Sisi kelam sepak bola di Mesir
Farayi Mungazi
Wartawan sepak bola Afrika BBC
Sepak bola dunia terkejut dan terpukul mendengar kerusuhan pertandingan bola di Mesir antara al-Masry dan al-Ahly menewaskan 74 orang dan lebih dari 150 orang lainnya luka-luka.
Namun bila dirunut ke belakang, kata kekerasan memang tidak jauh-jauh dari sepak bola Mesir.
Saya mengalaminya sendiri pada 2003 ketika meliput pertandingan Liga Champions Afrika, ajang turnamen antarklub paling bergengsi di Afrika.
Begitu klub Nigeria, Enyimba, mencetak gol ke gawang klub Mesir, Ismaili, para pendukung Ismaili menghujani lapangan dengan aneka barang yang ada di dekat mereka, untuk menunjukkan kekecewaan dan kemarahan.
Tidak banyak pendukung Enyimba yang hadir di stadion, makanya para pendukung Ismaili menganggap siapapun yang tidak mendukung Ismaili sebagai musuh, termasuk polisi.
Karena saya berkulit hitam, mereka menganggap saya wartawan Nigeria.
Seorang pendukung Ismaili mengarahkan pandangan ke saya dan mengeluarkan kata-kata kotor.
Beringas
Makian yang ia keluarkan seperti minyak yang ditumpahkan ke api. Orang-orang di sekitarnya seakan memiliki izin untuk mengintimidasi saya.Dalam situasi yang makin panas dan genting mereka merebut satelit kecil milik BBC yang terletak di dekat kursi VIP dan melemparkannya ke arah polisi.
Saya tidak tahu persis apa yang terjadi setelah pelemparan satelit ini karena tiba-tiba seorang anggota polisi antihuru-hara membawa dan menyelamatkan saya ke ruang ganti pemain.
Kerusuhan membuat seluruh pertandingan bola di Mesir dihentikan pada 1 Februari.
Saya berada di ruang ganti selama lima jam dan bisa merasakan panasnya suasana yang menyebar dari tribun ke jalan-jalan di sekitar stadion.
Ketika suasana mereda, saya keluar dari ruang ganti dan menyaksikan lapangan yang seakan-akan seperti habis terkena bom sementara mobil-mobil yang dirusak massa teronggok begitu saja.
Energi positif
Kekerasan dan kerusuhan seperti ini tidak hanya terjadi di markas Ismaili.Para pendukung klub Kairo seperti al-Ahly, al-Masry, dan Zamalek juga sering bentrok dan menyulut kerusuhan.
Pertandingan di antara mereka biasanya diwarnai kekerasan dan polisi mengantisipasinya dengan menyerahkan personil keamanan secara besar-besaran.
Bagi para pendukung, al-Ahly dan al-Masry, tidak sekedar klub sepakbola. Tidak mengherankan bila kedua pendukung ini biasa saling ejek bahkan saling membenci.
Sepak bola, bagi rakyat Mesir, bagaikan pancaran energi positif di tengah masyarakat yang miskin dan ditekan secara politis oleh rezim yang berkuasa, setidaknya hingga revolusi tahun lalu.
Itulah sebabnya pendukung sepak bola Mesir adalah salah satu yang paling hebat di dunia. Mereka mati-matian mendukung klub atau tim nasional.
Sayangnya, bagi Mesir, sepak bola juga memiliki sisi-sisi kelam, seperti yang kita saksikan dalam pertandingan antara al-Masry dan al-Ahly beberapa hari lalu.
( bbc / bbc )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
-
Kamis, 24/05/2012 22:53 WIB
FIFA uji coba teknologi garis gawang
-
Kamis, 24/05/2012 21:30 WIB
Monako tersulit sekaligus paling ditunggu
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Chelsea lepas Kalou dan Bosingwa
-
Kamis, 24/05/2012 16:43 WIB
Korea Selatan maju ke final Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Kamis, 24/05/2012 22:16 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
- Kamis, 24/05/2012 20:09 WIB
Pulang Lebih Cepat, Tim Thomas-Uber Indonesia Terkatung-katung
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
620 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
261 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar






_2.gif)
Sending your message
