DetikSepakbola
Selasa 29 Jan 2013, 19:25 WIB

SSB Harus Kreatif & Mandiri Untuk Ikut Kembangkan Sepakbola Indonesia

- detikSport
SSB Harus Kreatif & Mandiri Untuk Ikut Kembangkan Sepakbola Indonesia istimewa
Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dirasakan cukup pesat. Agar optimal, mereka harus mandiri dan kreatif demi tujuan ikut memajukan sepakbola Indonesia.

Dengan adanya konflik persepakbolaan di tingkat elite yang hingga kini belum jelas kapan berakhir, pembinaan di usia dini dikhawatirkan terkena imbasnya.

SSB, misalnya, juga merasa terkena dampak tersebut. Menurut Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI), selain kurang mendapat perhatian dari federasi, mereka juga kerap menemui kesulitan perizinan untuk melaksanakan program-programnya.

Menurut pendiri dan ketua ASSBI, Taufik Jursal Effendi, banyak anggotanya yang harus melewari birokrasi yang rumit di PSSI. Padahal itu tidak semestinya terjadi karena secara struktural mereka tidak terikat dengan federasi.

Ia menggarisbawahi, keberadaan SSB secara hukum dipayungi oleh Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) No.20 Tahun 2003, UU RI No. 23 Tahun 2002, Peraturan Pemerintah RI No. 17 Tahun 2010, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 34 Tahun 2006.

Untuk mensosialisasikan hal itu ASSBI akan menggelar seminar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pada 8-9 Februari mendatang. Dengan adanya seminar itu diharapkan seluruh SSB di Indonesia bisa berkonsentrasi untuk membina pesepakbola usia muda.

\\\"Kedudukan ASSBI dan SSB itu ada payung hukumnya. Orang selama ini menganggap SSB itu sekolah biasa. SSB itu di bawah Depdikbud dan punya payung hukum, dan SSB ini bukan di bawah PSSI,\\\" tutur Taufik dalam wawancara dengan detiksport,<\/strong> Selasa (29\/1\/2013).

\\\"Tidak ada kewajiban meminta izin kepada Pengcab atau Pengprov karena mereka bukan \\\'atasan\\\' kami, melainkan mitra kerjaa. SSB hanya menaungi dan memprogramkan kurikulum kepada anak-anak usia 6-16 tahun, dan mereka pun juga harus kreatif memodifikasinya agar punya kelebihan di antara SSB yang lain.

\\\"Pengcab atau Pengprov tidak banyak menyentuh pembinaan sepakbola dini. Saya mau beritahukan kepada seluruh pemilik SSB bahwa payung hukumnya di bawah Depdikbud sekaligus memberi penjelasan kepada komda ASSBI dan anggota SSB yang ada di bawah naungan ASBI, bahwa ini adalah asosiasi sekolah sepakbola,\\\" sambung Taufik.

Selain mandiri, SSB juga diharapkan kreatif dalam menjalankan misinya sebagai salah satu medium untuk melakukan pembinaan sepakbola usia dini.

\\\"\\\"

\\\"SSB harus kreatif, berpikir out of the box.<\/em> Sebenarnya SSB itulah kawah candradimuka-nya pemain bola. Pemain usia TK, SD hingga SMP menimba ilmu di sana. Jadi, kalau sudah menata diri tidak perlu khawatir adanya konflik kepengurusan seperti PSSI atau KPSI. SSB sejatinya akan terus berjalan untuk melahirkan pemain,\\\" demikian disampaikan Ekodjatmiko Sukarso, ketua dewan kehormatan ASSBI, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Seminar sosialisasi tersebut nantinya akan diikuti oleh SSB-SSB yang menjadi anggota ASSBI dari berbagai Komite Daerah (Komda).



(mrp/a2s)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed