Senin, 19/03/2012 15:09 WIB

Pacquiao: Tuhan perintahkan saya pensiun

BBCIndonesia.com - detikSport
Juara dunia tinju delapan kelas berbeda asal Filipina Manny Pacquiao dalam sebuah wawancara radio mengatakan dia bermimpi Tuhan telah memerintahkannya untuk berhenti dari dunia tinju.

Pernyataan Pacquiao ini memicu keraguan akan terselenggaranya pertandingan antara petinju berjuluk Pac Man itu dengan petinju Amerika Serikat Floyd Mayweather.

Petinju bernama lengkap Emmanuel Dapidran Pacquiao ini kepada stasiun radio DZMM yang juga disiarkan sebuah stasiun televisi itu menegaskan dia akan menghentikan kegiatan bertinjunya usai mendapatkan mimpi itu.

"Saya tak akan bertahan lama di olahraga tinju karena Tuhan berkata: Kau sudah melakukan cukup banyak. Kau berhasil membuat dirimu terkenal namun ini berbahaya. kata Pacquiao dengan mimik serius

Pacquiao, 33, mengatakan dia memiliki sebuah mimpi di awal tahun ini namun dia menolak mengungkap berapa pertandingan lagi yang akan dilakoninya sebelum menyatakan pensiun.

Saat ditanya apakah semangat keagamaan barunya ini akan mengganggu karir bertinjunya, Pacquiao hanya menjawab singkat: "Saya menjalankan kerja saya di atas ring."

Dipilih Tuhan

Laki-laki yang dengan tinju telah berhasil meraih kekayaan, ketenaran hingga menjadi anggota parlemen Filipina itu mengatakan dia yakin telah dipilih Tuhan agar menggunakan ketenarannya untuk menyebarkan pesan Tuhan.

"Saat saya berbicara, banyak orang yang mendengarkan saya," katanya.

Dia menambahkan segera menyampaikan sebuah pengumuman penting terkait masalah agama pada akhir bulan ini.

Sebenarnya, Pacquiao yang mencatatkan 54 kali kemenangan itu dijadwalkan mempertahankan gelar juara dunia WBO kelas welter melawan petinju Amerika Serikat Timothy Bradley di Las Vegas, 9 Juni mendatang.

Sementara itu, para penggemar tinju berharap partai antara Pacquiao melawan Mayweather menjadi kenyataan apalagi kedua petinju hebat itu belum pernah bertemu selama ini.

Keduanya saat ini tengah bernegosiasi untuk mewujudkan pertarungan itu akhir tahun nanti namun sejauh ini pembicaraan masih menemui jalan buntu.

(bbc/bbc)


Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com