Selasa, 23/04/2013 16:24 WIB

Pindahkan ISG ke Jakarta, Menpora Dituding Tak Hargai Riau

Doni Wahyudi - detikSport
Pekanbaru - Menteri Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan pemindahan Islamic Solidarity Games (ISG) ke Jakarta. Langkah Menpora disesalkan Gubernur Rusli Zainal, yang dianggap sebagai sikap tak menghargai Provinsi Riau.

Roy Suryo pada Senin (22/4/2013) kemarin mengumumkan pemindahan tuan rumah ISC 2013 dari Riau ke Jakarta. Keputusan tersebut diambil sebagai buntut dari banyaknya masalah yang muncul dalam persiapan menggelar event internasional tersebut, yang membuat tanggal penyelenggaraannya diundur dari 6-17 Juni menjadi 22 September hingga 1 Oktober.

Dalam pernyataannya, Roy menyebut kalau ISG tidak memungkinkan untuk digelar di Riau karena dua alasan utama. Yang pertama adalah dua arena utama yang masih disegel karena masih menunggak Rp 200 miliar dan tidak memungkinkan dituntaskan dalam waktu dekat. Selain itu waktu yang bentrok dengan Bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Riau.

Atas keputusan tersebut, Gubernur Rusli Zainal menilai Roy Suryo tidak menghargai jerih payah dan perjuangan panitia daerah untuk memggelar event berskala internasional tersebut. Apalagi penunjukan Riau sebagai tuan rumah sudah tertuang dalam Keputusan Presiden.

"Harusnya Menpora memberikan solusi, mendorong pembangunan daerah sesuai semangat otonomi melalui olahraga. Ini yang sedang kami perjuangan dan sudah disiapkan lahir batin selama tiga tahun. Tapi semuanya seperti tidak ada dihargai sama sekali oleh Menpora," tegas Rusli Zainal kepada wartawan, Selasa (23/4/2013).

Disebutkan juga kalau pembatalan Riau menjadi tuan rumah telah merugikan provinsi tersebut karena sejak empat bulan lalu panitia sudah merekrut lebih dari 4.000 orang LO dan 825 penerjemah sebagai bagian dari persiapan menyambut atlet dari berbagai negara. Hal lainnya, beberapa venue yang diperbaiki jelang event tersebut juga menggunakan anggaran daerah.

"Bahkan saat Menpora ke Riau, beliau menegaskan dan berjanji, ISG tetap di Riau. Itu pernyataan resmi di hadapan panitia, tokoh masyarakat dan media. Tapi sekarang tiba-tiba ada pernyataan berbeda. Lewat media pula," lanjut Rusli yang juga menjabat sebagai Ketua pelaksana ISG 2013 itu.

Selain tunggakan dana dan pembangunan venue yang banyak belum tuntas, alasan lain untuk memindahkan ISG adalah status Rusli Zainal sebagai tersangka korupsi PON. Hal itu disebut menpora membuat dia tak memungkinkan lagi melaksanakan secara penuh tugas selaku ketua panitia, selain itu stake holder daerah juga dianggap kurang support menyelesaikan progres ISG.

“Saya tidak menafikan, bila status saya saat ini dirasa mengganggu pelaksanaan. Tapi harusnya Menpora tahu, bahwa Riau itu bukan milik saya pribadi. Sistem pemerintahan bukan di tangan saya seorang. Jangan karena status saya, seluruh rakyat Riau yang menanggung akibatnya. Hargai jugalah jutaan rakyat Riau, yang baru beberapa tahun terakhir mendapatkan kepercayaan besar membangun negerinya sendiri."

"Penetapan saya sebagai tersangka, juga bagian dari musibah yang harus saya tanggung karena ingin melaksanakan sebaik-baiknya tugas, amanah dan marwah daerah. Jadi persoalan tuan rumah ISG, saya mengajak Menpora, mari kita dudukan bersama dan Menpora hendaknya menghargai suara-suara dari daerah, jangan sepihak saat mengambil keputusan sepenting ini," tuntas dia.
(din/mrp)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi : sales[at]detik.com


MustRead close