Kamis, 22/11/2012 00:47 WIB
Kondisi Mantan Jawara Tinju Hector Camacho Kritis Usai Tertembak
Getty Images
Puerto Rico - Mantan petinju Hector "Macho" Camacho tampaknya sedang menjalani pertarungan paling sengit dalam hidupnya. Kondisinya sedang kritis setelah tertembak di bagian wajah dan kemudian mengalami cardiac arrest.
Camacho, petinju tenar medio 1980-an yang pernah menggondol gelar juara dunia di tiga kelas berbeda--kelas ringan super, kelas ringan, kelas welter junior--ditembak orang tak dikenal, Selasa (20/11/2012), di kawasan San Juan, Puerto Rico.
Saat itu Camacho tengah berada di dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Peluru disebutkan menghantam rahangnya, menembus, dan kemudian bersarang di bagian bahu kanan Camacho.
Penembakan itu sendiri telah memakan korban jiwa setelah Alberto Yamil Mojica Moreno, rekan Camacho yang juga berada dalam mobil, menghembuskan nafas terakhirnya.
Segera setelah kejadian penembakan tersebut Camacho langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Tim dokter sempat melaporkan kondisinya cukup stabil, tapi kemudian pada hari Rabu (21/11) dinihari waktu lokal, ia dihantam cardiac arrest, atau henti jantung mendadak (keadaan di mana jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh--red).
"Ini adalah pertarungan paling sengit dalam hidup Macho Camacho," ujar Ernesto Torres selaku direktur Pusat Medis Rio Piedras seperti dikutip Reuters.
"Belum ada perkembangan. Jantungnya berhenti. Kami bisa memberinya obat dan jantungnya akan memompa lagi. Ada aktivitas otak, tapi sangat rendah. Situasi Macho sangat kritis. Kemungkinannya tidak bagus," bebernya.
Sepanjang kariernya bertinju, Camacho sudah pernah bertarung dengan nama-nama besar seperti Roberto Duran, Oscar De La Hoya, Julio Cesar Chavez, Sugar Ray Leonard, Felix Trinidad, Ray Mancini, dan Greg Haugen. Kali terakhir ia bertarung dalam laga perebutan gelar pada 1997 dengan menantang juara kelas welter yang saat itu dipegang Oscar De La Hoya.
Pada tahun 2009 lalu, Camacho menyatakan pensiun dari dunia tinju. Akan tetapi, seorang kerabatnya yang turut menjenguk Camacho di rumah sakit, Steve Tannenbaum, mengatakan bahwa tahun depan Camacho berencana kembali naik ring.
"Kami tengah membicarkan kembalinya ia ke ring tinju, meski dia sudah berusia 50 tahun. Saya merasa ia masih mampu melakukannya (bertinju)," ujar Tannenbaum.
(krs/mfi)
Camacho, petinju tenar medio 1980-an yang pernah menggondol gelar juara dunia di tiga kelas berbeda--kelas ringan super, kelas ringan, kelas welter junior--ditembak orang tak dikenal, Selasa (20/11/2012), di kawasan San Juan, Puerto Rico.
Saat itu Camacho tengah berada di dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Peluru disebutkan menghantam rahangnya, menembus, dan kemudian bersarang di bagian bahu kanan Camacho.
Penembakan itu sendiri telah memakan korban jiwa setelah Alberto Yamil Mojica Moreno, rekan Camacho yang juga berada dalam mobil, menghembuskan nafas terakhirnya.
Segera setelah kejadian penembakan tersebut Camacho langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Tim dokter sempat melaporkan kondisinya cukup stabil, tapi kemudian pada hari Rabu (21/11) dinihari waktu lokal, ia dihantam cardiac arrest, atau henti jantung mendadak (keadaan di mana jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh--red).
"Ini adalah pertarungan paling sengit dalam hidup Macho Camacho," ujar Ernesto Torres selaku direktur Pusat Medis Rio Piedras seperti dikutip Reuters.
"Belum ada perkembangan. Jantungnya berhenti. Kami bisa memberinya obat dan jantungnya akan memompa lagi. Ada aktivitas otak, tapi sangat rendah. Situasi Macho sangat kritis. Kemungkinannya tidak bagus," bebernya.
Sepanjang kariernya bertinju, Camacho sudah pernah bertarung dengan nama-nama besar seperti Roberto Duran, Oscar De La Hoya, Julio Cesar Chavez, Sugar Ray Leonard, Felix Trinidad, Ray Mancini, dan Greg Haugen. Kali terakhir ia bertarung dalam laga perebutan gelar pada 1997 dengan menantang juara kelas welter yang saat itu dipegang Oscar De La Hoya.
Pada tahun 2009 lalu, Camacho menyatakan pensiun dari dunia tinju. Akan tetapi, seorang kerabatnya yang turut menjenguk Camacho di rumah sakit, Steve Tannenbaum, mengatakan bahwa tahun depan Camacho berencana kembali naik ring.
"Kami tengah membicarkan kembalinya ia ke ring tinju, meski dia sudah berusia 50 tahun. Saya merasa ia masih mampu melakukannya (bertinju)," ujar Tannenbaum.
(krs/mfi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Dortmund, Kegemilangan dalam Kesederhanaan
0 share this. -
Rodgers Segera Carikan Solusi untuk Masa Depan Carroll
0 share this. -
Everton Punya Delapan Calon Pengganti Moyes
0 share this. -
Selain Rekor, Alonso Juga Ingin Tuntaskan 'Puasa' Ferrari di Monako
0 share this. -
Sudah Saatnya Isco Hengkang dari Malaga
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Selasa, 21/05/2013 15:47 WIB
Jakarta International 10K
Rp 900 Juta untuk Hadiah Sampai Door Prize
-
Selasa, 21/05/2013 13:25 WIB
Bertambah, Jumlah Pelari Elite Internasional di Jakarta International 10K
-
Selasa, 21/05/2013 12:15 WIB
Jakarta International 10K Akan Digelar 23 Juni
-
Minggu, 19/05/2013 01:05 WIB
Paddock Ramah Lingkungan di Yamaha Cup Race
-
Jumat, 17/05/2013 17:51 WIB
Mepet, Jakarta Dinilai Tak Siap Jadi Tuan Rumah ISG
- Kamis, 23/05/2013 09:00 WIB
Piala Sudirman
'Butet Akan Main 2 Kali Adalah Taktik Khusus'
- Kamis, 23/05/2013 07:48 WIB
Jelang GP Monako
Selain Rekor, Alonso Juga Ingin Tuntaskan 'Puasa' Ferrari di Monako
- Kamis, 23/05/2013 06:16 WIB
Raikkonen Tak Buru-buru Putuskan Masa Depan
- Kamis, 23/05/2013 08:46 WIB
Mantan pemain belakang MU wafat
- Kamis, 23/05/2013 03:20 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Kejar Rekor, Kimi Bisa Perpanjang Rentetan Oke
- Rabu, 22/05/2013 20:56 WIB
Piala Sudirman
Indonesia Turunkan Line up Berbeda, Butet Akan Main 2 Kali
- Rabu, 22/05/2013 19:58 WIB
Bridgestone: Tak Ada Masalah dengan Ban Lorenzo di Le Mans
- Rabu, 22/05/2013 14:37 WIB
Piala Sudirman
Lawan China, Butet: Indonesia Bisa Buat Kejutan
- Rabu, 22/05/2013 02:01 WIB
SM Tersingkir, Pelatih: Semua Salah Saya
- Rabu, 22/05/2013 10:05 WIB
Angga Pratama, Pengidola Luka Modric yang Ingin Jadi Juara Dunia
- Sabtu, 18/05/2013 05:15 WIB
Taklukkan Madrid, Atletico Menangi Copa del Rey
467 Komentar - Senin, 20/05/2013 03:07 WIB
Finis di Posisi 12, Rossi Merasa Punya Potensi Naik Podium
404 Komentar - Senin, 20/05/2013 07:59 WIB
Fiorentina Pertanyakan Penalti Milan
301 Komentar - Minggu, 19/05/2013 19:58 WIB
Pedrosa Menangi Balapan Seru di Le Mans
274 Komentar - Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
'Kepergian Mourinho Baik untuk La Liga'
258 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 06:27 WIB
Mourinho: Atletico Tak Pantas Juara
200 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 11:53 WIB
Kartu Merah Puncak Rasa Frustrasi Ronaldo
195 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 20:32 WIB
Marquez Rebut Pole, Pedrosa Jatuh
170 Komentar - Jumat, 17/05/2013 20:25 WIB
Pedrosa Kembali Terdepan, Honda Tercepat Satu-Dua
158 Komentar - Rabu, 22/05/2013 07:22 WIB
'Mourinho Memang Gagal, Perilakunya pun Tak Cocok dengan Madrid'
152 Komentar
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 09:13 WIB WIB
Budaya Balapan Baru di Yamaha Cup Race 2013
-
Senin, 20/05/2013 06:29 WIB WIB
Dovizioso Senang dengan Le Mans yang Basah





.gif)




_4.jpg)


.gif)
