Selasa, 27/03/2012 15:24 WIB
Motif Penambahan 3 Cabor di PON XVIII Dipertanyakan
Jakarta - KONI Jawa Timur menilai masuknya 3 cabang olahraga (cabor) tambahan untuk PON XVIII di Riau disebabkan adanya orang-orang yang ingin memaksakan kehendaknya melalui KONI Pusat.
Demikian disampaikan Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror, dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (27/3/2012). Menurut Dhimam, penambahan tiga cabor itu dianggap sebagai bentuk pemaksaan kehendak kepengurusan KONI Pusat di bawah pimpinan Tono Suratman.
"Sudah jelas 11 KONI kemarin sepakat menolak penambahan itu, tapi kok tetap dipaksakan juga. Ini saja pengurus KONI Pusat telah memaksakan kehendaknya dengan mengabaikan aspirasi KONI daerah. Yang punya atlet itu KONI daerah, bukan KONI Pusat, tapi kenapa tetap dipaksakan juga," kata Dhimam.
Ia menambahkan, terjadinya pemaksaaan kehendak itu diduga kuat karena ada orang-orang di sekitar Tono yang memberikan "bisikan". Orang-orang di sekitar Tono itu dinyakininya punya agenda tersendiri di balik penambahan tiga cabor itu.
"Kita melihat ada pembisik yang tak jelas di sekitar Pak Tono. Orang-orang itu memiliki agenda terselubung di balik hal ini. Mereka yang punya agenda terselubung itu tentulah orang-orang di Pengurus Besar tiga cabor tadi," cetus Dhimam.
KONI Jatim menilai ada tiga persoalan pelik di tubuh KONI Pusat. Yang pertama katanya, banyaknya "pembisik" yang punya agenda terselubung. Yang kedua, kepengurusan sekarang cenderung menyalahkan kepengurusan terdahulu. Dan yang ketiga, adanya manupulasi data atas 3 cabor itu sendiri.
"Manipulasi data yang kita maksud adalah, KONI Pusat menilai bahwa 3 cabor sudah melalui tahapan prakualifikasi PON. Fakta di lapangan, kita selaku pengurus KONi tidak pernah melakukan atau diundang prakualifaikasi PON. Inilah data yang dimanipulasi orang-orang di sekitar Ketum KONI," tandas Dhimam.
Ia lalu mencontohkan, belum lama ada kejurnas hoki di Yogyakarta. Tapi anehnya, data yang sampai ke KONI Pusat adalah kerjurnas itu dimanipulasi menjadi prakualifikasi PON.
"Inilah jelas menyalahi sekali. Kejurnas itu bukan bagian dari prakualifikasi. Tapi anehnya Ketum KONI mendapat masukan bahwa hoki sudah melaksanakan prakualifikasi PON."
Masih menurut Dhimam, KONI Jatim yang sudah pasti memiliki atlet tiga cabor tersebut -- drumband, hoki, dansa -- tapi dengan ttegas menolak untuk ikut serta dalam PON di Riau.
"Kita yang punya atlet 3 cabor itu saja menolak. Untuk memberangkatkan atlet tiga cabor itu bukan hal yang gampang. Ini rumitnya luar biasa. Nah, orang-orang di pengurusan KONI Pusat itu tidak tahu bagaimana kita di daerah mempersiapkan segalanya dalam pelaksanaan PON itu," simpulnya.
(a2s/mrp)
Demikian disampaikan Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror, dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (27/3/2012). Menurut Dhimam, penambahan tiga cabor itu dianggap sebagai bentuk pemaksaan kehendak kepengurusan KONI Pusat di bawah pimpinan Tono Suratman.
"Sudah jelas 11 KONI kemarin sepakat menolak penambahan itu, tapi kok tetap dipaksakan juga. Ini saja pengurus KONI Pusat telah memaksakan kehendaknya dengan mengabaikan aspirasi KONI daerah. Yang punya atlet itu KONI daerah, bukan KONI Pusat, tapi kenapa tetap dipaksakan juga," kata Dhimam.
Ia menambahkan, terjadinya pemaksaaan kehendak itu diduga kuat karena ada orang-orang di sekitar Tono yang memberikan "bisikan". Orang-orang di sekitar Tono itu dinyakininya punya agenda tersendiri di balik penambahan tiga cabor itu.
"Kita melihat ada pembisik yang tak jelas di sekitar Pak Tono. Orang-orang itu memiliki agenda terselubung di balik hal ini. Mereka yang punya agenda terselubung itu tentulah orang-orang di Pengurus Besar tiga cabor tadi," cetus Dhimam.
KONI Jatim menilai ada tiga persoalan pelik di tubuh KONI Pusat. Yang pertama katanya, banyaknya "pembisik" yang punya agenda terselubung. Yang kedua, kepengurusan sekarang cenderung menyalahkan kepengurusan terdahulu. Dan yang ketiga, adanya manupulasi data atas 3 cabor itu sendiri.
