DetikSepakbola
Jumat 04 Oct 2013, 20:09 WIB

Evan Dimas Bercerita Soal Karier, Pendidikan, dan Keluarga

- detikSport
Evan Dimas Bercerita Soal Karier, Pendidikan, dan Keluarga ANTARA/M Risyal Hidayat
Jakarta - Penggawa timnas Indonesia U-19 Evan Dimas Darmono tak memungkiri dirinya sangat senang atas buah pencapaiannya dan rekan-rekannya menjuarai Piala AFF U-19. Ia pun terus menekankan dirinya agar senantiasa bermain bola dengan hati.

Menjadi pemain bola yang mulai dikenal masyarakat luas di usia yang masih muda tidak pernah terbayangkan oleh Evan Dimas. Diawali dari kesukaannya mengintip pamannya berlatih sepakbola, dia pun mulai tertarik untuk coba-coba pula memainkan si kulit bundar.

\\\"Dulu waktu kelas 4 SD suka ikut Paman berlatih di SSB di Surabaya. Dari situlah saya ingin bermain bola. Akhirnya diajak paman masuk SSB Sasana Bakti. Di sana saya mulai sangat menyukai dan belajar sepakbola,\\\" ungkap Evan dalam bincang-bincang dengan detiksport <\/strong>di Hotel The Sultan, Jakarta, Selasa (4\/10).

Setelah menekuni di SSB Sasana Bakti selama kurang lebih dua tahun, pemain kelahiran 13 Maret 1995 itu punya keinginan lain untuk hijrah ke SSB Mitra Surabaya, yang merupakan klub binaan Persebaya Surabaya. Sempat mendapatkan penolakan dari orang tua, Evan akhirnya diperbolehkan pindah.

\\\"Saya bilang sama ibu, mau pindah ke SSB Mitra Surabaya karena Sasana Bakti lumayan jauh dari rumah. Tapi ibu melarang. Akhirnya saya mengancam, kalau gak boleh pindah saya gak mau main bola. Alhamdulilah ibu mengizinkan,\\\" kenangnya.

\\\"Kemudian saya fokus bermain bola sampai akhirnya saya bisa masuk ke Persebaya, bisa masuk timnas di PON, sampai ikut ke turnamen di Hong Kong (HKFA International Youth Invitation di Hongkong). Itu semua pencapaian yang sebelumnya tidak pernah kebayang.\\\"

Evan adalah salah satu pemain yang paling menonjol di skuat \\\"Garuda Muda\\\" saat menjuarai Piala AFF U-19 beberapa waktu lalu. Oleh rekan maupun relasi-relasinya di Mitra Surabaya maupun Persebaya, ia disebut-sebut sebagai \\\"anak ajaib\\\", karena talentanya dinilai sangat besar.

\\\"Kuncinya itu adalah bermain bola dengan hati. Karena dengan hati pasti ketika bermain hasilnya sangat bagus, dan dengan sendirinya akan tampil baik,\\\" ucap Evan tentang sebuah filosofinya dalam bersepakbola.

Evan mengaku sempat meremehkan pendidikannya. Bahkan dia berpikir bahwa sepakbola adalah nomor satu, sementara pendidikan nomor dua. Namun prinsip tersebut berubah ketika dia mendapatkan kesempatan bermain bersama 100 anak Indonesia ke Barcelona. Pada program bertajuk The Chance,<\/em> dia pun dilatih bermain bola ala gaya Spanyol.

\\\"Dari sana, saya jadi dapat banyak. Dari mulai pentingnya berbahasa Inggris, sampai ke pendidikan selain bermain bola. Dulu itu saya sempat ngeremehin<\/em> sekolah. Karena saya pikir, sekolah itu nomor dua, yang penting main bola dulu. Tapi di sana saya melihat sendiri sekolah itu sangat penting.

\\\"Di sana juga diajarkan bagaimana mengatur pola makanan, makanan apa yang harus dimakan oleh pemain bola hingga cara bermain bola. Meski waktu itu saya tidak langsung dilatih Pep Guardiola. Tapi sepulang dari sana, saya jadi punya motivasi bahwa pendidikan dan sepakbola itu harus seimbang,\\\" kata Evan yang mengaku mengidolai Andres Iniesta itu.

Motivasi tersebut, lanjut Evan, membuat dirinya bertekad untuk dapat sekolah lebih tinggi. Dia pun memutuskan meneruskan pendidikannya di bangku kuliah.

\\\"Sekarang saya akhirnya melanjutkan ke kuliah. Sekarang sudah semester tiga jurusan Administrasi Negara di Universitas Unitomo. Pokoknya saya harus bisa menyelesaikan kuliah.

\\\"Meski kuliahnya jadi terganggu, tapi tetap akan saya teruskan. Kalau libur ‘kan masih bisa kuliah. Saya juga beruntung karena ada toleransi dari kampus, karena di sana juga banyak pemain bola.\\\"

Mengenai cita-citanya nanti, di luar menjadi pemain sepakbola yang berhasil, ia belum menentukan.

\\\"Pengennya sih jadi pengusaha. Tapi lihat saja nanti, apa yang cocok buat saya,\\\" selorohnya.

Orangtua dan Keluarga Motivasi Terbesar<\/strong>

\\\"\\\"Jalan buat Evan menjadi pesepakbola profesional yang sukses mungkin masihlah panjang. Namun, satu hal yang pasti adalah ia memiliki motivasi yang tinggi, dan motivator terbesarnya adalah orangtua dan keluarga. Hidup dalam keluarga yang sederhana --bapaknya bekerja sebagai satpam--, Evan bertekad membahagiakan orangtua dan ketiga adiknya yang masih kecil.

\\\"Cita-cita saya cuma ingin menyenangkan orangtua. Setiap hari saya selalu dikasih semangat. Mereka selalu bilang, jangan sampai sombong, harus rendah hati. Perjalanan masih panjang. Mereka juga selalu mengingatkan, jangan sampai lupa salat lima waktu. Pesan itu yang selalu saya tanamkan dalam diri saya.

\\\"Boleh dibilang saya ini jadi panutan buat adik-adik saya. Karena mereka masih kecil. Bapak selalu bilang, kasih contoh yang baik buat adik-adikmu.

\\\"Bapak itu selalu nangis kalau setiap saya pulang ke rumah. Terakhir setelah AFF kemarin, saya datang langsung memeluk sambil nangis. Mungkin dia tidak menyangka anaknya bisa kayak sekarang,\\\" ucap Evan dalam nada yang agak rendah.

Bangga Jadi Pemain Surabaya<\/strong>

Setelah lama mengasah bakat di Mitra Surabaya, pada Februari lalu Evan dikontrak oleh Persebaya Surabaya (1927), yang bermain di kompetisi Indonesian Premier League<\/em> (IPL). Akan tetapi PSSI tak kunjung mengesahkan peralihan status dia dari pemain amatir menjadi profesional.

Akibatnya ia tak bisa bermain IPL dan selama ini hanya berlatih saja di klub berjulukan \\\"Bajul Ijo\\\" tersebut. Belakangan PSSI beralasan, mereka tak mau mengesahkan kontrak Evan karena Persebaya dianggap bukan klub anggota mereka.

\\\"Saya tidak mau memikirkan itu dulu. Saya mau fokus di timnas. Insya Allah nanti ada jalannya kok. Saya percaya itu,\\\" ujar Evan saat disinggung mengenai hal tersebut.

Tapi saat ditanya lagi, klub mana yang paling ingin diperkuat, Evan menyebut klub yang telah melahirkannya.

\\\"Kalau saya maunya di Persebaya. Ini adalah klub kebanggaan saya. Karena saya orang Surabaya asli, inginnya terus di sana. Dan sampai saat ini saya belum memilih ke mana-ke mana, tetap di Persebaya,\\\" jawab gelandang yang juga mengaku punya mimpi bisa bermain di FC Barcelona itu.

Semoga berhasil, Evan.
<\/em>


Data singkat<\/strong>
Nama : Evan Dimas Darmono
Kelahiran: Surabaya, 13 Maret 1995
Orangtua: Condro Permono dan Ana.
Status dalam keluarga: Anak pertama dari empat bersaudara.
Adik: Tirsa Bulan Mei Lana, Hanif Fahtur Rahman, Vaida Noviana
Makanan favorit: Bebek Goreng dan Rawon
Minuman favorit: Es Duren.
Pemain favorit: Andres Iniesta, Ahmad Bustomi


(ads/a2s)
Berita Terkait
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ronaldo Kini Tunggu Laga Istimewa di Madeira

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 10:40 WIB Beberapa hari lagi tim nasional Portugal akan bertanding di Funchal, Madeira, tempat kelahiran Cristiano Ronaldo. Ini pun jadi laga istimewa buat Ronaldo.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Baru Separuh Jalan, Portugal Masih Punya Lima Final Lagi

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 09:10 WIB Fernando Santos memperingatkan Portugal bahwa jalan menuju Piala Dunia 2018 masih panjang. Masih ada lima laga untuk menyegel posisi juara grup di kualifikasi.
  • Ronaldo Sudah Cetak 70 Gol untuk Portugal

