pukulan Nadal mengenai net. Kesempatan datang untuk The Joker.
Pukulan forehand yang dilepaskannya kemudian membelah lapangan dan akhirnya skor berubah menjadi 7-5. Djokovic berteriak sambil terebah di lapangan dan mengepalkan tangan. Ia baru saja memenangi titel ketiganya di Australia Terbuka dan grand slam kelima dalam kariernya.
Lima jam dan 43 menit kedua petenis terbaik dunia itu bertarung menghibur publik Melbourne--dan juga dunia--, yang mana mencatatkan mereka sebagai kedua petenis dengan pertarungan final grand slam terlama sepanjang sejarah.
Ketika Nadal mengucapkan "Selamat pagi, semuanya," dalam salamnya usai pertandingan, semua tahu bahwa mereka baru saja menyambut dinihari dari sebuah hari yang melelahkan--dan juga mendebarkan.
( roz / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
620 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message






.gif)