"Manipulasi data yang kita maksud adalah, KONI Pusat menilai bahwa 3 cabor sudah melalui tahapan prakualifikasi PON. Fakta di lapangan, kita selaku pengurus KONi tidak pernah melakukan atau diundang prakualifaikasi PON. Inilah data yang dimanipulasi orang-orang di sekitar Ketum KONI," tandas Dhimam.
Ia lalu mencontohkan, belum lama ada kejurnas hoki di Yogyakarta. Tapi anehnya, data yang sampai ke KONI Pusat adalah kerjurnas itu dimanipulasi menjadi prakualifikasi PON.
"Inilah jelas menyalahi sekali. Kejurnas itu bukan bagian dari prakualifikasi. Tapi anehnya Ketum KONI mendapat masukan bahwa hoki sudah melaksanakan prakualifikasi PON."
Masih menurut Dhimam, KONI Jatim yang sudah pasti memiliki atlet tiga cabor tersebut -- drumband, hoki, dansa -- tapi dengan ttegas menolak untuk ikut serta dalam PON di Riau.
"Kita yang punya atlet 3 cabor itu saja menolak. Untuk memberangkatkan atlet tiga cabor itu bukan hal yang gampang. Ini rumitnya luar biasa. Nah, orang-orang di pengurusan KONI Pusat itu tidak tahu bagaimana kita di daerah mempersiapkan segalanya dalam pelaksanaan PON itu," simpulnya.
(a2s/mrp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Neymar Gemilang, Brasil Tundukkan Meksiko 2-0
0 share this. -
Pedrosa: Motor 2014 Tak Akan Digunakan di Waktu Dekat
0 share this. -
Morata: Presiden Perez Ingin Saya Bertahan di Madrid
0 share this. -
Juventus Kini Sepenuhnya Miliki Asamoah
0 share this. -
Belum Ada Negosiasi Antara Capello dan PSG
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Sabtu, 15/06/2013 02:23 WIB
Motivasi Sean Gelael Bertambah Usai Dapat Podium
- Kamis, 20/06/2013 04:32 WIB
Ujicoba Aragon Hilangkan Masalah Rem Rossi
- Kamis, 20/06/2013 03:55 WIB
Pedrosa: Motor 2014 Tak Akan Digunakan di Waktu Dekat
- Kamis, 20/06/2013 00:57 WIB
Ujicoba MotoGP Aragon
Kalahkan Duo Honda, Lorenzo Tercepat di Aragon
- Rabu, 19/06/2013 08:30 WIB
Honda: RC213V 2014 Bisa Lakukan Debut Tahun Ini
- Rabu, 19/06/2013 03:13 WIB
Di 2015, Suzuki Berharap Bisa Langsung Imbangi Yamaha dan Honda
- Rabu, 19/06/2013 01:22 WIB
Ujicoba MotoGP Aragon
Hujan Deras Hambat Ujicoba, Honda Luncurkan Motor 2014
- Rabu, 19/06/2013 16:26 WIB
Singapura Open Superseries
Ahsan/Hendra, Bella ke Babak Kedua
- Rabu, 19/06/2013 11:42 WIB
Kalahkan Spurs Lewat OT, Heat Paksakan Gim Ketujuh
- Rabu, 19/06/2013 13:02 WIB
Singapura Open Superseries
Lindaweni, Alvent/Kido dan Tontowi/Liliyana Lewati Ujian Pertama
- Rabu, 19/06/2013 16:18 WIB
Moyes membawa Manchester United lawan Swansea
- Minggu, 16/06/2013 19:59 WIB
Lorenzo Menang Lagi di Barcelona
284 Komentar - Minggu, 16/06/2013 06:49 WIB
Rossi: Penting untuk Start dengan Bagus & Jaga Ritme
257 Komentar - Sabtu, 15/06/2013 04:56 WIB
Pirlo Merasa Muda Lagi di Juventus
225 Komentar - Selasa, 18/06/2013 14:27 WIB
Rossi Cukup Puas dengan Uji Coba di Catalunya
179 Komentar - Minggu, 16/06/2013 13:22 WIB
Terima Kritik Fans, Moratti Janji Inter Akan Kompetitif Musim Depan
148 Komentar - Sabtu, 15/06/2013 20:19 WIB
Pole Milik Pedrosa
137 Komentar - Jumat, 14/06/2013 14:05 WIB
Dapat Kontrak Baru, Samuel Ingin Bawa Inter Bangkit Musim Depan
131 Komentar - Jumat, 14/06/2013 20:15 WIB
Rossi Ungguli Lorenzo di Sesi Kedua
131 Komentar - Senin, 17/06/2013 02:26 WIB
Nyaris Celaka Lagi, Rossi Kritik Bautista
130 Komentar - Jumat, 14/06/2013 08:56 WIB
Rossi: Saya Bisa Salip Lorenzo, Jika Dia Mau Menunggu
110 Komentar
MustRead
close
-
Senin, 17/06/2013 10:21 WIB WIB
Menangi Gim Kelima, Spurs Selangkah Lagi Juara
-
Senin, 17/06/2013 07:28 WIB WIB
Marquez Sudah Senang Bisa Bayangi Pedrosa dan Lorenzo





.gif)









