Rabu, 30/01/2013 04:36 WIB
Rossi Tak Cocok dengan DNA Ducati
Getty Images/Jose Jordan
Jakarta - Dua musim memperkuat Ducati, Valentino Rossi gagal menorehkan prestasi memuaskan. Kegagalan kerjasama duo Italia itu disebabkan karena DNA Desmosedici tak cocok dengan The Doctor.
Tak ada kemenangan didapat Rossi selama dua tahun memperkuat Ducati. Dalam kurun tersebut raihan terbaiknya hanya tiga kali naik podium, yang masing-masing didapat di MotoGP Prancis (2011 dan 2012) serta seri San Marino (2012).
Disebut bos baru Ducati Motorsport, Bernhard Gobmeier, hal itu terjadi Desmosedici selama dua musim tersebut terus terasa asing oleh Rossi. Itu bukan sekadar soal adaptasi namun karena Desmosedici punya karakteristik yang sangat berbeda dengan Yamaha atau Honda yang pernah ditunggangi rider asal Italia itu.
"Saya percaya dan Ducati juga percaya kalau Valentino adalah salah satu pebalap terbaik yang pernah ada. Tapi saya pikir dia juga menjadi korban dari gen Ducati. Motor mereka (Ducati) tak banyak berubah sejak 2007 sampai ke 2012," ungkap Gobmeier di MCN.
Hingga kini cuma Casey Stoner yang bisa memaksimalkan potensi Ducati. Empat musim memperkuat tim asal Italia itu dalam selang 2007-2010, Stoner sekali menjadi juara dunia dan total meraih 23 kemenangan balapan.
"Motornya semakin membaik tapi pebalap seperti (Marco) Melandri atau Valentino, yang sangat sensitif, berharap ada reaksi tertentu yang dihasilkan motor. Jadi saat mereka tak dapat reaksi tersebut mereka menjadi bingung."
"Cara mereka bereaksi dengan motornya tidak sesuai. Saya percaya kalau Valentino, dari cara dan feel yang dirasakan, sangatlah baik saat dengan Yamaha, dia dapat masalah karena motornya (Ducati) bereaksi dengan cara yang benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya dia rasakan."
"Para pebalap ini sudah belajar bagaimana mengendarai motor sejak mereka masih anak-anak. Mereka tidak mengendari dengan otak mereka tapi itu lebih sebagai sebuah perasaan yang alami. Mereka menyerahkan semuanya pada refleks dan jika Anda memberi mereka masukan itu akan terasa aneh. Feeling alami mereka tak terbiasa dengan hal itu dan mereka menjadi harus berpikir apa yang seharusnya dilakukan. Dan saat mereka mulai berpikir mereka menjadi lambat karena cara membalapnya tak lagi alami," papar Gobmeier
(din/cas)
Tak ada kemenangan didapat Rossi selama dua tahun memperkuat Ducati. Dalam kurun tersebut raihan terbaiknya hanya tiga kali naik podium, yang masing-masing didapat di MotoGP Prancis (2011 dan 2012) serta seri San Marino (2012).
Disebut bos baru Ducati Motorsport, Bernhard Gobmeier, hal itu terjadi Desmosedici selama dua musim tersebut terus terasa asing oleh Rossi. Itu bukan sekadar soal adaptasi namun karena Desmosedici punya karakteristik yang sangat berbeda dengan Yamaha atau Honda yang pernah ditunggangi rider asal Italia itu.
"Saya percaya dan Ducati juga percaya kalau Valentino adalah salah satu pebalap terbaik yang pernah ada. Tapi saya pikir dia juga menjadi korban dari gen Ducati. Motor mereka (Ducati) tak banyak berubah sejak 2007 sampai ke 2012," ungkap Gobmeier di MCN.
Hingga kini cuma Casey Stoner yang bisa memaksimalkan potensi Ducati. Empat musim memperkuat tim asal Italia itu dalam selang 2007-2010, Stoner sekali menjadi juara dunia dan total meraih 23 kemenangan balapan.
"Motornya semakin membaik tapi pebalap seperti (Marco) Melandri atau Valentino, yang sangat sensitif, berharap ada reaksi tertentu yang dihasilkan motor. Jadi saat mereka tak dapat reaksi tersebut mereka menjadi bingung."
"Cara mereka bereaksi dengan motornya tidak sesuai. Saya percaya kalau Valentino, dari cara dan feel yang dirasakan, sangatlah baik saat dengan Yamaha, dia dapat masalah karena motornya (Ducati) bereaksi dengan cara yang benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya dia rasakan."
"Para pebalap ini sudah belajar bagaimana mengendarai motor sejak mereka masih anak-anak. Mereka tidak mengendari dengan otak mereka tapi itu lebih sebagai sebuah perasaan yang alami. Mereka menyerahkan semuanya pada refleks dan jika Anda memberi mereka masukan itu akan terasa aneh. Feeling alami mereka tak terbiasa dengan hal itu dan mereka menjadi harus berpikir apa yang seharusnya dilakukan. Dan saat mereka mulai berpikir mereka menjadi lambat karena cara membalapnya tak lagi alami," papar Gobmeier
(din/cas)
"Jangan ketinggalan info Update MotoGP, Tekan *123*369*10*5# sekarang! (khusus pengguna XL)"
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Cuma Bikin Dua Gol, Welbeck Kecewa Berat
0 share this. -
Tontowi/Liliyana Bawa Indonesia Ungguli China 1-0
0 share this. -
'Dortmund Bisa Juara Asal...'
0 share this. -
Loew: Jika Ini Terjadi Tahun Lalu, Jerman Bisa Juara Eropa
0 share this. -
Terakhir Kali Bayern Juara: Menang Lewat Laga 'Serba Penalti'
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
-
Selasa, 21/05/2013 06:39 WIB
Komentari Marc Marquez, Lewis Hamilton Teringat Dirinya Sendiri
-
Senin, 20/05/2013 06:29 WIB
Dovizioso Senang dengan Le Mans yang Basah
-
Senin, 20/05/2013 03:07 WIB
Finis di Posisi 12, Rossi Merasa Punya Potensi Naik Podium
-
Minggu, 19/05/2013 23:09 WIB
Lorenzo Keluhkan Performa Motor
-
Minggu, 19/05/2013 22:40 WIB
Marquez Sempat Pesimistis Raih Podium
- Kamis, 23/05/2013 12:17 WIB
Piala Sudirman
Tontowi/Liliyana Bawa Indonesia Ungguli China 1-0
- Kamis, 23/05/2013 11:47 WIB
Piala Sudirman
Indonesia vs China, Suporter Indonesia Riuhkan Putra Stadium
- Kamis, 23/05/2013 10:30 WIB
Piala Sudirman
Bella dan Hayom, Dua Sejoli yang Saling Support
- Kamis, 23/05/2013 11:16 WIB
Nonton Langsung di KL, Roy Suryo Minta Pemain Tampil Lepas
- Kamis, 23/05/2013 09:00 WIB
Piala Sudirman
'Butet Akan Main 2 Kali Adalah Taktik Khusus'
- Kamis, 23/05/2013 12:54 WIB
James Kalahkan Pacers di Detik Terakhir
- Kamis, 23/05/2013 07:48 WIB
Jelang GP Monako
Selain Rekor, Alonso Juga Ingin Tuntaskan 'Puasa' Ferrari di Monako
- Kamis, 23/05/2013 06:16 WIB
Raikkonen Tak Buru-buru Putuskan Masa Depan
- Kamis, 23/05/2013 03:20 WIB
Jelang GP Monako
Alonso Kejar Rekor, Kimi Bisa Perpanjang Rentetan Oke
- Sabtu, 18/05/2013 05:15 WIB
Taklukkan Madrid, Atletico Menangi Copa del Rey
467 Komentar - Senin, 20/05/2013 03:07 WIB
Finis di Posisi 12, Rossi Merasa Punya Potensi Naik Podium
404 Komentar - Senin, 20/05/2013 07:59 WIB
Fiorentina Pertanyakan Penalti Milan
301 Komentar - Minggu, 19/05/2013 19:58 WIB
Pedrosa Menangi Balapan Seru di Le Mans
274 Komentar - Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
'Kepergian Mourinho Baik untuk La Liga'
258 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 06:27 WIB
Mourinho: Atletico Tak Pantas Juara
200 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 11:53 WIB
Kartu Merah Puncak Rasa Frustrasi Ronaldo
195 Komentar - Sabtu, 18/05/2013 20:32 WIB
Marquez Rebut Pole, Pedrosa Jatuh
170 Komentar - Jumat, 17/05/2013 20:25 WIB
Pedrosa Kembali Terdepan, Honda Tercepat Satu-Dua
158 Komentar - Rabu, 22/05/2013 07:22 WIB
'Mourinho Memang Gagal, Perilakunya pun Tak Cocok dengan Madrid'
152 Komentar
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 09:13 WIB WIB
Budaya Balapan Baru di Yamaha Cup Race 2013
-
Senin, 20/05/2013 06:29 WIB WIB
Dovizioso Senang dengan Le Mans yang Basah





.gif)