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 08:56 WIB Dua gol Cristiano Ronaldo ke gawang Hongaria menciptakan sebuah torehan. Tapi pencapaian istimewa itu bukan yang terpenting bagi sang megabintang.
  • Belanda Ditekuk Bulgaria, Robben: Ini Mimpi Buruk

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 07:28 WIB Belanda terancam tak lolos ke Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Bulgaria di kualifikasi. Pemain bintangnya, Arjen Robben, memperlihatkan rasa frustrasinya.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Belanda Takluk di Tangan Bulgaria

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 05:30 WIB Belanda gagal memperbaiki posisinya di klasemen Grup A usai tumbang di markas Bulgaria. Belanda kalah 0-2 dari Bulgaria dan kian terjepit.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Lukaku Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 05:23 WIB Belgia harus bekerja keras saat menghadapi Yunani. Sempat tertinggal lebih dulu, Belgia selamat dari kekalahan berkat gol Romelu Lukaku di menit-menit akhir.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Giroud Pimpin Prancis Atasi Luksemburg 3-1

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 04:55 WIB Prancis memetik poin penuh kala melawan Luksemburg di kualifikasi Piala Dunia 2018. Prancis menang 3-1 dengan dua gol di antaranya dibuat oleh Olivier Giroud.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Ronaldo Dua Gol, Portugal Gebuk Hongaria

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 04:53 WIB Portugal tampil meyakinkan untuk saat menundukkan Hongaria dengan skor 3-0. Cristiano Ronaldo menginspirasi kemenangan Portugal dengan menyumbang dua gol.
  • Milan Tak Punya Rencana Jual Donnarumma

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 03:04 WIB Bagi AC Milan, Gianluigi Donnarumma adalah aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, Rossoneri tidak akan melepas Donnarumma.
  • Benzema: Jangan Buru-Buru Pindah, Mbappe

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 01:48 WIB Pemain muda AS Monaco Kylian Mbappe jadi sensasi di musim ini. Karim Benzema, menyarankan agar Mbappe tak buru-buru pindah ke klub yang lebih besar.
  • Penyebab Rashford Tak Seeksplosif Musim Lalu

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 00:56 WIB Statistik pemain muda Manchester United, Marcus Rashford, tak sementereng musim lalu. Rashford mengungkapkan hal itu disebabkan permainannya yang berbeda.
  • Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2018

    Oezil Diragukan Tampil Lawan Azerbaijan

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 00:28 WIB Mesut Oezil diperkirakan masih akan menepi saat Jerman menghadapi Azerbaijan di kualifikasi Piala Dunia 2018. Oezil masih belum pulih sepenuhnya dari cedera.
  • Rumor Barcelona Bikin Isco Kesal

    Sepakbola | Minggu 26 Mar 2017, 00:00 WIB Gelandang Real Madrid, Isco, belakangan dikait-kaitkan dengan kepindahan ke klub rival, Barcelona. Isco menyebut rumor itu sepenuhnya tidak benar.
  • Liga China dan MLS Bukan untuk Kroos

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 23:10 WIB Gelandang Real Madrid Toni Kroos menutup kans merumput di Liga China dan Amerika Serikat [MLS]. Kroos menyukai tantangan melawan tim-tim terhebat di dunia.
  • Simeone Tak Akan Pernah Rekrut Anaknya

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 23:01 WIB Diego Simeone mencoret peluang untuk merekrut anaknya, Giovanni Simeone. Berada dalam satu tim bersama Giovanni disebut Simeone hanya akan membebani putranya.
  • Gianluigi Buffon Sudah 1.000 Laga

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 18:59 WIB Kemenangan atas Albania terasa spesial untuk kiper Italia Gianluigi Buffon yang melakoni laga ke 1.000 dalam kariernya di lapangan hijau.
  • Italia Targetkan Kemenangan di Kandang Spanyol

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 17:43 WIB Italia dalam kepercayaan diri tinggi usai kemenangan atas Albani. Gli Azzurri pun lantas menargetkan kemenangan di kandang Spanyol September nanti.
  • Timnas U-19: 12 In, 12 Out

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 16:25 WIB Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, memulangkan 12 pemain setelah menjalani satu pekan TC bergulir. Indra sekaligus memanggil 12 muka baru.
  • Ezra Belum Kepikiran Bermain di Klub Indonesia

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 14:14 WIB Sejak menjadi pemain naturalisasi, Ezra Walian mengaku didekati sejumlah klub Indonesia. Tapi pemain 19 tahun itu mengaku ingin fokus meniti karier di Eropa.
  • Foto Sepakbola

    Spanyol Hajar Israel

    Sepakbola | Sabtu 25 Mar 2017, 12:29 WIB Tim nasional Spanyol melanjutkan laju kemenangan di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. La Furia Roja menang 4-1 saat menjamu Israel.