Menggali Potensi Pesepakbola Muda Lewat Teknologi
Jumat, 10/02/2012 02:19 WIB

Jakarta - Dalam era sepakbola modern saat ini, data-data seorang pesepakbola itu terhitung penting bagi seorang pelatih. Maka itu Nike sebagai salah satu produsen alat olahraga raksasa di dunia meluncurkan yang namanya Elite Training Live 2.0.
Sebelumnya di tahun 2010, Nike juga sempat meluncurkan program latihan serupa yang dinamakan Elite Training Live. Kini dengan ETL 2.0, Nike mencoba mengeksplorasi keunggulan berupa penggunaan alat digital untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan dari pemain.
Dalam versi terbaru ada beberapa program baru yang diujicobakan, yakni SPARQ (Speed, Power, Agility, Reaction, Quickness). Di dalamnya ada program latihan YIRT (Yoyo Intermitend Recovery Test), Vertical Jump, dan GPS 7on7 (pertandingan tujuh lawan tujuh yang dipantau lewat GPS).
ETL 2.0 merupakan program yang diciptakan Nike bersama pesepakbola untuk diterapkan kepada pesepakbola muda yang berusia 15-19 tahun, yang hendak memasuki fase profesional.
"Namun, untuk usia di bawah itu bisa dipergunakan. Untuk kita batasi umur 15-19 tahun," ungkap Country Marketing Manager Nike Indonesia, Nino Priyambodo, dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Panahan Senayan, Kamis (9/2/2012) sore WIB.
ETL 2.0 merupakan data fisik yang dikemas dalam bentuk digital sehingga pemain muda bisa tahu batas kemampuan mereka. ETL 2.0 akan menguji kemampuan atletik dan level kemampuan teknik pemain.
Tujuannya adalah para pelatih bisa mengetahui di mana kekurangan dan kelebihan seorang pemain. Jadi nantinya pelatih bisa menerapkan variasi latihan yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan serta potensi para pemain.
"Ini tidak ada tujuan komersil. Nike ingin membantu anak-anak muda untuk bisa bermain bola dengan baik. Setelah peluncuran program ini, kita akan sekolah sepak bola. Dalam dua bulan ke depan kita akan ke 30 SSB."
"Hadirnya ETL 2.0 di Indonesia diharapkan dapat memberikan standardisasi penilaian kemampuan semua anak yang berbakat, sehingga semakin cepat kita menemukan atlet muda berbakat untuk perkembangan sepakbola nasional," tuntas Nino.
Dalam acara launching ETL ini, juga dihadiri oleh empat pesepakbola nasional yakni Firman Utina, Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. Mendampingi mereka adalah pelatih Mitra Kukar yang juga eks pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy.
"Program seperti ini bagus untuk para pemain dan tentunya pelatih. Di Inggris, saya pernah bekerja sama dengan Nike untuk mengembangkan program ini. Diharapkan klub-klub di Indonesia juga bisa menerapkan hal serupa," ujar McMenemy.
"Saya pernah menjalani program seperti ini saat hendak mengikuti pelatnas timnas U-20 dulu di Belanda. Memang program seperti ini wajib dijalani dan juga demi kebaikan bagi pemain juga," timpal Bustomi.
( mrp / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sebelumnya di tahun 2010, Nike juga sempat meluncurkan program latihan serupa yang dinamakan Elite Training Live. Kini dengan ETL 2.0, Nike mencoba mengeksplorasi keunggulan berupa penggunaan alat digital untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan dari pemain.
Dalam versi terbaru ada beberapa program baru yang diujicobakan, yakni SPARQ (Speed, Power, Agility, Reaction, Quickness). Di dalamnya ada program latihan YIRT (Yoyo Intermitend Recovery Test), Vertical Jump, dan GPS 7on7 (pertandingan tujuh lawan tujuh yang dipantau lewat GPS).
ETL 2.0 merupakan program yang diciptakan Nike bersama pesepakbola untuk diterapkan kepada pesepakbola muda yang berusia 15-19 tahun, yang hendak memasuki fase profesional.
"Namun, untuk usia di bawah itu bisa dipergunakan. Untuk kita batasi umur 15-19 tahun," ungkap Country Marketing Manager Nike Indonesia, Nino Priyambodo, dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Panahan Senayan, Kamis (9/2/2012) sore WIB.
ETL 2.0 merupakan data fisik yang dikemas dalam bentuk digital sehingga pemain muda bisa tahu batas kemampuan mereka. ETL 2.0 akan menguji kemampuan atletik dan level kemampuan teknik pemain.
Tujuannya adalah para pelatih bisa mengetahui di mana kekurangan dan kelebihan seorang pemain. Jadi nantinya pelatih bisa menerapkan variasi latihan yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan serta potensi para pemain.
"Ini tidak ada tujuan komersil. Nike ingin membantu anak-anak muda untuk bisa bermain bola dengan baik. Setelah peluncuran program ini, kita akan sekolah sepak bola. Dalam dua bulan ke depan kita akan ke 30 SSB."
"Hadirnya ETL 2.0 di Indonesia diharapkan dapat memberikan standardisasi penilaian kemampuan semua anak yang berbakat, sehingga semakin cepat kita menemukan atlet muda berbakat untuk perkembangan sepakbola nasional," tuntas Nino.
Dalam acara launching ETL ini, juga dihadiri oleh empat pesepakbola nasional yakni Firman Utina, Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. Mendampingi mereka adalah pelatih Mitra Kukar yang juga eks pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy.
"Program seperti ini bagus untuk para pemain dan tentunya pelatih. Di Inggris, saya pernah bekerja sama dengan Nike untuk mengembangkan program ini. Diharapkan klub-klub di Indonesia juga bisa menerapkan hal serupa," ujar McMenemy.
"Saya pernah menjalani program seperti ini saat hendak mengikuti pelatnas timnas U-20 dulu di Belanda. Memang program seperti ini wajib dijalani dan juga demi kebaikan bagi pemain juga," timpal Bustomi.
( mrp / krs )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Selasa, 22/05/2012 21:53 WIB
Rifat Sungkar Janji Tampil Optimal di Yunani
-
Selasa, 22/05/2012 21:47 WIB
Tim Sepak Takraw Indonesia Terganggu Infeksi Cacing
-
Senin, 21/05/2012 17:47 WIB
Indonesia Baru Loloskan 17 Atlet di Olimpiade 2012
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
KOI Belum Pikirkan Bonus di Paralympic Games 2012
-
Senin, 21/05/2012 15:28 WIB
Demi Indonesia, Ni Nengah Sudah Berlatih Sendiri Hadapi Paralympic Games
- Rabu, 23/05/2012 22:13 WIB
Kunci Kemenangan Firda: Fokus ke Partainya Sendiri
- Rabu, 23/05/2012 22:32 WIB
Piala Uber
Feinya/Nitya Menang, Indonesia Samakan Kedudukan 2-2
- Rabu, 23/05/2012 20:49 WIB
Tim Thomas Gagal, Menpora: Berbenahlah, PBSI
- Rabu, 23/05/2012 20:28 WIB
Tim Uber Indonesia Tertinggal 0-2 dari Jepang
- Rabu, 23/05/2012 19:46 WIB
Inter Sudah Jajal GBK
- Rabu, 23/05/2012 18:39 WIB
Taufik: 7 Kali Ikut Piala Thomas, Cukup Sudah
- Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Ueda Pede Kalahkan Hayom, Jepang Terasah Liga Domestik
- Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Sekjen PBSI Tentang Kegagalan Tim Thomas Indonesia
- Rabu, 23/05/2012 17:09 WIB
Tim Thomas Indonesia Masuk Kotak, Hayom Minta Maaf
- Rabu, 23/05/2012 18:57 WIB
Piala Uber
Maria Febe Kalah, Indonesia Tertinggal 0-1 dari Jepang
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
466 Komentar - Kamis, 17/05/2012 11:55 WIB
Tolak Minta Maaf, Tevez Serang Fergie
447 Komentar - Kamis, 17/05/2012 23:18 WIB
Indonesia Atasi Mauritania 2-0
424 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
348 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
302 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
252 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
246 Komentar








Sending your message.jpg)







.gif)

