DetikSepakbola
Jumat 14 Jun 2013, 10:43 WIB

Piala Konfederasi dalam Angka

- detikSport
Piala Konfederasi dalam Angka (AFP/Lucas Uebel)
Jakarta - Piala Konfederasi tahun 2013 akan digelar di Brasil pada 15-30 Juni mendatang. Ini merupakan turnamen edisi kesembilan setelah diambil alih oleh FIFA pada tahun 1997.

Brasil yang jadi tuan rumah akan tergabung di Grup A bersama Jepang, Meksiko, dan Italia. Sementara Grup B diisi oleh Spanyol, Uruguay, Tahiti, dan Nigeria.

Berikut adalah rekaman statistik dari tiap kontestan Piala Konfederasi 2013 seperti dilansir dari situs resmi FIFA:

7<\/strong> - Brasil paling banyak berpartisipasi di Piala Konfederasi daripada tim lainnya; ini akan jadi keikutsertaan mereka yang ketujuh sejak 1997, semuanya berturut-turut. A Selecao<\/em> juga paling banyak memenangi gelar (tiga gelar di 1997, 2005, dan 2009), memainkan paling banyak pertandingan (28), memenangi paling banyak pertandingan (18) dan mencetak paling banyak gol (64). Brasil juga meraih tiga gelar Piala Konfederasi di tiga benua berbeda, di Arab Saudi (1997), Jerman (2005) dan Afrika Selatan (2009).

2<\/strong> - Shunsuke Nakamura dan Hidetoshi Nakata adalah pemain Jepang yang mencetak gol di edisi Piala Konfederasi berbeda. Nakamura mencetak tiga gol di 2003 dan satu gol di 2005, sedangkan Nakata mencetak masing-masing satu gol di 2001 san 2003.

1<\/strong> - Meksiko adalah satu-satunya tim dari CONCACAF yang pernah memenangi trofi, mendapat gelar itu saat jadi tuan rumah di 1999 dengan kemenangan 4-3 atas Brasil di final. Laga itu menjadi laga dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah Piala Konfederasi, dengan 110.000 penonton yang memenuhi Stadion Azteca di Mexico City pada 4 agustus.

57<\/strong> - Sebelum laga melawan Haiti di hari Selasa lalu, laga terakhir yang dimainkan Italia di Brasil adalah pada 1 Juli 1956, ketika mereka kalah 0-2 dari tuan rumah dalam pertandingan persahabatan. Sebelumnya Gli Azzurri <\/em>sudha memainkan dua pertandingan di Piala Dunia 1950, kalah 2-3 dari Swedia dan mengalahkan Paraguay 2-0.

18<\/strong> - Setidaknya 18 pemain dari skuat Spanyol di Piala Konfederasi 2009 menjadi juara dunia di tahun berikutnya di Afrika Selatan. Selama kompetisi di tahun 2009 itu, kekalahan 0-2 dari Amerika Serikat di semifinal Piala Konfederasi 2009 mengakhiri rentetan 35 pertandingan tak terkalahkan Spanyol, yang mana menyamai rekor yang dicatat Brasil antara tahun 1992 dan 1996. Rentetan itu dimulai 7 Februari 2007 dengan kemenangan 1-0 atas Inggris di Manchester.

16<\/strong> - Kembalinya Uruguay ke Piala Konfederasi setelah 16 tahun absen, yang mana sama dengan waktu antara dua kejayaan terakhir mereka di Copa Amerika (1995-2011). Di keikutsertaan yang sebelumnya, Uruguay memenangi tiga laga di fase grup sebelum kalah di semifinal melawan Australia 0-1 setelah babak perpanjaangan waktu. Kemenangan itu ditentukan oleh gol Harry Kewell di menit ke-92.

3<\/strong> - Tahiti adalah tim ketiga yang mewakili Oceania di Piala Konfederasi, sebelumnya diwakili oleh Autralia (sebelum berpindah ke AFC di tahun 2006) dan Selandia baru. Tahiti lolos setelam memenangi Pial Oceania pertama mereka di tahun 2012. Mereka jadi juara lewat kemenangan 1-0 atas Kaledonia Baru di final tanggal 10 Juni, melalui gol Steevy Chong Hue.

0<\/strong> - Nigeria adalah satu dari dua negara yang tak terkalahkan di sejarah Piala Konfederasi, menang satu kali dan imbang dua kali. Salah satu hasil imbang adalah di laga perebutan tempat ketiga, yang mana mereka kalah di babak adu penalti. Tim lain yang tak terkalahkan adalah Denmark, dengna dua kemenangan dan satu kali imbang. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Nigeria di turnamen ini dilesakkan oleh pemain Meksiko Ramon Ramirez di pertandingan perebutan tempat ketiga, yang berakhir 1-1 sebelum Super Eagles<\/em> kalah dalam adu penalti.

4<\/strong> - Jika dimainkan di turnamen tahun ini, pemain Uruguay Andre Scotti akan jadi pemain tertua yang keempat yang berpartisipasi di Piala Konfederasi setelah Ali Boumnijel (Tunisia, 39 tahun 2 bulan), Lothar Matthaeus (Jerman, 38 tahun 4 bulan), dan Ruy Ramos (Jepang, 37 tahun 10 bulan).



(nds/a2s)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed