Minggu, 10/06/2012 16:16 WIB

Bradley pun Kaget Bisa Kalahkan Pacquiao

Andi Abdullah Sururi - detikSport
Bradley pun Kaget Bisa Kalahkan Pacquiao AFP/John Gurzinski
Las Vegas - Hasil pertandingan Manny Pacquiao kontra Timothy Bradley menyulut kontroversi. Bahkan Bradley pun mengaku kaget dirinya dinyatakan sebagai pemenang dan kini berstatus juara dunia.

Meski banyak pengamat menilai Pacquiao lebih dominan, dan mukanya relatif "bersih" ketimbang lawannya yang babak belur, tapi tiga dewan juri memutuskan Bradley sebagai pemenang laga di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Minggu (10/6/2012) itu.

Dua dari tiga juri memberi skor 115-13 untuk Bradley, sedangkan satu lagi mencatatkan angka yang sama tapi untuk keunggulan Pacquiao. Bradley menang angka 12 ronde dan merebut mahkota WBO kelas welter yang sebelumnya disandang "The Pacman".

"Aku ucapkan selamat buat Tim Bradley. Dia akan mendapatkan banyak uang. Tapi aku ingin bilang, aku tak pernah semalu malam ini terkait olahraga tinju," komentar promotor Bob Arum, dikutip AFP.

"Sungguh tak bisa dipercaya. #PacBradley. Satu lagi noda dalam tinju. Ini bahkan lebih buruk dibanding hasil draw-ku lawan (Evander) Holyfield! Memalukan!" kicau eks juara dunia kelas berat Lennox Lewis via akun twitter-nya.

Bradley pun, saat diwawancara di atas ring setelah diputuskan menang, mengatakan akan "melihat lagi rekaman videonya". Ucapannya itu ditanggapi seorang wartawan investigasi Yahoo Sports dengan sinis:

"Kalau seseorang memenangi sebuah pertarungan dan mengatakan 'aku harus melihat rekamannya', untuk memastikan apakah dia memang memang, maka itu adalah sebuah pernyataan yang bagus tentang keolahragaan dia," sebut Charles Robinson, sang wartawan.

Dari Bradley memang tidak terlontar kalimat-kalimat tegas untuk menyebut dirinya lebih baik daripada Pacquiao. Tapi ia pun merasa telah bertarung dengan sangat baik.

"Pacquiao sungguh pejuang yang tangguh. Orang ini bisa memukul, punya kecepatan. Perlengkapan dia lengkap," ujar petinju Amerika berusia 28 tahun itu.

"Aku menggunakan kemampuanku untuk mengamankan beberapa ronde. Mungkin di lima ronde terakhir aku merasakan, mendapatkan kemenangan. Aku masih terkejut," sambungnya.

Sementara itu Pacquiao menyatakan menerima keputusan kontroversial itu walaupun secara pribadi ia tidak merasa kalah.

"Aku tidak mendengarkan pengumuman itu karena aku pikir aku menang," ucap Pacquiao dalam jumpa pers seusai laga.

"Aku menghormati keputusan itu, tapi 100 persen aku percaya aku menang. Aku bahkan tidak ingat apakah pukulan dia sampai menyakitiku. Dia memang memberiku beberapa jab, tapi aku tidak ingat apakah dia memukulku dengan pukulan yang solid di wajahku.

"Aku memberi Bradley kredit, mungkin tiga ronde buat dia, karena di beberapa ronde aku rileks. Di luar tiga ronde itu, aku justru yang melukai dia di setiap rondenya."

Pacquiao juga langsung mengatakan dirinya ingin tarung ulang. Waktunya sudah ditetapkan, yakni pada 10 November. Bradley langsung menerima tantangan tersebut.

"Aku senang menjadi juara welter yang baru, tapi aku tentu saja ingin melakukan ini lagi. Aku mendengar semua teriakan 'huu..' di akhir pertandingan, dan buatku itu oke. Kita harus melakukan ini lagi. Mari membuat ini lebih pasti," jawabnya.

Bradley saat melakoni jumpa pers duduk di atas kursi roda. Setelah itu ia ke rumah sakit untuk memeriksa engkelnya, yang menurut dia terkilir di ronde kedua.


(a2s/a2s)
Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com


MustRead close