Pada masa jayanya dulu Gardner dikenal sebagai pebalap agresif nan bernyali di kelas 500cc. Beberapa kali diganggu cedera, pria yang djuluki 'The Wollongong Whiz' itu tetap mampu mencatat 18 kemenangan dan 51 podium dari 100 startnya di kejuaraan dunia balap motor grand prix. Ia juga sukses menjadi jawara 500cc musim 1987, membuatnya jadi rider Australia pertama yang mengenakan mahkota kelas primer.
Dengan balapan MotoGP akhir pekan ini akan dilangsungkan di Phillip Island, Australia, Gardner dimintai pendapat tentang Rossi dan Lorenzo, dua rider Movistar Yamaha yang sedang terlibat dalam persaingan berebut gelar juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya sosok yang fantastis dan Lorenzo sedang melaju amat sangat baik daripada sebelumnya. Ia kelas dunia. Sudah pasti Yamaha jadi amat menonjol dan membuat merek lain jadi terlihat konyol. Para rider bisa menggebernya (motor Yamaha) keras-keras, motor Honda mungkin lebih bertenaga tapi sulit dikendarai."
"Entahlah. Aku ingin siapa yang menang? Keduanya! Aku berteman baik dengan keduanya dan mereka pemuda yang sama-sama fantastis sehingga ini tidak mudah. Perasaanku bilang Valentino tapi aku pikir Lorenzo merupakan seorang pebalap kelas dunia yang akan benar-benar memberikan kesulitan dan ia juga amat tidak beruntung dalam beberapa balapan."
"Dengan tiga balapan tersisa ia sudah kehabisan waktu, satu hari buruk atau satu masalah mekanik saja dan semuanya akan berubah secara dramatis. Keduanya sama-sama pebalap kelas dunia dan tidaklah mudah memilih salah satu tapi Rossi punya Sentuhan Midas, keberuntungan selalu ada di sisinya," paparnya.
(krs/fem)