Kamis, 16/08/2012 09:00 WIB

Indonesia Harus Perbaiki Sistem Pengelolaan Olahraga

Andi Abdullah Sururi - detikSport
Jakarta - Indonesia untuk pertama kalinya sejak 1992 gagal mendapatkan medali emas di Olimpiade. Penurunan prestasi itu diyakini disebabkan terutama oleh faktor sistem pengelolaan olahraga.

Hanya satu perak dan satu perunggu dihasilkan kontingen "Merah Putih" di Olimpiade 2012, dari total 22 atlet yang berlaga. Kedua medali itu disumbangkan oleh atlet dari cabang angkat besi, yakni Eko Yuli Irawan dan Triyatno.

Cabang yang paling diandalkan selama ini, bulutangkis, yang selalu mendulang emas semenjak cabang ini dipertandingkan di Olimpiade 1992, gagal melanjutkan tradisi itu. Jangankan emas, perak atau perunggu pun tidak.

Dari polling detiksport mengenai penyebab terbesar kegagalan Indonesia di London, sebagian besar pembaca meyakini bahwa sistem pengelolaan olahraga di tanah air tidak baik.

Khusus bulutangkis, belasan mantan pemain mengkritik keras PB PBSI dan meminta sejumlah pengurus yang tidak kompeten untuk mundur. Mereka menilai organisasi itu telah gagal melakukan regenerasi dan tidak berprestasi lagi. Puncak kegagalan PBSI itu adalah saat gagal total di Piala Thomas dan Uber di Wuhan, China, di bulan Mei -- kemudian tanpa medali pula di London.

Event olahraga besar terdekat Indonesia adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau. Bahkan jauh-jauh hari sebelumnya, event ini malahan kental aroma korupsi – kasusnya sedang ditangani KPK.

Polling detiksport
"Indonesia gagal meraih medali emas di Olimpiade 2012. Menurut Anda apa penyebab terbesarnya?"

Hasil (sampai Kamis 16 Agustus 2012, pukul 08.30 WIB):
- Dana kurang: 2.79% [30]
- Persiapan kurang maksimal: 4.19% [45]
- Sistem pengelolaan olahraga tidak baik: 91.81% [986]
- Tidak tahu: 1.21% [13]

Total vote: 1.074


(a2s/din)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com