Beratnya Menyandang Nama Djokovic
Selasa, 28/02/2012 10:32 WIB

Marko Djokovic (AFP/Marwan Naamani)
Dubai - Menjadi saudara kandung pemain hebat punya dua konsekuensi. Di satu sisi, lawan mungkin akan segan. Di sisi yang lain, dia juga terbebani oleh ekspektasi besar di pundaknya.
Itulah yang tengah dirasakan oleh Marko Djokovic. Saat pemuda 20 tahun itu tengah merajut karier di dunia tenis profesional, publik pasti akan langsung membandingkannya dengan sang kakak yang nomor satu dunia dan sedang hebat-hebatnya, Novak.
Marko sebenarnya sudah mengawali kariernya di dunia tenis profesional sejak tahun 2007. Namun, hingga sekarang, dia belum juga tampil konsisten dan lebih banyak menelan kekalahan.
Perjalanan karier Marko juga tak semulus sang kakak. Kalau di usia 20 tahun Novak sudah bisa nangkring di rangking tiga dunia dan memenangi titel Grand Slam, Marko masih berkutat di rangking 869 dunia.
Di Dubai Tennis Championships 2012, Marko dan Novak berkesempatan main di turnamen yang sama. Marko lolos sebagai petenis wild card, sementara Novak adalah juara bertahan di turnamen ini.
Keberadaan sang kakak di turnamen ini membuat Marko kembali dibebani ekspektasi besar. Dan sayangnya, dia tak mampu memikulnya karena dikalahkan Andrey Golubev 3-6, 2-6 di babak pertama, Senin (27/2/2012).
Marko mengatakan, jadi adik kandung Novak menghasilkan efek positif dan negatif untuknya saat bertanding di lapangan.
"Jadi, inilah perbedaan besar saat mereka menghadapi saya dan kemudian saya melihat mereka menghadapi orang lain," ungkap Marko di Reuters.
"Mungkin, kadang-kadang saya punya keuntungan karena mungkin mereka takut. Anda tahu, adik Novak. Saya harus mengalahkan dia. Seperti Golubev hari ini, dia memulai dengan biasa-biasa saja di awal," tambah anak laki-laki kedua dari tiga bersaudara ini.
Lebih lanjut lagi, Marko mengakui bahwa Novak telah banyak membantunya untuk berkembang. Meski demikian, dia berharap tak terus-terusan dibandingkan dengan saudaranya itu.
"Punya saudara seperti dia adalah sebuah keistimewaan. Dia banyak membantu saya. Dia tahu banyak soal tenis dan dia terus mendorong saya agar berusaha lebih dan lebih, berkembang, tak membuat kesalahan yang dia buat di tahap itu dalam hidupnya. Tapi, kami tak bisa dibandingkan," ujarnya.
"Ada banyak hal positif dan negatif menjadi adiknya. Banyak yang positif. Secara finansial saya punya semua yang saya perlukan dan saya bisa mendapatkan semua pelatih dan latihan."
"Tapi, hal negatifnya, ada banyak tekanan. Semua orang berharap, di mana hal itu sangat sulit untuk dicapai. Tapi, saya sedang mencoba. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa."
Sebagai kakak, Novak menyadari bahwa Marko punya beban berat karena akan terus dibanding-bandingkan dengan dirinya. Meski begitu, dia yakin adiknya itu akan bisa mengatasi tekanan.
"Dia harus menghadapi tekanan ini karena punya nama belakang Djokovic. Di mana pun dia bermain di dunia ini, saya pikir dia harus menghadapi tekanan yang tidak begitu perlu baginya di usia ini," ujar Novak.
"Ini bebannya, dan dia sangat berkomitmen. Dia ingin sukses di tenis. Tapi, setiap orang tentunya punya jalan yang berbeda."
"Kami punya adik laki-laki yang berusia 16 tahun yang akan segera masuk (ke dunia tenis). Jadi, semoga mereka bisa jadi pemain-pemain kelas dunia," harap pengoleksi lima gelar Grand Slam ini.
Novak sendiri melewati babak pertama Dubai Tennis Championships dengan baik. Dia lolos ke babak kedua setelah mengalahkan Cedrik-Marcel Stebe.
( mfi / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Itulah yang tengah dirasakan oleh Marko Djokovic. Saat pemuda 20 tahun itu tengah merajut karier di dunia tenis profesional, publik pasti akan langsung membandingkannya dengan sang kakak yang nomor satu dunia dan sedang hebat-hebatnya, Novak.
Marko sebenarnya sudah mengawali kariernya di dunia tenis profesional sejak tahun 2007. Namun, hingga sekarang, dia belum juga tampil konsisten dan lebih banyak menelan kekalahan.
Perjalanan karier Marko juga tak semulus sang kakak. Kalau di usia 20 tahun Novak sudah bisa nangkring di rangking tiga dunia dan memenangi titel Grand Slam, Marko masih berkutat di rangking 869 dunia.
Di Dubai Tennis Championships 2012, Marko dan Novak berkesempatan main di turnamen yang sama. Marko lolos sebagai petenis wild card, sementara Novak adalah juara bertahan di turnamen ini.
Keberadaan sang kakak di turnamen ini membuat Marko kembali dibebani ekspektasi besar. Dan sayangnya, dia tak mampu memikulnya karena dikalahkan Andrey Golubev 3-6, 2-6 di babak pertama, Senin (27/2/2012).
Marko mengatakan, jadi adik kandung Novak menghasilkan efek positif dan negatif untuknya saat bertanding di lapangan.
"Jadi, inilah perbedaan besar saat mereka menghadapi saya dan kemudian saya melihat mereka menghadapi orang lain," ungkap Marko di Reuters.
"Mungkin, kadang-kadang saya punya keuntungan karena mungkin mereka takut. Anda tahu, adik Novak. Saya harus mengalahkan dia. Seperti Golubev hari ini, dia memulai dengan biasa-biasa saja di awal," tambah anak laki-laki kedua dari tiga bersaudara ini.
Lebih lanjut lagi, Marko mengakui bahwa Novak telah banyak membantunya untuk berkembang. Meski demikian, dia berharap tak terus-terusan dibandingkan dengan saudaranya itu.
"Punya saudara seperti dia adalah sebuah keistimewaan. Dia banyak membantu saya. Dia tahu banyak soal tenis dan dia terus mendorong saya agar berusaha lebih dan lebih, berkembang, tak membuat kesalahan yang dia buat di tahap itu dalam hidupnya. Tapi, kami tak bisa dibandingkan," ujarnya.
"Ada banyak hal positif dan negatif menjadi adiknya. Banyak yang positif. Secara finansial saya punya semua yang saya perlukan dan saya bisa mendapatkan semua pelatih dan latihan."
"Tapi, hal negatifnya, ada banyak tekanan. Semua orang berharap, di mana hal itu sangat sulit untuk dicapai. Tapi, saya sedang mencoba. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa."
Sebagai kakak, Novak menyadari bahwa Marko punya beban berat karena akan terus dibanding-bandingkan dengan dirinya. Meski begitu, dia yakin adiknya itu akan bisa mengatasi tekanan.
"Dia harus menghadapi tekanan ini karena punya nama belakang Djokovic. Di mana pun dia bermain di dunia ini, saya pikir dia harus menghadapi tekanan yang tidak begitu perlu baginya di usia ini," ujar Novak.
"Ini bebannya, dan dia sangat berkomitmen. Dia ingin sukses di tenis. Tapi, setiap orang tentunya punya jalan yang berbeda."
"Kami punya adik laki-laki yang berusia 16 tahun yang akan segera masuk (ke dunia tenis). Jadi, semoga mereka bisa jadi pemain-pemain kelas dunia," harap pengoleksi lima gelar Grand Slam ini.
Novak sendiri melewati babak pertama Dubai Tennis Championships dengan baik. Dia lolos ke babak kedua setelah mengalahkan Cedrik-Marcel Stebe.
( mfi / a2s )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Rabu, 23/05/2012 22:32 WIB
Piala Uber
Feinya/Nitya Menang, Indonesia Samakan Kedudukan 2-2
-
Rabu, 23/05/2012 22:13 WIB
Kunci Kemenangan Firda: Fokus ke Partainya Sendiri
-
Rabu, 23/05/2012 21:27 WIB
Firda Jaga Asa Indonesia, Skor Sementara 1-2
-
Rabu, 23/05/2012 20:49 WIB
Tim Thomas Gagal, Menpora: Berbenahlah, PBSI
-
Rabu, 23/05/2012 20:28 WIB
Tim Uber Indonesia Tertinggal 0-2 dari Jepang
- Rabu, 23/05/2012 22:32 WIB
Piala Uber
Feinya/Nitya Menang, Indonesia Samakan Kedudukan 2-2
- Rabu, 23/05/2012 22:42 WIB
Optisme Berbuah Kemenangan untuk Feinya/Nitya
- Rabu, 23/05/2012 22:13 WIB
Kunci Kemenangan Firda: Fokus ke Partainya Sendiri
- Rabu, 23/05/2012 20:28 WIB
Tim Uber Indonesia Tertinggal 0-2 dari Jepang
- Rabu, 23/05/2012 20:49 WIB
Tim Thomas Gagal, Menpora: Berbenahlah, PBSI
- Rabu, 23/05/2012 19:46 WIB
Inter Sudah Jajal GBK
- Rabu, 23/05/2012 18:39 WIB
Taufik: 7 Kali Ikut Piala Thomas, Cukup Sudah
- Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Ueda Pede Kalahkan Hayom, Jepang Terasah Liga Domestik
- Rabu, 23/05/2012 21:27 WIB
Firda Jaga Asa Indonesia, Skor Sementara 1-2
- Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Sekjen PBSI Tentang Kegagalan Tim Thomas Indonesia
- Minggu, 20/05/2012 04:34 WIB
Chelsea Juara Liga Champions!
741 Komentar - Minggu, 20/05/2012 19:55 WIB
Lorenzo Juara, Rossi Kalahkan Stoner
492 Komentar - Senin, 21/05/2012 07:05 WIB
Stoner Terkendala Ban
466 Komentar - Kamis, 17/05/2012 11:55 WIB
Tolak Minta Maaf, Tevez Serang Fergie
447 Komentar - Kamis, 17/05/2012 23:18 WIB
Indonesia Atasi Mauritania 2-0
424 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:55 WIB
'Rossi Masih Salah Satu yang Terbaik di MotoGP'
354 Komentar - Minggu, 20/05/2012 20:12 WIB
Dominasi Lorenzo dan 'Kembalinya' The Doctor
302 Komentar - Minggu, 20/05/2012 00:59 WIB
Berimbang Lawan Kurdistan Irak, Indonesia ke Semifinal
301 Komentar - Rabu, 23/05/2012 07:52 WIB
Manajer Timnas: Main Bagus Tak Selalu Juara
253 Komentar - Rabu, 23/05/2012 01:33 WIB
Dikalahkan Palestina, Indonesia Kandas di Semifinal
247 Komentar








Sending your message






.gif)

