Federer Mau Nomor Satu Dunia Lagi
Kamis, 09/02/2012 19:53 WIB

Getty Images/Clive Brunskill
Jakarta - Sejak sekitar dua tahun lalu Roger Federer kehilangan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia. Meski sadar Rafael Nadal dan Novak Djokovic masih jadi lawan untuk dikalahkan, petenis berjuluk FedEx itu pede bisa jadi nomor satu lagi.
"Saya percaya saya bisa bertarung menjadi petenis nomor satu dunia lagi. Djokovic dan Nadal dalam jarak yang dekat, dengan satu atau dua kemenangan besar saya akan ada bersama mereka," yakin Federer dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport.
Dominasi Federer sebagai petenis nomor satu dunia mulai bisa digoyang Nadal di tahun 2010. Sementara pada musim 2011, penampilan luar biasa Djokovic membuat petenis asal Swiss itu terpaksa kembali merosot ke urutan tiga dunia.
Sejak saat itu Federer selalu kesulitan untuk menembus dominasi Nadal-Djokovic. Buktinya adalah tak adanya trofi Grand Slam bisa dimenangi sejak yang terakhir di Australia Terbuka 2010.
"Saya antusias menyambut pertandingan-pertandingan berikutnya dalam beberapa bulan mendatang, di mana akan ada serangkaian seri turnamen yang fantastis, mulai dari tanah liat ke AS Terbuka. Saya harap saya bisa melakukan lebih baik untuk kembali jadi nomor satu," petenis 30 tahun itu melanjutkan.
Kegagalan terakhir yang harus ditelan Federer adalah saat dia kalah dari Nadal di semifinal Australia Terbuka 2012. Meski menyesali hasil pertandingan tersebut, Federer menyebut ada banyak pelajaran dia dapat dari laga yang berlangsung lima set tersebut.
"Sayang sekali saya tidak lolos ke final, tapi itu pertandingan yang bagus, sangat menguras fisik. Rafa memberi perlawanan. Sayangnya saya tidak berada di pihak yang menang, tapi saya senang pertandingan seperti itu bisa berlangsung," tuntas Federer.
( din / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Saya percaya saya bisa bertarung menjadi petenis nomor satu dunia lagi. Djokovic dan Nadal dalam jarak yang dekat, dengan satu atau dua kemenangan besar saya akan ada bersama mereka," yakin Federer dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport.
Dominasi Federer sebagai petenis nomor satu dunia mulai bisa digoyang Nadal di tahun 2010. Sementara pada musim 2011, penampilan luar biasa Djokovic membuat petenis asal Swiss itu terpaksa kembali merosot ke urutan tiga dunia.
Sejak saat itu Federer selalu kesulitan untuk menembus dominasi Nadal-Djokovic. Buktinya adalah tak adanya trofi Grand Slam bisa dimenangi sejak yang terakhir di Australia Terbuka 2010.
"Saya antusias menyambut pertandingan-pertandingan berikutnya dalam beberapa bulan mendatang, di mana akan ada serangkaian seri turnamen yang fantastis, mulai dari tanah liat ke AS Terbuka. Saya harap saya bisa melakukan lebih baik untuk kembali jadi nomor satu," petenis 30 tahun itu melanjutkan.
Kegagalan terakhir yang harus ditelan Federer adalah saat dia kalah dari Nadal di semifinal Australia Terbuka 2012. Meski menyesali hasil pertandingan tersebut, Federer menyebut ada banyak pelajaran dia dapat dari laga yang berlangsung lima set tersebut.
"Sayang sekali saya tidak lolos ke final, tapi itu pertandingan yang bagus, sangat menguras fisik. Rafa memberi perlawanan. Sayangnya saya tidak berada di pihak yang menang, tapi saya senang pertandingan seperti itu bisa berlangsung," tuntas Federer.
( din / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Jumat, 25/05/2012 08:24 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
-
Kamis, 24/05/2012 23:16 WIB
Usai Kalah di Laga Penentuan, Lindaweni Sulit Tidur
-
Kamis, 24/05/2012 22:27 WIB
Taufik: Tim Thomas Tak Kompak
-
Kamis, 24/05/2012 21:32 WIB
Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis
-
Kamis, 24/05/2012 21:04 WIB
China Jumpa Korsel di Final Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 15:24 WIB
Laporan dari Wuhan
Tak Ada Kado Perpisahan dari Peter Gade
- Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Fowler cs Siap Hibur Jakarta
- Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Atasi Pacers, Heat ke Final Wilayah
- Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
China Bertekad Rebut Piala Uber
- Jumat, 25/05/2012 07:04 WIB
Jelang GP Monako
Duo McLaren Waspadai Lotus
- Jumat, 25/05/2012 09:28 WIB
Ancaman bom di GP Monaco
- Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Martinez bertemu pemilik Liverpool di Miami
- Jumat, 25/05/2012 03:54 WIB
Jelang GP2 Monako
Rio Ingin Perbaiki Posisi
- Jumat, 25/05/2012 02:23 WIB
Jelang GP Monako
Webber: Red Bull Sulit Raih Pole
- Kamis, 24/05/2012 01:07 WIB
Rudi Hartono: Pemain Tak Fokus karena Gaji & Bonus Terlalu Tinggi
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
743 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
621 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
472 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
309 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
263 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
255 Komentar - Selasa, 22/05/2012 16:03 WIB
Cruyff Kritik Permainan Bertahan Chelsea di Final
243 Komentar - Minggu, 20/05/2012 22:59 WIB
Hujan Bikin Rossi Optimistis Sejak Awal
222 Komentar








Sending your message






.gif)

