Kekalahan Terbaik Nadal
Senin, 30/01/2012 01:58 WIB

Getty Images/Qiunn Rooney
Jakarta - Hampir enam jam meladeni permainan Novak Djokovic, Rafael Nadal harus mengakui keunggulan lawannya. Mengakui Djokovic layak jadi juara, Nadal juga menyebut kalau ini adalah kekalahan terbaiknya.
"Saya ingin menang, tapi saya gembira dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya mendapatkan kesempatan saya untuk menghadapi pemain terbaik di dunia hari ini. Jadi saya baru saja kalah di final Grand Slam. Saya tak senang dengan hasil itu, tapi itu adalah kekalahan di mana saya bisa bergembira dengannya di sepanjang karir saya," sahut Nadal di Sky Sports.
Nadal lebih dulu merebut set pertama saat menghadapi Djokovic di laga final Australia Terbuka. Kemenangan susah payah yang dia dapat di awal laga tersebut menjadi indikasi uletnya pertandingan, yang kemudian tuntas setelah melakoni lima set dalam durasi lima jam dan 53 menit.
Setelah dipaksa menyerah dengan 5-7, 6-4, 6-2, 6-7, dan 7-5, Nadal menyebut kalau Djokovic memang pantas jadi juara. Petenis asal Serbia itu disebutnya mempertunjukkan penampilan yang sangat baik.
"Selamat pagi semuanya, yang pertama saya ingin mengucapkan selamat pada Novak, dia layak menang karena telah mempertunjukkan permainan yang hebat. Jadi saya hanya bisa mengucap selamat padanya dan timnya atas turnamen yang hebat ini," sahut Nadal usai diserahi trofi juara kedua.
Hasil di final Australia Terbuka 2012 ini menjadi kekalahan ketujuh Nadal atas Djokovic di pertandingan final. Keunggulan head to head petenis Spanyol itu kini juga merapat menjadi 16-14.
"Saya berterimakasih atas dukungan yang diberikan tim saya, tanpa mereka tak akan mungkin saya bisa berada di sini. Berhari-hari, bertahun-tahun, turnamen demi turnamen, saya tidak bisa melakukan ini tanpa bantuan mereka," tuntas Rafa di Marca.
( din / rin )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Saya ingin menang, tapi saya gembira dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya mendapatkan kesempatan saya untuk menghadapi pemain terbaik di dunia hari ini. Jadi saya baru saja kalah di final Grand Slam. Saya tak senang dengan hasil itu, tapi itu adalah kekalahan di mana saya bisa bergembira dengannya di sepanjang karir saya," sahut Nadal di Sky Sports.
Nadal lebih dulu merebut set pertama saat menghadapi Djokovic di laga final Australia Terbuka. Kemenangan susah payah yang dia dapat di awal laga tersebut menjadi indikasi uletnya pertandingan, yang kemudian tuntas setelah melakoni lima set dalam durasi lima jam dan 53 menit.
Setelah dipaksa menyerah dengan 5-7, 6-4, 6-2, 6-7, dan 7-5, Nadal menyebut kalau Djokovic memang pantas jadi juara. Petenis asal Serbia itu disebutnya mempertunjukkan penampilan yang sangat baik.
"Selamat pagi semuanya, yang pertama saya ingin mengucapkan selamat pada Novak, dia layak menang karena telah mempertunjukkan permainan yang hebat. Jadi saya hanya bisa mengucap selamat padanya dan timnya atas turnamen yang hebat ini," sahut Nadal usai diserahi trofi juara kedua.
Hasil di final Australia Terbuka 2012 ini menjadi kekalahan ketujuh Nadal atas Djokovic di pertandingan final. Keunggulan head to head petenis Spanyol itu kini juga merapat menjadi 16-14.
"Saya berterimakasih atas dukungan yang diberikan tim saya, tanpa mereka tak akan mungkin saya bisa berada di sini. Berhari-hari, bertahun-tahun, turnamen demi turnamen, saya tidak bisa melakukan ini tanpa bantuan mereka," tuntas Rafa di Marca.
( din / rin )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
620 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
221 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

